
"JANGAN SENTUH GUE. GUE BENCI SAMA LO! DASAR PEMBUNUH!! "
Teriak Afifah sambil mendorong keras tubuh Justin membuat kepala Justin terbentur meja dan mengeluarkan darah.
"Maksut lo apa Vita?" tanya Justin sambil memegang kepalanya yang berdarah.
"Halah nggak usah sok polos deh. Gue bukan orang bodoh gue juga bukan orang beg0, lo kira gue nggak bakal tau apa kalo ternyata yang nabrak abang gue itu elo"
"Kenapa sih, kenapa lo tega bunuh bang Fian? dia salah apa sama elo, apa dia pernah bully elo? nggak kan, terus apa dia pernah mukul elo tanpa sebab? nggak juga kan. Lalu kenapa lo bunuh dia Je? kenapa?" teriak Afifah.
__ADS_1
"Maafin gue Vit, gue waktu itu nggak sengaja. Gue minta maaf, gue bener-bener nyesel karna pernah bunuh bang Fian dan juga pernah hampir perkosa lo" ucap Justin sambil mencoba memegang kaki Afifah namun langsung ditendang keras sama Afifah memnuat Justin kembali terjungkal kebelakang.
"Apa maaf? gampang banget lo ngomongnya. Lo pikir hidup gue bisa kembali bahagia setelah gue maafin, lo pikir abang gue juga bakal balik ke dunia lagi setelah gue maafin elo? nggak kan. Perlu lo tau ya Je, setelah lo bikin abang gue mati, hidup gue jadi sengsara. Setiap hari gue selalu kebayang bayangan abang gue dan itu sangat memyakitkan dihati gue"
"Lo nggak pernah tau rasanya ditinggal sama orang yang kita sayang apalagi orang itu saudara kita sendiri. Dan lo datang-datang langsung seenak jidatnya bilang maaf dan nyuruh gue lupain kejadian itu. Heh, nggak bakal ya. Gue akan tetap mengingat kejadian itu sampai gue mati. Lebih parahnya lo bikin keadaan gue jadi begini, gue selalu merasakan sakit tiap kali keinget masa lalu. Lo kira enak apa hidup dengan depresi, nggak Je, lo salah. Depresi itu nggak enak, ketika lo kambuh lo akan ngamuk kayak orang gila dan itu sangat merugikan banyak orang" teriak Afifah dengan air mata perlahan turun.
"Vita, gue juga sama kayak elo. Lo pikir gue bahagia setelah kejadian itu? nggak Vit, lo salah justru hidup gue selalu menderita. Selama lima tahun ini gue juga hidup sengsara, setiap jam setiap menit setiap detik gue selalu keinget sama kenangan elo, gue selalu kebayang kejadian itu dan lebih gue sesali adalah karna gue udah pernah khianatin cinta kita sama hampir memperkosa elo. Gue bener-bener dihantui rasa bersalah gue. Maka dari itu kenapa selama ini gue selalu berusaha mencari keberadaan elo dengan bolak balik pindah negara karna gue pengan minta maaf sama elo dan ngajak lo balikan lagi, gue janji nggak bakal ngelakuin hal sama. Tolong Vita, kasih gue kesempatan "
"Lo denger? gue nggak akan pernah maafin elo. Gue juga nggak sudi balikan lagi sama cowok bejat kayak elo. Hati gue nggak semulia dan sebaik malaikat jadi jangan samain gue sama cewek² diluaran sana yang bisa maafin masa lalu nya dengan tangan terbuka. Terserah lo mau ngatain gue apa, intinya gue benci sama elo dan akan selamanya membenci lo"
__ADS_1
"Vita, jangan kayak gini. Gue tau gue salah, gue tau gue itu orang jahat dan gue juga tau kalo gue itu cowok bejat. Tapi plesee.. Vita, kasih gue kesempatan. Gue pengen kita sama sama kayak dulu lagi. Gue kangen sama elo, gue rindu serindu rindunya sama lo Vit" tangis Justin dengan air mata yang mengalir deras dimatanya.
.
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
__ADS_1
See You Next Episode