WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 126 : Kebakaran dapur


__ADS_3

Keesokan harinya saat pagi sudah berganti siang yang seharusnya semua orang sudah memulai harinya dengan aktivitas namun tidak untuk dua orang ini. Mereka adalah Alex dan Afifah.


Padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas siang tapi mereka berdua masih bergelut dengan alam mimpinya dengan membenamkan kepala mereka ke dalam selimut.


"Uhh.. " ucap Afifah ketika matanya sudah mulai terbuka sambil mengeliat pelan untuk mengumpulkan nyawa nya sehabis bangun tidur.


"Jam berapa sih ini? panas banget" gumam Afifah ketika manik matanya merasakan cahaya yang begitu terang dari balik jendela balkon kamarnya.


Ia pun menoleh ke samping dan melihat ke arah jam dinding yang terpajang ditembok dekat kamar mandi dan betapa terkejutnya dirinya saat mengetahui jam berapa dia bangun.


"Astaga.. jam sebelas siang. Pantesan aja panas, uhh.. kayaknya tidur gue nyenyak banget sampe bangun kesiangan" ujar Afifah lalu beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah empat puluh menit lamanya akhirnya Afifah keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti memakai baju dan celana.


Lalu duduk didepan kaca untuk menyisir rambut dan memakai parfum karna Afifah tidak terbiasa memakai make up. Jangan makai make up, pakai bedak aja kalo di ingetin kalo nggak ya nggak pakai alias cantik natural tanpa sentuhan apa apa.


"Ni cowok masih tidur ternyata. Gue kira sudah bangun" ucap Afifah saat melihat ke arah ranjang dan mendapati Alex yang masih tertidur dengan posisi terlentang.


Krucukk


Tiba tiba perut Alex berbunyi pertanda bahwa dia sedang lapar namun ia masih sedia dengan tidurnya.


"Eh dia laper ternyata. Hahahaa.. lucu juga, masa iya tidur tapi perutnya bunyi" tawa Afifah setelah mendengar suara perut Alex.


"Utututu.. bocah ngeselin kayak dia ternyata bisa laper juga waktu tidur. Udah gitu sampe ngeluarin bunyi lagi" ucap Afifah yang masih mentawakan Alex.


"Apa gue masakin aja kali ya. Itung itung buat permintaan maaf buat masalah tadi malem juga" gumam Afifah lalu dia keluar kamar berjalan menuruti tangga dan pergi ke dapur.


Setelah di dapur Afifah kemudian mulai mengambil bahan makanan dari kulkas. Rencananya ia ingin memasak makanan kesukaan Alex yaitu tumis kerang cabe ijo dan ayam bumbu balado.


"Lah iya lupa. Gue kan nggak bisa masak, terus gunanya gue nyiapin bahan makanan untuk apa" ucap Afifah sambil menggusap tengkuk lehernya.


"Eh tapi gue pengen banget masakin makanan kesukaan Alex. Dari pertama menikah sampai tiga bulan ini hanya dua kali gue masakin dia, itupun cuman bubur dan nasi goreng. Dan hari ini gue pengen masakin dia eh tapi gue lupa kalo nggak bisa masak" gerutu Afifah sambil mendudukan dirinya dimeja makan.


"Haiss.. ini kan udah jaman modern. Kenapa gue harus pusing pusing, tinggal cari dan nonton diyoutube kan bisa" lanjut Afifah sambil menepuk jidatnya.


Ia pun mulai membuka aplikasi Youtube dan menonton lalu mulai memasak menirukan intruksi yang ada diyoutube.


Beberapa menit kemudian tumis kerang cabe ijo dan ayam bumbu balado pun sudah jadi. Kini Afifah sedang menata makanan tersebut dimeja makan bersama nasi dan minumannya.

__ADS_1


"Akhirnya beres juga. Semoga lidah tu anak cocok sama masakan gue" gumam Afifah.


"Aduh.. mules lagi, harus segera ke toilet ini sebelum bom kematian meletus " ucap Afifah saat dia kebelet, dia pun lantas langsung pergi masuk ke dalam toilet yang ada didapur.


Namun tanpa disadari ia lupa mematikan kompor sehingga minyak yang ada didalam wajan mulai memanas dan mengeluarkan kepulan asap.


Sampai beberapa menit Afifah keluar dari dalam toliet dan kembali ke dapur untuk mengambil ponselnya yang tertinggal tapi saat sampai disana Afifah langsung terkejut bukan main melihat api yang sudah berkobar diatas wajan dengan api yang menjulang tinggi ke atas.


"AAAA.. KEBAKARAN!! KEBAKARAN"


"TOLONG KEBAKARAN"


Teriak histeris dan panik Afifah sambil berlari ke sana kemari mencoba cara untuk mematikan api.


-_-


Sementara itu


Didalam kamar tampak Alex mulai membuka matanya karna terganggu dengan suara gaduh dan teriakan Afifah dari lantai bawah.


Ia pun duduk disandaran ranjang untuk mengumpulkan nyawanya lalu pergi menuju wastafel untuk mencuci muka.


"Tu cewek kenapa lagi sih? berisik banget. Heran gue" gerutu Alex sambil berjalan keluar kamar menuruni tangga.


"Hah Api" gumam Alex.


Seketika Alex syok saat menyaksikan api yang menyala menjulang ke atas diwajan dan juga melihat Afifah yang sedang berteriak seperti orang kesetanan.


"KEBAKARAN TOLONG!! KEBAKARAN, DAPUR GUE KEBAKARAN" begitulah teriakan Afifah menjerit histeris sambil berlari kesana kemari.


Tampak Afifah berlari menuju kamar mandi yang ada didapur untuk mengambil air. Setelah itu Afifah kembali sambil membawa baskom ditangannya dan berjalan kearah kompor lalu Afifah berancang ancang akan menyiramkan air baskom itu ke wajan.


Alex yang melihat itu langsung berlari ke arah Afifah.


"FI, JANGAN! BAHAYA"


Byuurr


Wusshh

__ADS_1


Seketika api menyala semakin besar saat terkena air yang dilemparkan Afifah. Dengan cepat Alex segera menarik tangan Afifah agar menjauh dari sana lalu memeluknya erat.


"Gila ya lo!! kalo ada api jangan disiram air nanti malah tambah gede" seru Alex.


"Kalo nggak disiram air terus diapain? masa di tiupin" balas Afifah.


Pletak


Alex langsung menjitak kepala Afifah membuat Afifah meringis.


"Ya nggak gitu juga konsepnya. Ya kali api segede itu mau lo tiupin, yang ada sebelum apinya padam bibir lo gosong duluan" ucap Alex.


"Terus diapain? " tanya Afifah.


"Di kasih kain basah" jawab Alex


"Sorry, gue nggak tau"


"Lo nggak papa? " tanya Alex khawatir sambil memeriksa tubuh Afifah dari atas sampai bawah.


"Nggak papa. Tapi itu apinya makin besar, gimana ini?" jawab Afifah.


"Lo duduk disini aja. Biar gue yang padamkan apinya" perintah Alex sambil mendudukan Afifah disofa ruang keluarga.


"Wolf, jangan nekat, bahaya tau"


"Tenang aja. Gue bisa kok, lo nggak perlu cemas gitu" jawab Alex lalu berjalan kembali menuju dapur.


Setelah sampai disana Alex langsung mematikan kompor dan melepaskan tabung gas lalu mencopot kaos yang ia pakai kemudian dia rendam diair.


Setelah itu Alex berjalan ke arah wajan yang masih mengeluarkan api dan menaruh kaos basahnya itu diatas wajan. Lama kelamaan api mulai padam.


Mereka berdua langsung bernafas lega. Karna api nya tidak sampai merambat kemana mana.


.


Jangan lupa Like Komen 🤗


Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙

__ADS_1


jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂


See You Next Episode 😘


__ADS_2