WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 305 : Tidak menyangka


__ADS_3

"Ja-jadi putriku meninggal karena Justin bukan karena jatuh terpleset sendiri dan semua penderitaan yang Afifah alami delapan bulan ini karena rencana mereka?" ucap Mama Afifah dengan suara bergetar.


"Iya ma, semua itu karena cowok bejat ini. Maafkan aku ma karena baru tau kebenaran ini setelah semuanya terjadi, andai aja aku lebih cepat tau pasti Afifah tidak akan meninggal, baby twins ku tidak akan kehilangan kasih sayangku dalam kandungan hiks.. hiks.." jawab Alex kembali mengeluarkan air mata.


"Enggak jangan percaya tante, itu semua cuman kebohongan. Aku sama sekali tidak pernah merencanakan hal itu sama Vita, tante tau kan aku sangat mencintainya jadi mana mungkin aku mencelakai dirinya" elak Justin berusaha meyakinkan Mama Afifah.


"Diem lo bangsat!"


Bugh


"Akkkhttt... "


Teriak Alex yang spontan memukul keras sudut bibir Justin membuat sang empu kembali terjatuh.


"Sekali lagi lo ngomong gue bunuh lo disini juga" lanjutnya dengan nafas memburu.


"Asal mama tau ya, cowok bejat ini juga penyebab kejadian lima tahun lalu. Dia yang sudah membunuh bang Fian bahkan dia hampir saja melecehkan Afifah" ucap Alex.

__ADS_1


Deg!


Seketika Mama langsung terkejut mendengar hal itu, sama halnya dengannya Justin pun juga tak kalah terkejut sebab semua kebohongannya kembali terbongkar.


"Apa? tapi bukannya anakku Fian meninggal karena kecelakaan beruntun?" tanya Mama Afifah.


"Enggak, bang Fian meninggal karena dia. Afifah sendiri yang cerita sama aku ma saat dulu depresinya kambuh dia bilang bang Fian meninggal karena Justin tabrak sebab menggagalkan aksinya yang ingin melecehkan Afifah. Selama ini Afifah menyembunyikan kebenaran ini karena dia takut jika mama dan papa mengetahui hal ini maka kesehatan kalian menjadi taruhannya.


Afifah tidak mau kehilangan keluarganya untuk kedua kalinya tapi bagai tak punya malu cowok bejat ini malah tak tau diri, dia dengan seenak jidatnya malah kembali mendekati Afifah yang membuat depresinya sering kambuh bahkan dia sekarang tega membunuh Afifah.


Dia adalah penyebab depresi istriku selama ini, dia penyebab semua penderitaan Afifah dan dia juga penyebab kematian Afifah. Gara-gara dia anakku menjadi piatu, mereka harus


Mama Afifah dan Papa Afifah pun seketika langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Justin membuat pria itu meneguk kasar ludah mereka.


Plak


Mama Afifah dengan reflek langsung menampar keras pipi Justin.

__ADS_1


"Kurang ajar! jadi semua ini karena perbuatanmu! tante nggak nyangka ya kamu tega melakukan hal ini pada keluarga tante" teriak Mama Afifah dengan wajah kesalnya.


"Om tante tenang dulu, jangan marah dulu" ucap Justin berusaha menenangkan.


"Tenang bagaimana? lihat gara-gara kamu aku kehilangan kedua anakku. Mereka semua meninggal karena ulah mu, ternyata penilaian tante selama ini salah, tante pikir kamu adalah sahabat dan teman terbaik Afifah tapi nyatanya malah sebaliknya. Tante benci sama kamu Justin, tante kecewa sama kamu!" bentak Mama Afifah semakin menjadi.


"Papa juga nggak nyangka kamu melakukan semua ini nak. Papa merasa telah gagal mendidikmu, sungguh perbuatan mu itu sangat keji. Itu nyawa orang Justin bukan hewan, dimana letak hati kamu ha? siapa yang mengajari kamu sehingga kamu menjadi seorang psikopat begini!" bentak Jeff ikut emosi.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2