
Sayang bangun, jangan tinggalin gue. Katanya dulu kalo baby twins udah lahir lo mau nikah sama gue tapi kenapa sekarang lo malah pergi, gue mohon bangunlah. Gue nggak bisa hidup tanpa lo Vita, lo tau sendirikan kalo gue cinta banget sama lo jadi gue mohon bangunlah. Kasihani gue dan baby twins, nanti kalo lo nggak ada siapa yang akan merawat mereka?" bisiknya pelan dengan bibir bergetar sembari memeluk erat tubuh Afifah tanpa sadar jika ada sosok yang sedang menatapnya tajam.
"Elo! masih berani lo muncul setelah apa yang lo lakuin sama istri gue ha?" bentak Alex mengeram sembari mendorong kuat tubuh Justin hingga membuat pria itu jatuh terpental ke bawah.
"Maksud lo apa bilang kayak gitu sama gue?" balas Justin seraya bangun dari jatuhnya.
"Alah banyak bacot lo! lo pikir gue nggak tau, elo kan dalang dibalik semua ini? lihat akibat dari perbuatan lo, istri gue jadi korban. Afifah harus meninggal karena rencana licik lo, sekarang lo terima akibatnya. Hari ini juga lo harus mati ditangan gue hiya.. " teriak Alex sambil mengayunkan pisau itu dan mengarahkannya ke arah Justin.
"ALEX JANGAN" teriak histeris semua orang dan..
Jleb
"Akkhtt... "
Alex langsung menancapkan pisau itu ke tangan Justin membuat pria itu mengerang kesakitan.
"Sial kenapa malah meleset, tapi nggak papa gue bakal coba lagi pokoknya cowok bejat ini harus musnah hari ini juga" gumam Alex yang kembali mengayunkan tangannya.
"Hahaha selamat tinggal pria brengsek! hari ini adalah akhir kehidupan elo hiya.. "
"Astaga nak, jangan bunuh putra ku" teriak panik Jeff tiba-tiba datang dari arah pintu yang dengan cepat segera menahan tangan Alex.
__ADS_1
"Apa-apaan ini, lepasin gue!"
"Ya ampun Alex, om mohon jangan bunuh anak om. Dia nggak salah, kenapa kamu menghajarnya. Om tau kamu belum ikhlas dengan kepergian istrimu tapi jangan melampiaskan pada putraku juga. Dia tidak salah apa-apa" ucap Jeff berusaha menahan berontakan Alex yang sangat kuat.
"What nggak salah apa-apa? hahaha lucu sekali. Asal om tau ya anak om ini sumber kehancuran hidup istri saya. Dia sudah merusak kebahagiaan Afifah dan om dengan entengnya bilang jika anak om tidak bersalah?"
"Apa maksudmu bicara seperti itu?" ucap bingung Jeff dengan dahi berkerut.
"Hahaha om om, makanya kalo punya anak jangan terlalu dimanja. Walaupun itu anak om satu-satunya tapi juga harus dididik dengan benar agar tidak berbuat hal jahat"
"Memang anakku berbuat apa? Justin itu anak baik, dia tidak mungkin melakukan hal jahat"
"Lo jangan asal nuduh, gue bukan dalang dibalik masalah lo" seru Justin mengelak semua hal yang Alex katakan karena dia takut semua orang akan tau rencananya.
"Gue nggak asal nuduh, gue punya bukti. Lo lupa jika di gedung kantor gue ada cctv?" jawab Alex seketika membuat Justin diam membisu.
"Kenapa diam? lo takut hm, khawatir kalo ulah lo diketahui semua orang?" ledek Alex tersenyum miring.
"Emang Justin berbuat apa dan apa hubungannya dengan Afifah? bukannya selama ini dia dan gue yang selalu ada disaat Afifah sedang terpukul lalu kenapa lo bisa bilang kayak gitu?" tanya Reza penasaran.
"Karena dia dan Nela adalah penyebab dibalik semua ini. Mereka berdua yang merencanakan ini dari awal, semua yang terjadi selama ini itu sudah diatur oleh mereka" jawab Alex.
__ADS_1
"Apa? jadi semuanya rencana dia?" ujar Reza melototkan matanya.
"Hm, gue tadi udah lihat rekaman cctv gedung kantor daddy gue di sana terlihat jika Nela dan Justin sedang membicarakan tentang rencana mereka selama ini. Mereka bilang kalo semua yang terjadi diantara gue dan Afifah sudah mereka rencanakan dan sebentar lagi tujuan mereka akan berhasil karena gue dan Afifah akan segera cerai, itu berarti kejadian malam itu real jebakan dari mereka bukan karena gue sendiri sehingga membuat Afifah salah paham. Tapi sayang ucapan mereka tak sengaja terdengar oleh Afifah yang membuat Afifah marah besar.
Mereka sempat beradu cekcok sebentar sebelum Afifah berlari menjauh mungkin karena dia ingin menghampiri gue untuk minta maaf karena dari arah yang dia tuju itu mengarah ke jalan lantai paling atas dimana di sana tempat ruangan gue berada. Tapi sayangnya Nela mengejarnya dan membuat mereka saling mengejar dan pada saat di lantai dua Afifah dan Nela kembali bertengkar, dari yang gue lihat Afifah menendang kaki musuhnya, Nela yang tak terima pun hendak membalas namun naasnya dirinya malah terjegal ke depan sehingga membuat Afifah terdorong kebelakang dan jatuh kebawah.
Istri gue terjun bebas dari atas gedung yang mengakibatkan dia menjadi seperti ini. Gue nggak terima istri dan anak gue diperlakukan seperti itu, gara-gara perbuatan bejat mereka baby twins gue jadi korban. Mereka harus kehilangan sosok ibunya dari lahir sebelum mereka sempat merasakan sentuhan ibu mereka, anak gue jadi piatu. Gue nggak terima keluarga gue diperlakukan kayak gini" bentak Alex dengan rahang mengeras.
"Ja-jadi putriku meninggal karena Justin bukan karena jatuh terpleset sendiri dan semua penderitaan yang Afifah alami delapan bulan ini karena rencana mereka?" ucap Mama Afifah dengan suara bergetar.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
__ADS_1