WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 254 : Kerja sama


__ADS_3

Sementara itu


Berbeda dengan Alex dan Afifah yang sedang di mabuk cinta, di sebuah ruangan gelap terlihat seorang pemuda tengah mengamuk hebat.


Ia beberapa kali tampak melempar barang yang ada disekitarnya, bahkan pemuda itu juga tampak meminum minuman keras.


Kurang lebih sudah ada lima botol miras dengan jenis berbeda di atas meja. Dan pria itu adalah Justin, cowok bule keturunan asli Belanda.


Malam ini dia tengah marah, rasa sakit yang ada di hatinya membuat Justin hilang akal. Kenyataan yang baru saja dia dengar sangat melukai hatinya.


Vita, sahabat pacar sekaligus wanita yang selama lima tahun ini dia cari keberadaannya ternyata kini sudah menikah.


Rasa penyesalan dan rasa bersalah pada masa lalunya membuat cowok bule itu emosi dibuatnya.


Beberapa kali dia juga nampak mengerang keras, obsesi dalam dirinya membuat Justin tak bisa berfikir jernih sehingga dia melampiaskan rasa kesalnya pada benda sekitar.


"Agghtt"


Prang


"Sial! kenapa semuanya jadi seperti ini" teriak Justin frustasi seraya menghempaskan tangannya dimeja sehingga membuat semua botol minuman keras jatuh berserakan dilantai.

__ADS_1


"Vita, kenapa lo tega lakuin ini sama gue ha? gue tahu gue bejat gue juga tau gue itu brengsek tapi tidak seharusnya lo menikah dengan pria lain, lo itu milik gue Vita lo masa depan gue tapi kenapa elo tega nyakitin hati gue"


"Vit, gue minta maaf. Gue sadar kalo gue banyak salah sama lo, gue juga sadar kalo gue banyak menyakiti elo tapi enggak kayak gini caranya lo balas perlakuan gue. Asal lo tau, selama ini hidup gue sama menderitanya kayak elo, gue juga merasa sakit. Beberapa kali gue bolak balik pindah negara hanya untuk mencari keberadaan elo untuk memperbaiki semuanya tapi kenapa justru jadi kayak gini"


"Lo itu jahat Vit lo kejam, jika lo nggak bisa jadi milik gue lebih baik gue mati. Nggak ada gunanya juga gue hidup jika elo udah nggak ada di samping gue. Ya mending gue mati, gue rasa itu lebih baik" teriak kencang Justin sambil meraih sebuah pecahan botol lalu hendak dia tancapkan di jantungnya.


"Selamat tinggal Vita" ucapnya sambil memejamkan mata.


"JUSTIN JANGAN GILA! LO MAU APA? ISTIGHFAR JUSTIN ISTIGHFAR" teriak Nela dengan cepat merebut paksa pecahan kaca tersebut.


"Lepasin gue, jangan halangi gue. Hidup gue udah hancur, harapan gue udah hilang. Nggak ada lagi alasan gue buat bertahan jadi lo mending minggir" berontak Justin.


"Bukan gini? terus dengan cara apa, harapan gue udah hancur. Cinta gue udah lebur, mau pakai cara apa buat menyelesaikan semuanya ha?" bentak Justin dengan rahang mengeras dan mata melotot.


"Gue tau caranya, tapi gue mohon jangan seperti ini. Hidup kita itu berharga jadi jangan mudah putus asa, segala sesuatu pasti ada solusinya dan untuk itu gue butuh bantuan elo" ucap Nela seketika menghentikan berontakan Justin.


"Maksudnya lo ngajak gue kerjasama gitu?" tanya Justin menoleh.


"Perfect, tepat sekali" jawab Nela menjentikan jari.


"Tapi gimana caranya?"

__ADS_1


Nela melirik sebentar sambil tersenyum penuh arti sebelum dia membisikkan sesuatu di telinga Justin.


"Gimana?" tanyanya dengan alis terangkat setelah selesai membisikan sesuatu.


"Oke juga, baiklah mulai sekarang kita berdua kerjasama. Tapi ingat jangan sampai rencana elo nyakitin Vita, kalo sampek dia terluka gue nggak bakal segan buat bunuh lo saat itu juga" ucap Justin menatap tajam membuat Nela bergidik ngeri lalu mengangguk menyetujui.


"Iya gampang itu mah, cewek lo nggak bakal kenapa napa. Tapi lo juga, awas aja ya kalo Alex terluka, gue akan balas perlakuan lo sama Afifah" ancam balik Nela.


"Beres itu mah" balas Justin mengiyakan sambil kembali mengambil sebotol miras di depannya lalu meminumnya.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2