WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 63 : penyebab trauma alex


__ADS_3

"Terserah apa kata lo, yang jelas gue udah nggak suka sama lo. Lagian gue udah tunangan sama orang jadi lebih baik mulai sekarang lo pergi dari kehidupan gue dan jangan usik keluarga gue lagi!" tegas Brian.


Jedar. Bagai disambar petir, wanita itu yang mendengar Brian sudah tunangan langsung kaget setengah mati.


"Bi, lo bohongkan sama gue hm? ini hanya bercanda kan, lo nggak mungkin ninggalin gue kan. Katakan sama gue ini cuman candaankan"


"Nggak ini beneran, gue emang udah tunangan dan dua tahun lagi gue bakal nikah"


"Kenapa Bi kenapa, hiks.. hiks.. kenapa lo tega sama gue" tangis pecah gadis itu memukul dada Brian.


"Gue tega? yang ada elo yang tega. Udah manfaatin cinta tulus gue buat bikin perasahaan papa lo naik bahkan lo juga hampir bikin perusahaan Daddy gue hancur. Lalu sekarang lo datang-datang bilang gue tega? hahaha lucu sekali" tawa Brian.


"Baik, jika gue nggak bisa dapetin elo maka orang lain juga nggak boleh ada yang bisa dapetin elo sebab lo itu milik gue" ucap wanita itu dengan mata merah tajam yang kini berjalan mendekat ke arah Brian.


"Eh mau ngapain lo?" ucap waspada Brian melihat aura berbeda dari mantannya.


"Hahaha.. hari ini lo harus mati Brian! lo harus mati supaya elo dan gue nggak ada yang misahin" seru wanita itu dengan tawa mengerikan yang kemudian mengambil sebuah pistol dari balik jaketnya.


"Lo mau apa! jangan gila ya lo, itu benda berbahaya dan itu akan melukai kedua adik kembarku" ucap Brian sedikit merinding sambil melirik ke arah Alex dan Juan.


"Bersiaplah untuk mati Brian" ucap wanita itu sambil mengarahkan pistol tersebut dan berancang-ancang akan menembaknya.


Juan yang saat itu sedang berdiri tepat dibelakang wanita itu dengan langkah terburu langsung berlari ke arah Brian.


"Abang awas.. "


DOOR


"JUAN... "


Satu tembakan melayang dan tepat mengenai kepala Juan yang saat itu berdiri di depan Brian untuk melindungi abangnya sehingga membuat kepalanya hancur dengan tubuh berlumuran darah.


Alex dan Brian segera berlari menghampiri mayat adiknya.


"Juan bangun, hiks.. hiks.. jangan tinggalin abang. Bangun sayang bangun" teriak Brian menggoyangkan badan adiknya.

__ADS_1


"Juan bangun, ayo bangun Juan jangan tinggalin Kak Alex juga. Nanti Mommy sama Daddy bakal sedih kalo lihat kamu seperti ini, hiks.. hiks.. bangun Juan" tangis Alex mendekap erat tubuh kembarannya yang sudah hancur.


"Dasar brengsek! beraninya lo celakain adik gue ha? sekarang lo harus tanggungjawab karena sudah membunuh Juan!" teriak Brian dengan rahang mengeras penuh amarah.


Glek.Seketika wanita itu merasa takut, melihat amarah Brian mendadak membuat tubuhnya merinding. Ia pun kemudian hendak berlari tapi sayang sebelum melangjah tubuhnya sudah di dekap erat oleh Brian sehingga membuat dia kesulitan bergerak.


"Mau kabur kemana lo hm? setelah membunuh adik gue lo mau lari kemana?" bisik Brian di telinga wanita itu untuk mencegahnya kabur.


Namun alih-alih berhasil, siapa sangka jika wanita itu malah menggambil pisau yang ada di dalam tasnya dan menusukkan ke dada Brian tepat di jantung.


Jleb


"Akkkhhh... "


"ABANG" teriak Alex histeris melihat dada sang Kakak tertancap pisau. Ia pun kemudian berdiri dan berlari menghampiri Kakaknya.


"Alex, Jangan kesini. Kamu harus kabur sebelum wanita iblis ini juga akan membunuhmu" cegah Brian yang masih sedikit sadar.


"Tapi bang, aku mau di sini aja. Aku nggak mau ninggalin abang dan Juan, hiks.. hiks.. aku ingin bersama kalian" tangis Alex.


"Jangan bodoh Alex! Jika kamu tetap berada disini nanti kau juga akan dihabisi dan kakak nggak mau itu terjadi. Kalo kamu juga terbunuh lalu bagaimana dengan Mommy sama Daddy? mereka akan sangat terpukul jika kamu juga ikut jadi korban. Sekarang lebih baik kamu pergi sejauh mungkin dari sini, jangan hiraukan abang. Nyawa kamu lebih penting dari pada abang, kamu harapan Mommy sama Daddy" teriak Brian sambil menahan tubuh mantannya agar tidak menghampiri adiknya walaupun dengan tenaga yang berkurang.


"Abang bilang cepatlah pergi dari sini Alex" teriak Brian lagi.


Akhirnya Alex menuruti perkataan kakaknya, ia langsung berlari secepat mungkin dari sana. Dan benar saja, setelah Alex pergi wanita itu langsung mengejar Alex sambil mengacungkan pisau ke arahnya.


"Jangan lari anak bodoh! sini kau, hari ini kau juga harus mati!" teriak wanita itu.


Alex yang panik tentu saja segera mempercepat langkahnya sampai di tengah jalan ia bertemu dengan para warga dan polisi yang kebetulan sedang ada di sana. Alex pun langsung memberitahukan kejadian yang menimpa dia barusan dan polisi segera menindaknya.


Sejak kejadian itu, setiap hari Alex terus saja mengurung diri di kamar, ia tidak mau keluar bahkan bertemu dengan siapapun kecuali orang tuanya. Kata dokter Alex menderita gynopobia yang mengakibatkan dia trauma berat sehingga membuat keadaan dirinya seperti ini.


Kejadian pembunuhan yang menimpa abang Brian dan adik kembarnya Juan membuat pemikiran Alex terhadap wanita menjadi berbeda, dia menganggap semua wanita di dunia adalah iblis kejam. Sosok penjahat yang dengan tega merebut paksa kebahagiaannya dan membuat keadaan mental dalam dirinya menjadi lemah.


Itu mengapa selama ini dia kenal dengan pria sadis yang mana dia akan menghajar tanpa ampun wanita yang sudah mengusik ketenangan dirinya.

__ADS_1


Bayangkan saja diusia Alex yang baru menginjak usia 8 thn dia harus menyaksikan secara langsung bagaimana abang dan adik kembarnya meninggal secara tragis karna dibunuh orang menggunakan benda tajam tepat didepan matanya.


Anak kecil yang masih sangat dibawah umur dan sangat polos harus melihat adegan kejam secara nyata.


Adegan yang seharusnya tidak boleh dilihat anak seumuran Alex yang mana mental dan batinnya masih sangat labil dan sensitif. Jadi tak heran jika Alex menderita trauma setelah kejadian tersebut.


FLASHBACK OFF


🖇🖇🖇🖇🖇


"Jadi gitu ceritanya, itu sebabnya gue benci wanita karena setiap gue deket trauma gue selalu kambuh sebab terbayang kembali akan kejadian masa lalu" ucap Alex menunduk dengan mata berkaca-kaca.


"Jika begitu kenapa kalo lo sedang sama gue, lo nggak bereaksi apa-apa?" tanya afifah


"Gue juga nggak tau, tapi gue merasa nyaman saat deket sama lo dan perlahan gue merasa trauma gue udah sembuh sejak gue nikah sama lo" jawab Alex.


Afifah mengangguk.


"Terus apa karena ini juga sejak sore lo murung dan diam?" tanya Afifah.


"Hm karena besok tepat 10 tahun kematian bang Brian dan Juan" jawab Alex yang kini dengan perlahan air matanya mulai keluar.


Rasanya sudah tak sanggup menahannya, rasa sakit akan kejadian lalu masih membekas di hatinya. Dia tak menyangka jika hari itu adalah hari di mana dia terakhir kali bertemu dengan saudaranya.


*Wtf! demi apa? dia nangis. Ya tuhan sepetinya Alex sangat terpukul banget dengan kejadian dulu makanya dia sampai nangis begini. Gue jadi kasian lihatnya, kejadian yang menimpa dia hampir mirip sama gue* batin Afifah.


Dia kemudian menarik tubuh suaminya dan memeluknya erat berharap suaminya bisa lebih tenang.


"Wolf, gue nggak akan bilang sabar atupun ikhlas, karena gue sendiri juga pernah ngrasain rasanya kehilangan saudara kandung, rasanya itu benar-benar sakit, tapi gue cuman minta lo untuk tetap kuat. Apapun yang terjadi jangan sampai down" bisik Afifah di telinga suaminya.


"Kalo lo mau gimana kalo besok kita pergi ke makam bang Brian sama Juan. Kita ziarah bareng kesana sekalian gue juga mau ngenalin diri sama mereka, gimana? lo mau kan?" lanjut Afifah bertanya dan di jawab anggukan kepala oleh Alex.


lalu Alex pun tidur menyamping dengan kepala yang berada diatas perut Afifah dan Afifah mengelus rambut alex agar ia cepat tidur.


_________________________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen vote gitu biar Author makin semangat updet😁


__ADS_2