
"wolf, kemarin lo itu salah paham sama gue, yang chat gue kemarin itu pak budi ( pengawal pribadi keluarga Afifah )" ucap afifah yang mendudukan dirinya didepan alex
saat ini mereka berdua sedang duduk diruang keluarga dan mereka baru saja pulang dari sekolah.
"gue udah tau." ucap alex sambil merebahkan tubuhnya diatas sofa
"ha! dari mana lo tau. " ucap afifah
Flashback on
saat pulang sekolah alex mengikuti afifah dari belakang karna ia tahu kalau saat ini pasti afifah akan bertemu dengan orang yang kemarin mengirim pesan suara itu.
saat afifah dan orang itu sedang berbicara, Alex menguping dan bersembunyi dibalik tembok yang berada disamping afifah dan orang itu berdiri.
"non ini barang yang non minta kemarin sama saya. " ucap pak budi sambil memberikan sebuah kardus yang berukuran sedang.
"makasih ya pak, maaf Afifah jadi ngrepotin pak budi. " ucap afifah sambil menerima kardus itu
"nggak kok non, kan ini juga merupakan tugas dan kewajiban saya untuk melayani non afifah. " ucap pak budi
"oh ya pak, papa sama mama kapan pulang nya ya, afifah rindu sama mereka. " ucap afifah
"kata tuan sih, mereka akan pulang minggu depan, soalnya sekarang mereka lagi ada urusan dikota y." ucap pak budi menjelaskan
"yah padahal Afifah sudah kangen banget sama mereka, sejak afifah menikah sampai sekarang, afifah belom pernah ketemu karna waktu itu setelah afifah menikah mereka langsung pergi keluar kota untuk bisnis. " ucap afifah sedikit kecewa
"sabar aja non, kan minggu depan mereka pulang, nanti non kan bisa main kesana. " ucap pak budi
__ADS_1
"tapi seminggu itu lama pak budi. " ucap afifah
"oh ya, tadi non dapat salam dari bik mar( pelayan )
sama pak satpam katanya mereka kangen sama non." ucap pak budi
"oh ya, sebenarnya afifah juga kangen sama semua orang yang ada dirumah, karna biasanya afifah selalu bermain dan bercerita sama mereka tapi sekarang udah nggak bisa soalnya kan afifah udah pisah rumah." ucap afifah bersedih
"kalo gitu afifah pulang dulu ya pak, sampaikan juga salam saya sama mereka semua bilangin sama mereka kalo afifah rindu. " ucap afifah sambil memeluk pak budi
"pasti saya sampaikan, non juga harus jaga kesehatan dan hati² kalo bawa motor jangan ngebut²." ucap pak budi sambil melepaskan pelukannya.
"siap pak. " ucap afifah tersenyum lalu melajukan motornya.
sedangkan alex, saat ini ia juga tengah mengemudikan mobilnya setelah menguping pembicaraan Afifah dan pak budi.
*ternyata yang chat kemarin pak budi, berarti gue udah salah paham dong sama tu cewek* batin alex
"gue minta maaf ya, soalnya gue udah nuduh lo dan udah ngebentak lo. " ucap alex yang kini merubah posisinya dari berbaring menjadi duduk
"santai aja kali, gue maafin kok. " ucap afifah
"thank ya udah maafin gue, oh ya itu apaan yang didalam kardus?. " tanya alex sambil menunjuk kearah kardus yang tadi diberi sama pak budi
"oh ini, ini tu isinya boneka kesayangan gue. " jawab afifah sambil membuka kardus tersebut dan mengeluarkan isinya lalu menaruhnya diatas meja
__ADS_1
"boneka tupai!." ucap alex saat melihat isi kardus itu
"iya, lucukan bonekanya." ucap afifah
"lo suka sama tupai ya?. " tanya alex
"yup, karna tupai itu lucu, imut, nggemesin dan-." ucap afifah terpotong karna alex menyautinya
"dan licik. sama kayak lo. " ucap alex
"enak aja, gue nggak pernah licik ya jangan sok tau lo. " ucap afifah kesal
"lo itu emang licik, tapi lo nya aja yang nggak peka sama sifat lo sendiri. " ucap alex sedikit berteriak karna ia sedang berjalan menuju kedapur untuk masak makan siang
"dasar serigala ngeselin. " teriak afifah
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersanbung