
Cukup lama Mama Papa Mommy dan Daddy mencari keberadaan mantu dan anak mereka namun belum juga menemukannya.
"Gimana pak Harry, apa anda melihat mereka berdua?" tanya Daddy Alex pada Papa Afifah.
"Belum, padahal kami sudah mencarinya kemana-mana tapi belum ketemu" jawab Papa Afifah.
"Ya ampun.. dua bocah nakal itu pergi kemana sih, baru sembuh juga udah keluyuran. Bikin orang khawatir aja" ucap Mommy Alex cemas sambil mengusap wajahnya dan menyibak rambutnya ke atas.
"Sabar Mom, kita cari lagi aja, barang kali ketemu sama mereka" ucap Daddy Alex menenangkan.
"Pa, apa kita coba cari mereka dikolam, mungkin aja mereka lagi berenang" ucap Mama Afifah.
"Eh iya, kita kan belum ngecek kesana. Mungkin aja mereka beneran ada disana" ucap Papa Afifah.
"Kalo gitu tunggu apa lagi, ayo kita segera kesana" ucap Mommy Alex.
Mereka pun mencari pergi menuju ke kolam namun sampai disana mereka berempat tidak menemukan siapa pun.
Kemudian mereka memutuskan untuk pergi dari sana dan saat mereka hendak berbalik, samar-samar telinga mereka mendengar suara orang yang tertawa dari atap genteng diatas kolam.
lantas mereka mendongak keatas dan betapa terkejutnya Mommy, Daddy, Mama, dan Papa saat tahu bahwa suara tawa dari atap genteng itu berasal dari anak dan mantu mereka yang super duper nakal, siapa lagi kalo bukan Alex dan Afifah.
Dua orang pasutri muda yang masih sangat kekanak kanakan dengan segala tingkah aneh dan konyolnya tampak sedang duduk santai diatas genteng sambil ketawa ketiwi.
"Ya ampun... Alex Afifah" teriak Mama dari bawah dari bawah.
"Astagfirullahaladhim... kalian ngapain disana haa? nanti kalo kalian jatuh gimana? kalian kan habis sembuh dari sakit" ucap Mommy Alex yang juga berteriak dari bawah.
"Loh Mom Dad, kok kalian bisa ada disini? Kapan datangnya?" tanya Alex.
"Kalian Ngapain ha? duduk diatas genteng? Cari mati ya? Atau mau bunuh diri?. " bukannya menjawab pertanyaan Alex, Daddy Justru kembali bertanya dengan nada geram.
"Ya nggak lah Dad! Gila apa, masa kita mau bunuh diri. Kita ini sedang duduk santai Dad sambil makan mie instan dicup" jawab santai Afifah.
"Ya allah... bener-bener barbar ya kalian berdua? Cuman makan makanan begituan kenapa harus naik dan duduk diatas genteng. " tanya Papa Afifah.
__ADS_1
"Ya nggak Papa lah Pa, kita cuman pengen cari suasana baru. Lagian disini tempatnya enak dan sejuk banget, apalagi kalo liat senja dari sini. Wahh.. makin indah banget, ya nggak Wolf " ucap Afifah.
"Iya bener banget, disini enak kok Mom, Dad, Ma, Pa, kalo kalian nggak percaya, coba aja naik. Alex jamin pasti kalian juga suka. Suasana baru gitu" timpal Alex.
"Suasana baru gundul mu?! Kalo kalian jatuh gimana haa?! Sekarang kalian turun" peirntah Mama Afifah.
"Nggak mau ah Ma, enakan dan nyaman diatas disini. " tolak Alex.
"Mama bilang turun!" ucap Mama Afifah lagi.
"Ih Mama... kan udah dibilangain kita nggak mau turun, nanggung ini ma, makanannya tinggal sedikit lagi" ucap Alex yang kembali menolak.
"Mama bilang turun nggak! Kalo kalian nggak mau turun juga, Mama akan cari tongkat lalu Mama akan pukul kalian dari bawah, biar sekalian jatuh kebawah, mau kalian haa?" ancam Mama Afifah.
"Mama ih, tega banget sih sama anaknya" gerutu Afifah.
"Biarin, kalo perlu Mama pukul aja sekalian tangga yang ada disana biar kalian nggak bisa turun" ucap Mama Afifah.
"Udah jeng jangan marahin Afifah, dia nggak salah. Yang salah itu Alex jeng" ucap Mommy Alex pada Mama Afifah.
"Enak aja gue lo salahin, ini semua salah elo. Elo kan tadi yang bilang kalo makan mi instan sambil duduk diatas genteng enak kali ya" ucap Afifah meniru gaya bicara Alex.
"Gue kan cuman bilang doang tapi elo kan yang ngajak kita naik. Jadi ini semua salah elo" balas Alex.
"Ya sama aja ini semua salah lo, kalo lo nggak bilang gue juga nggak akan ngajak naik beneran" ucap Afifah.
Alex ingin membalas perkataan Afifah tapi suara Mama mengurungkan niatnya.
"Afifah! kamu itu udah jelas salah tapi masih aja nyalahin Alex" sahut Mama Afifah dari bawah.
"Kok jadi aku sih Ma, ini tu salah dia" ucap Afifah.
"Enggak, Mama lebih percaya sama Alex ketimbang kamu. Kalo Alex bilang kamu pasti emang beneran kamu, Alex kan mantu baik jadi nggak mungkin dia bohong" ucap Mama Afifah membuat jiwa narsis Alex menigkat drastis.
"Nah kan denger sendiri kan lo, Mama lebih percaya sama gue ketimbang sama elo karna gue anaknya baik, jujur, udah gitu ganteng lagi. Mantu idaman Mama Papa nih" ucap Alex berbangga diri membuat Afifah kesal melihatnya.
"Biasa aja kale.... mentang-mentang Mama lebih milih elo daripada gue, sombong banget" cebik Afifah sinis.
__ADS_1
"Iri bilang boss!" balas Alex dengan wajah songgong membuat Afifah semakin kesal.
"Enggak jeng, menurut saya ini salahnya Alex. Pasti dia yang ngajak Afifah naik duluan, secara Alex itu kan suka bikin masalah jadi udah pasri dia yang salah, mantu kesayangan saya nggak mungkin nekat seperti itu" ucap Mommy Alex membela Afifah membuat wajah Alex yang semula songong kini menjadi spechless.
"Mommy kenapa sih selalu aja nyalahin aku dan lebih milih dia. Aku ini anak Momny loh, harusnya Mommy itu belain aku bukan dia, malah Mama yang belain aku" ucap Alex.
"Napa sih lo sewot banget, biarin aja Mommy lebih milih bela gue. Lagian Mama juga lebih milih belain elo dari pada gue, kan biar adil gitu. Mama bela elo sedangkan Mommy bela gue" ucap Afifah.
"Kenapa nggak sekalian aja tuker ibu, jadi nanti Mommy jadi ibu lo dan Mama jadi ibu gue kan kata lo biar adil, jadi kita sama² bisa rasain kasih sayang mereka sepenuhnya sebagai anak bukan sebagai menantu kesanyangan dan menantu idaman" balas Alex dengan nada cuek.
"Wahh.. ide bagus tuh, pasti lebih enak dan seru kali ya kalo kita tukeran ibu. Yaudah yok mulai sekarang kita resmi tukeran ya" ucap Afifah antusias menganggap candaan Alex serius.
"Boleh, jadi mulai detik ini Mama punya gue dan Mommy punya elo" jawab Alex menyetujui membuat para orang tua yang melihat dari bawah langsung tepuk jidat dengan kelakuan anak dan mantu mereka.
"Astaga.. punya dosa apasih aku sebenarnya, kenapa punya anak dan mantu sifatnya sama gesrek dan barbar kayak gini" ucap tobat Papa Afifah seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Duh makin ngawur nih dua anak itu kalo ngomong, nggak bisa dibiarin nih, bisa-bisa mereka makin ngawur lagi kalo nggak segera dihentikan" ucap Daddy Alex.
"Alex Afifah, sekarang juga kalian turun dari atas genteng sana" lanjut Daddy Alex sedikit berteriak.
"Nggak mau Dad, kita masih pengen disini sampai senja nya hilang" jawab Alex dan Afifah barengan.
"Daddy bilang turun, kalo kalian nggak mau turun Daddy bakal buat kalian turun dengan sendirinya menggunakan cara Daddy sendiri" ancam Daddy sambil menatap tajam mereka membuat Afifah dan Alex langsung diam tak berkutik.
Mereka berdua pun akhirnya turun dari atas genteng sana. Monny, Mama, Papa, dan Daddy bernafas lega karna anak dan mantunya mau juga disuruh turun.
_____________________________________
Ayo dong man teman, kencengin lagi Like komennya biar aku juga makin semangat buat up bab selanjutnya.
Jangan cuman baca aja tanpa ninggalin jejak, aku cuman minta like kalian semua dan komen sama vote bagi yang mau, cuman itu aja kok nggak minta yang lain.
Jadi mulai sekarang kalian tinggalin jejak ya kalo habis baca, like doang juga nggak papa yang penting kalian udah mau ninggalin jejaknya disini😍😁.
See you next episode😘
Bersambung....
__ADS_1