
Diki terus menyeret Mila sampai dikantin. Ia lalu langsung melempar tangan Mila saat mereka sampai dimeja tempat dimana Iza dan Aska berada.
"Kurang ajar! udah diseret kayak sapi eh sekarang main lempar aja. Bener bener bikin orang emosi ya lo" seru Mila pada Diki.
"Lihat nih tangan gue sampe merah tau, kalo patah gimana haa?" lanjut Mila yang masih kesal sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang merah.
"Patah ya disambung. Gitu aja pake nanya" jawab ketus Diki membuat Mila semakin kesal.
"Agghttt dasar anak kadal, ngeselin banget sih lo? jawab mulu kalo dikasih tau, Gemes benget gue pengen motong dan hancurin mulutnya biar nggak asal jeplak aja kalo ngomong" ucap Mila.
"Heh. lo berdua kenapa sih? setahu gue kalo ketemu ribut mulu lo" ucap Aska yang sedari tadi melihat Mila dan Diki yang berada disampingnya.
"Iya nih, lama lama lo berdua kayak Alex dan Afifah loh. Dimana mana selalu adu mulut, nggak capek apa lo berdua kayak gitu" sahut Iza yang juga sedari tadi melihat mereka berdua.
"Enak aja lo main samain gue sama pasutri gila itu. Ya enggak lah, otak gue masih waras" ucap Diki.
"Terus lo berdua ada apa? kenapa akhir akhir ini gue lihat selalu ribut. Padahal dulu lo berdua biasa aja?" tanya Iza.
"Ya gitu deh. Pokoknya tu anak kadal kalo sama gue selalu aja ngajakin gelud, kan resek" jawab Mila sambil mendudukan dirinya disamping Iza.
"Ada apa sih Dik? kok ni anak cicak sensi mulu perasaaan hari ini. Tadi dia sewot sama gue dan Alex eh sekarang ganti sewot sama elo" tanya Aska pada sahabatnya.
"Stress kali dia, gegara nggak bisa cari selingkuhan" jawab Diki.
"Yaelah gue kira kenapa taunya gagal dapet mangsa" ucap Aska berohria.
"Btw, kok lo cuman berdua aja. Afifah sama Alex kemana? tadi pas gue mau kesini lo masih berempat didalam kelas kok sekarang tinggal berdua" tanya Iza pada Mila dan Diki.
"Nggak tau" jawab Mila.
"Yaelah Za, ngapain sih lo pake nanya keberadaan mereka berdua. Mereka itu nggak usah dicari, paling kalo nggak bolos ya gelud. Lo kan tau sifat mereka berdua, sehari aja nggak masuk ruang bk rasanya tuh berasa nggak ngunjungin surga. Gatel banget badan mereka kalo belum ketemu sama pak gendut" jawab Diki.
"Iya juga ya, gue yakin pasti kalo nggak sekarang ya habis istirahat akan ada panggilan spiker yang meneriaki nama mereka. 100% gue yakin banget, kalo nggak percaya lihat aja sendiri" ucap Iza.
...-_-_-_-_-_-_-_-_-_-...
Disisi lain, setelah Afifah mengantar Alex mengumpulkan tugas kimia nya diruang guru, dia lalu pergi menuju toilet karna tiba tiba saja dia kebelet pipis.
Afifah pergi dengan berlari membuat Alex juga ikut berlari menyusul karna takut terjadi apa apa dengan istrinya mengingat saat ini mereka sedang berada diwilayah sekolah yang artinya Justin juga berada disana dan pastinya jika Afifah bertemu dengan Justin maka besar kemungkinan depresi Afifah akan kambuh.
"Ngapain lo ngikutin gue" seru Afifah ketika sampai didepan pintu toilet dan melihat Alex berdiri disampingnya.
"Nganterin lo" jawab singkat Alex sedikit jongkok untuk mengatur nafasnya yang ngos ngosan setelah berlari.
"Nggak perlu, gue bisa pergi ke toilet sendiri. Mendingan lo pergi ke kantin aja sono sama yang lain" tolak Afifah mendorong tubuh Alex.
"Nggak, gue disini aja nganterin lo" ucap Alex.
__ADS_1
"Gue bilang pergi ya pergi" seru Afifah yang kembali mendorong tubuh Alex.
"Nggak mau Pai. Gue disini aja nganterin lo" tolak Alex.
"Lo nggak malu apa kalo misal nanti ada anak lain lihat elo berdiri didepan pintu toilet cewek?" tanya Afifah.
"Nggak selagi itu buat elo gue nggak akan malu" jawab Alex.
"Ck, keras kepala banget sih lo Wolf" decak sebal Afifah.
"Bodo amat, yang penting gue bisa selalu ada disamping lo bagi gue nggak masalah" balas Alex.
Afifah hendak membalas perkataan Alex tapi tidak jadi karna matanya tak sengaja melihat seseorang yang sangat dia kenal dan sedang tidak ingin dia temui. Siapa lagi kalo bukan Justin, cowok gila yang selalu bikin hidup Afifah menderita.
Justin tampak baru saja keluar dari ruang bk, mungkin hari ini dia berbuat masalah makanya dia dipanggil. Kemudian Justin berjalan dikoridor dimana Afifah dan Alex juga berada disana. Seketika Afifah langsung melototkan matanya.
*Jeje, aduh gawat nih. Kenapa gue harus ketemu sama tu anak gila sih, apalagi disini ada Alex. Bisa bisa mereka berdua baku hantam kayak kemarin. Nggak.. nggak.. nggak... gue nggak bisa biarin nih. Gue harus secepatnya bawa Alex pergi* batin Afifah panik.
Dengan cepat Afifah menarik tangan Alex masuk ke dalam toilet cewek membuat Alex kaget.
"Heh pai, lo apa apaan sih? ngapain lo bawa masuk gue ke dalam toilet cewek" cebik Alex kaget melihat tindakan istrinya yang dengan berani membawanya masuk ke dalam.
"Husttt... diem"
"Ya allah Pai, kalo mau pipis, pipis aja sendiri. Jangan bawa gue juga. Ya kali lo pipis gue lihatin, duh jangan ngaco lo Pai" ucap Alex kembali sambil menutup matanya seolah olah dirinya bagaikan pria baik yang tak mau melihat padahal sebenarnya dalam hatinya dia juga mau melihat tapi Alex takut nanti dia akan khilaf dan kelepasan melakukan hal itu pada istrinya.
Afifah menjitak kepala Alex sedikit keras saat mendengar ucapan ngawur suaminya membuat si empu mengaduh kesakitan. Pikirnya, bisa bisanya Alex berpikir mesum disituasi gawat darurat seperti ini.
"Sembarangan aja lo kalo ngomong. Be90 apa gue mau pipis didepan elo, ya enggak lah. Gue masih punya malu" seru Afifah geram.
"Ouhh kirain" ucap lega Alex.
"Makanya kalo ngomong jangan suka ngawur, dipikir dulu kek jangan asal. ceplas ceplos" cibir Afifah.
"Lagian elo sendiri juga main tarik gue masuk ke dalam sih, ya pantas aja otak gue traveling" balas Alex.
Afifah hanya melirik sinis lalu dia berjalan memdekat kearah pintu dan membukanya sedikit demi sedikit.
"Lagi ngintip apa Pai?" tanya Alex tepat ditelinga Afifah dengan jarak yang sangat dekat membuat Afifah terkejut.
"Aakkhhhgg" teriak reflek Afifah.
"Bangsat! bikin kaget orang aja lo, untung gue nggak jantungan" ucap Afifah sambil memegangi dadanya.
"Lebay" cibir sinis Alex.
"Lebay pala lo itu. Gue beneran kaget goblok! emang lo sendiri nggak akan kaget gitu kalo tiba tiba dipundak lo ada muka manusia dan ditelinga lo ada orang ngomong?" seru Afifah.
__ADS_1
"Ya kaget lah, namanya juga orang" balas Alex.
"Udah tau bakal kaget kenapa lo lakuin itu sama gue?! ahh.. bikin orang greget aja lo" ucap gemas Afifah.
Namun tak ditanggapi oleh Alex.
"Lo ada apa sih, ngapain lo ngajak gue masuk kesini? udah gitu segala acara ngintip ngintip lagi. Kayak detektif tau nggak" ucap Alex pada Afifah.
"Ada Jeje diluar" jawab Afifah sedikit berbisik.
"Apa Justin?! Justin ada diluar" teriak reflek Alex karna terkejut.
"Sialan! biasa aja kale, nggak usah teriak gitu juga. seneng banget bikin orang dag dig dug " ucap Afifah yang ikut terkejut mendengar suara teriakan Alex.
"Ya sorry namanya juga reflek" sahut Alex.
Afifah lalu kembali mengintip dipintu, dilihatnya luar kamar mandi keadaaannya sepi. Karna masih penasaran Afifah lalu berjalan keluar kamar toilet tapi tidak melihat siapa siapa. Sepertinya Justin sudah lewat.
"Gimana Pai? tu cowok brengsek masih ada atau nggak? " tanya Alex yang masih berada didalam. toilet.
"Udah nggak ada. Yaudah kalo gitu, lo buruan keluar. Gue mau pipis" usir Afifah sembari menarik tangan Alex.
"Pelan pela Pai, nggak usah kasar gitu napa" ucap Alex yang berhasil keluar dari dalam kamar mandi.
"Bodo amat" balas Afifah lalu masuk kedalam.
"Eh woy kok lo masuk sendiri? nggak ngajakin gue masuk nih? barang kali lo butuh bantuan gue" goda Alex cekikikan.
"Gue tabok lo kalo berani ikut masuk" ancam Afifah melototkan matanya dan langsung menutup keras pintu toilet. Alex yang melihat hal itu hanya tertawa.
___________________________________
👇👇👇
Maaf kalo ceritanya garing atau nggak seru dan ngebosenin🙏🙏.
Soalnya ngetiknya malam jadi ide ngehalunya kurang bagus dan kurang lancar.
Tapi insyaallah diepisode selanjutnya aku usahain yang terbaik agar nggak garing.
Jangan lupa tinggakan jejak😍.
Like komen gitu😁
Jangan cuman baca doang🙄.
See you next episode😘
__ADS_1
Bersambung....