WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 145 : Hadapi gue dulu


__ADS_3

Reza menuntun Justin secara perlahan. Saat sampai didepan apartemen miliknya, Reza terlebih dahulu masuk ke dalam untuk meletakkan belanjaan yang sempat dia beli tadi.


Setelah itu baru kembali menuntun Justin masuk ke dalam apartemen miliknya. Reza mendudukan Justin diatas sofa lalu dia ikut duduk disampingnya.


"Sekarang kasih tau gue, kenapa lo bisa luka kayak gini? Parah banget tau nggak keadaan lo itu" tanya Reza sambil melihat tubuh Justin.


"Tadi gue habis ketemu sama Vita dirumah nya" jawab Justin.


"Vita? Vita siapa? " tanya Reza bingung.


"Vita, sahabat plus pacar gue yang pernah gue ceritakan sama lo yang selama lima tahun menghilang" jawab Justin.


"Lah terus masalahhya apa, harusnya lo seneng dong karna bisa ketemu sama dia tapi kenapa muka lo kesel. gitu. Terus ini juga kenapa bisa luka, lo habis kecelakan atau gimana? " tanya Reza.


"Awalnya gue seneng karna gue akhirnya bisa ketemu sama dia tapi saat gue ngajak dia bicara tiba-tiba aja dia ngamuk sama gue, dia terus menyerang gue sampai tubuh gue luka luka kayak gini, dia juga sempat ingin mau bunuh gue namun sayangnya usahanya selalu gagal" ucap Justin menjelaskan.


"Hah. Mau bunuh elo? tapi kenapa, bukanya selama ini lo bilang kalo lo dan Vita itu saling cinta tapi kenapa lo malah dilukain sama dia? " tanya Reza sedikit kaget.


"Karna dia udah ada cowok lain, dia udah punya pacar baru dan lo tau nggak siapa pacar barunya itu? " tanya Justin.


Reza menggeleng.


"Emang siapa? " tanya Reza.


"Alex, pacar barunya Vita itu Alex. Anak kelas XII-3 itu, cowok cuek yang selalu jadi idola para cewek disekolah, itu pacar barunya Vita" jawab Justin sambil mengepalkan tangan.


"Lo jangan ngada-ngada ya, Alex itu pacarnya Afifah. Dia Lakinya Afifah, nggak mungkin dia punya cewek selain Afifah" ucap Reza.


"Tapi itu emang kenyataannya, gue nggak ngada-ngada. Pacar barunya Vita itu emang beneran Alex" ucap Justin.


"Justin, lo jangan sembarangan. Alex itu lakinya Afifah, dia nggak mungkin selingkuh dibelakang Afifah" ucap Reza sedikit kesal.

__ADS_1


"Kalo lo nggak percaya nih gue tunjukin gambar foto mereka berdua" ucap Justin sambil mengeluarkan ponselnya lalu memberikan pada Reza.


"Bangs*t! lo mau ngibulin gue? mana fotonya Vita cewek lo itu, disini nggak ada. Yang ada malah foto nya Afifah sama Alex" ucap Reza seraya melempar kembali ponsel milik Justin setelah melihatnya.


"Karna sebenarnya Vita itu Afifah. Dia sahabat dan pacar gue yang selama ini gue cari" jawab Justin.


"Maksutnya? " tanya Reza tidak paham.


"Lo nggak akan ngerti, ceritanya panjang. intinya dia adalah Vita yang selama ini gue cari dan gue akan merebutnya kembali dari cowok penikung itu" ucap Justin tersenyum smirk.


"Maksut nya lo mau merusak hubungan mereka berdua? supaya Afifah balik lagi sama lo?" tanya Reza.


"Benar sekali. Cepat atau lambat gue bakal pastiin kalo hubungan mereka bakal hancur berantakan" jawab Justin.


"Jangan gila ya. Gue nggak akan mau jadi teman lo kalo sampe lo berani merusak hubungan Afifah sama Alex" ucap Reza sedikit kesal.


"Terserah, gue nggak peduli. Bagi gue yang paling penting adalah gue bakal rebut kembali Vita dari cowok penikung itu, karna dia pacar gue bukan pacar dia" ucap Justin.


"Nggak. Lo pasti bohong kan. Vita nggak mungkin nikah sama cowok lain, Vita itu milik gue dan yang akan jadi suaminya itu cuman gue" ucap Justin sambil menatap tajam Reza.


"Terserah lo mau percaya atau nggak. Yang pasti mereka berdua emang sudah menikah dan usia pernikahan mereka baru 3 bulan"


"Gue tau, pasti ini cuman akal-akalan lo aja kan. Gue tau Za, lo suka kan sama Vita. Lo cinta kan sama Vita, pasti lo sengaja bilang kayak gini supaya gue percaya dan mundur biar lo nggak ada saingannya kan. Jadi jika nanti Alex sama Vita putus lo bisa langsung jadian sama Vita tanpa harus bersaing lagi kan" ucap Justin.


"Tutup mulut lo ya. Gue nggak selicik dan sepicik itu. Yang gue omongin ini emang benar kalo Afifah dan Alex memang sudah menikah" bentak Reza sambil menatap tajam.


"Dan ya memang benar yang lo bilang tadi. Gue emang suka sama Afifah, gue emang cinta sama Afifah. Tapi gue nggak pernah sedikitpun terlintas dikepala gue buat rusak rumah tangga mereka" lanjut Reza.


"Cinta gue sama cinta lo itu beda. Gue sama Vita itu cinta mati, sedangkan lo itu cuman cinta monyet. Lo nggak akan pernah tau dan nggak akan pernah rasain apa yang gue rasain saat tau bahwa Vita udah punya cowok lain" teriak Justin.


"Lo salah, cinta gue sama Afifah itu tulus. Gue juga pernah rasain patah hati sama kayak lo saat tau bahwa ternyata Afifah dan Alex itu udah nikah. Bahkan gue sampai menderita depresi ringan selama beberapa hari, tapi untungnya gue segera sadar dan bangkit dari rasa patah hati itu" ucap Reza yang juga berteriak.

__ADS_1


"Vita cinta pertama gue, Vita sabahat gue dan Vita juga pacar gue. Rasa cinta lo sama Vita itu nggak sebesar rasa cinta gue. Jadi jangan samakan gue sama diri lo Za. Pokoknya Gue akan tetap rebut kembali cinta gue dari cowok penikung itu" ucap Justin.


"Perlu lo tau ya Justin! cinta itu tak harus memiliki. Jadi jika kita benar-benar cinta sama seseorang maka kita nggak bisa paksain dia buat jadi milik kita, karna belum tentu dia akan bshagia jika kita bersamanya, bisa jadi dia lebih merasa senang dan bajagia saat bersama pasangan yang lama" bentak Reza.


"Gue yakin, Vita pasti akan lebih bahagia jika bersama gue dibandingkan saat bersama cowok penikung itu. Karna sejak kecil kita sudah terbiasa bersama, kita selalu jalan berdua, bermain berdua, bahkan tidur pun berdua. Gue yakin seratus persen jika Vita itu akan lebih bahagia bersama gue" ucap Justin.


"Masa lalu bukan jaminan kebahagiaan seseorang. Kita nggak bisa ambil kesimpulan hanya karna masa lalu. Disini yang kita lihat adalah rasa nyaman, kalau Afifah lebih nyaman sama Alex itu berarti kebahagiaan dia ada pada dia. Tapi jika Afifah merasa terusik atau terganggu dengan kehadiran Alex itu berarti Afifah nggak bahagia bersama Alex. Tapi. menurut penglihatan gue, selama ini gue selalu melihat Afifah lebih banyak tertawa jika bersama dengan Alex, gue juga lihat Afifah lebih nurut sama Alex ketimbang ortunya sendiri. Dan itu semua udah bisa jadi bukti kalo Afifah lebih bahagia hidup bersama Alex"


"Vita milik gue dan selamanya hanya akan menjadi milik gue. Dia nggak boleh lebih merasa bahagia bersama cowok lain ketimbang sama gue. Dia juga nggak boleh cinta sama cowok lain kecuali gue karna hati Vita cuman gue yang boleh milikin bukan cowok lain. Pokoknya gue akan tetap merebut apa yang sudah menjadi milik gue sejak dulu" teriak Justin.


"Cukup Justin! kalo sampe lo berani merusak rumah tangga Alex dan Afifah maka lo harus berhadapan terlebih dahulu sama gue. Lo denger? lo harus lawan gue terlebih dahulu sebelum lo merusak hubungan mereka. Camkan itu baik-baik Justin" bentak Reza sambil mengacungkan jari telunjuk tepat didepan wajah Justin.


Brak


Reza menggebrak meja Justin dengan keras sebelum akhirnya memutuskan keluar dari apartemen Justin.


"Aghhhtttt... bagaimana pun resikonya, gue nggak akan pernah merelakan Vita dengan cowok penikung itu. Cepat atau lambat gue bakal pastiin jika gue akan bisa membuat hubungan mereka hancur" ucap Justin sambil mengepalkan tangnnya.


Sedangkan Reza, setelah keluar dari apartemen Justin, Reza kemudian masuk ke dalam apartemen miliknya lalu pergi menuju kamar dan berdiri dibalkon.


*Gue nggak akan biarin siapa pun merusak hubungan Afifah dan Alex sekalipun itu temen gue sendiri. Karna menurut gue kebahagiaan Afifah itu juga kebahagiaan gue.


Jadi kalo sampe ada yang berniat jahat buat merusak kebahagiaan Afifah, maka mereka juga harus berhadapan dengan gue* batin Reza.


_____________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak🤗


Like komen gitu😍.


Jangan cuman baca aja tapi tinggalin jejak juga ya. Lagian like komen itu gratis kok jadi jangan pelit pekit buat kasih jempolnya.

__ADS_1


See you next time😘.


__ADS_2