WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 203 : Sakit hati


__ADS_3

Suara keributan kembali terdengar dari dalam rumah pribadi Alex dan Afifah. Keributan yang berasal dari pasangan muda yang tengah bertengkar.


Pagi ini Alex dan Afifah kembali ribut didalam rumah. Pertengkaran yang terjadi tadi malam nampaknya masih belum berakhir hingga sampai pagi mereka terus bertengkar. Sekarang ini mereka sedang sarapan dimeja makan.


"Cukup ya Lex, ini masih pagi. Lo jangan nyari ribut sama gue" seru Afifah seraya membanting sendok yang dia pegang.


"Kenapa jadi gue? yang nyari ribut duluan tu elo. Yang selingkuh kan elo jadi ngapain lo marah sama gue, harusnya disini yang marah itu gue bukan elo" balas Alex sedikit ngegas.


"Selingkuh? gue nggak pernah selingkuh Lex, lo jangan asal nuduh. Yang kemarin lo lihat itu cuman salah paham, berapa kali harus gue bilang haa? lo itu cuman salah paham. Lo cuman salah paham, selama ini gue sama sekali nggak pernah selingkuh" teriak kesal Afifah karna merasa jengah terus terusan dituduh oleh Alex.


"Terus gue harus percaya gitu sama omongan lo? heh Fi, orang jaman sekarang itu pada pinter pinter. Apalagi kalo soal akting dan memutar balikan fakta. Tapi sayang, akting lo nggak mempan sama gue" ucap Alex.


"Astaga siapa yang sedang akting, yang gue bilang itu emang beneran. Lo cuman salah paham, gue sama sekali nggak pernah main belakang" ucap Afifah.


"Cih, masih mau ngelak lagi, jelas jelas kemarin gue lihat dengan mata kepala gue sendiri kalo lo emang main belakang. Udahlah Fi, lo ngaku aja, jangan munafik gitu napa" ucap Alex.


"Perlu lo tau ya Fi, meskipun pernikahan kita hanya sebatas perjodohan bukan antara rasa suka sama suka, tapi jangan pernah selingkuh. Itu namanya lo telah menghianati janji pernikahan dan lo juga nggak ngehargain gue sebagai suami lo. Gue kecewa sama lo Fi, gue kecewa, gue juga merasa marah sama lo. Selama ini gue selalu baik dan selalu manjain elo karna gue sadar, kita berdua masih muda dan sama² belum dewasa jadi gue maklumin sifat lo berharap suatu saat lo bakal berubah lebih baik" ucap Alex menjeda sebentar sebelum kembali berkata.


"Tapi nyatanya apa? lo malah bikin gue sakit hati, gue benar benar sangat marah sama lo Fi. Semua yang gue lakuin ke elo selama ini lo balas dengan perselingkuhan. Hati gue terluka tau nggak? lo kalo jadi cewek jangan kelewatan kenapa sih. Dicium sama cowok lain aja mau, giliran diesentuh sama suami sendiri aja langsung ditolak. Kalo murahan ya murahan aja, jangan jadi jalang juga"


Plakkk


Afifah langsung menampar keras pipi kiri Alex hingga laki laki itu tertoleh kesamping bahkan jika saja dia tidak memegang pinggiran kursi mungkin saja Alex sudah terjatuh ke bawah.


"BRENGSEK!! TUTUP MULUT LO YA, GUE BUKAN JALANG..." bentak Afifah dengan mata berkaca kaca.


Habis sudah kesabaran dirinya mengetahui Alex suaminya untuk yang kedua kalinya mengatakan kata yang seharusnya tidak dia dengar. Sebuah kata yang amat sangat pedas dan menyakitkan kembali dia dengar dari mulut suaminya sendiri.

__ADS_1


"Asal lo tau ya, gue juga sakit hati sama lo. Lo pikir disini lo doang yang marah haa? gue juga marah kali. Bahkan gue sangat marah sama lo, Lo sebenarnya sadar nggak sih kalo ucapan lo itu bikin gue sakit hati. Perbuatan lo juga bikin gue kecewa, selama ini gue kira lo itu cowok baik tapi nyatanya apa? lo malah sebaliknya. Lo itu kejam tau nggak? lo itu jahat, gara gara ucapan dan perbuatan lo semalam depresi gue hampir aja kambuh, untung saja gue bisa mengendalikannya. Kalo tidak, mungkin aja sekarang gue udah gila" teriak Afifah dengan nafas memburu berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.


"Lalu lo kira gue bakal khawatir gitu? lo kira gue bakal kasihan sama lo haa? cukup ya Fi, untuk kali ini gue nggak mau lagi ngurusin elo. Mau lo benci kek mau lo marah kek terserah, gue udah nggak peduli. Bahkan jika depresi lo kambuh sekalipun gue juga nggak bakal peduli lagi sama lo" balas Alex yang kini sedang diliputi amarah dalam tubuhnya sehingg setiap kata yang ada didalam pikirannya lngsung dia ucapkan tanpa berfikir panjang.


Afifah yang mendengar ucapan Alex langsung tersentak kaget. Dirinya tidak menduga jika Alex akan memberikan respon seperti ini padanya.


Padahal dia kira nantinya Alex akan sadar dan tidak marah lagi padanya namun ternyata dia salah. Suaminya kini telah benar benar berubah, dengan senyum masam Afifah berusaha untuk tegar agar air matanya tidak keluar.


"Mulai sekarang apapun yang bersangkutan sama elo, gue udah nggak peduli. Terserah lo mau ngapain aja gue juga nggak bakal larang, intinya sekarang ini gue udah nggak mau lagi berurusan sama lo" lanjut Alex kemudian dia pergi begitu saja dari meja makan menuju garasi untuk mengambil mobil meninggalkan Afifah sendirian dimeja makan.


Brukk


Seketika Afifah langsung terduduk lemas dilantai. Air mata yang sedari tadi dia tahan pun akhirnya pecah juga.


Ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja dia alami. Alex suaminya yang selama ini dia kira akan menjadi tempat dia berlindung kini nyatanya malah melukai dirinya.


"Hiks.. hiks... Sepertinya gue harus pergi dari sini. Gue udah nggak kuat berada disini. Berlama lama dirumah ini hanya membuat gue tidak nyaman. Lagi pula Alex juga sudah tidak peduli sama gue jadi untuk apa gue ada disini. Lebih baik gue pergi dari pada bertahan hanya buat batin gue terluka" gumam Afifah disela sela tangisannya.


Ia lalu berjalan menaiki tangga untuk pergi menuju kamar, hari ini Afifah memutuskan pergi untuk sementara waktu dari rumah.


🦋 🦋 🦋 🦋


Sedangkan disisi lain.


Sekarang ini Alex tengah berada disebuah cafe yang terletak tak jauh dari rumah pribadinya.


Setelah bertengkar tadi Alex memutuskan untuk keluar rumah hanya untuk sekedar menenangkan pikiran. Hati dan pikirannya juga sama sama sedang kacau sehingga setiap dia berkata Alex tak pernah dipikir ulang, Alex asal mengatakan yang ada didalam pikirannya.

__ADS_1


Sehingga dia tidak sadar jika perkataan dan perbuatannya melukai istrinya, bahkan Alex tidak mengetahui akibat ucapan asalnya itu kini istrinya sedang kabur dari rumah.


"Udah dong lex, lo senyum dong. Jangan galau gitu kenapa" ucap Nela yang entah sejak kapan ada disamping Alex.


Awalnya Alex duduk sendiri dicafe ini namun entah suatu kebetulan atau apa Nela juga sedang ada disana. Kini mereka duduk berdua dengan Alex yang duduk agak menjauh dari Nela.


"Lex, senyum dong. Lo jangan galau gitu napa, nggak usah lah lo pikirin si Afifah. Nggak penting tau nggak, cewek kayak gitu nggak pantes lo pikirin. Dia itu cewek murahan, lo lihat sendirikan kelakuan dia kemarin hmm? lebih baik lo putusin aja tu si Afifah, udah jelas dia itu bukan cewek baik jadi untuk apa lo pertahanin. Lebih baik lo tinggalin aja dia dan cari cewek lain" ucap Nela lagi. Dia memang tau jika hubungan Alex dan Afifah sedang tidak baik dengan hanya melihat raut wajah Alex saja.


"Lagi pula cewek didunia ini masih banyak lagi bukan cuman Afifah aja. Contohnya gue, kalo lo pacaran sama gue, gue janji deh nggak bakal main belakang kayak Afifah dan juga gue janji nggak bakal bikin lo kecewa. Soo, mendingan lo segera putusin aja tu si Afifah dan pacaran sama gue. Dari pada lo sakit hati dan galau kayak gini" ucap Nela berusaha merayu Alex dan juga berusaha untuk mengompori Alex agar laki laki itu akan semakin benci sama musuhnya.


"Bisa diem nggak mulut lo? kalo nggak bisa diem lama lama gue pergi juga nih" bentak Alex sambil menatap tajam.


Seketika langsung membuat Nela menutup mulut. Dia tak berani berkata lagi.


*Yes akhirnya rencana gue berhasil. Nggak sia sia usaha gue selama ini. Akhirnya gue bisa juga ngehancurin hubungan mereka berdua. Hahaha..


Afifah.. Afifah... lihat aja, gue bakal bikin Alex semakin menjauh dari lo dan semakin benci sama lo* batin Nela tersenyum miring.


_________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen vote gitu💙


Biar Authornya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya♨️


See you next episode😘

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2