
Maaf ya guys baru bisa up☹️.
Ternyata aku salah perhitungan, aku pikir awal november udah kelar eh nggak taunya akhir november jadinya ya baru bisa up.
Tapi kalian tenang aja, ini adalah hiatus terakhir di novek ini jadi setelah ini nggak akan ada vakum² lagi. Aku akan lanjutin novel ini sampai tamat.
Sebagai gantinya atas kesalahanku seperti biasa aku bakal CRAZY UP biar kalian bisa puas bacanya, tapi jangan lupa untuk tinggalkan jejak:).
Sekali lagi aku minta maaf karena udah bikin kalian beberapa kali kecewa dengan keterlambatan updet:).
______________________________________
HAPPY READING!📚
______________________________________
Sementara Afifah, gadis blasteran Indo-Belanda itu sekarang ini tengah ketakutan di sana.
Keadaan yang amat sangat gelap dan suasana sepi membuat dirinya menjadi kebingungan.
Berulang kali dia berjalan kesana kesini mengitari area dalam pesta berharap menemukan seseorang yang bisa menemaninya.
Tapi sayang sejak tadi Afifah sama sekali tak menemukan siapa siapa.
"Za Mil lo dimana?" teriak Afifah.
"Iza Mila kalian disinikan? tadi katanya mau nyamperin kenapa sampai sekarang malah ngilang"
"Za Mil astaga kalian sebenarnya denger atau enggak sih, jangan becanda. Kalo emang dengar ya jawab! yang lain juga pada kemana, kenapa tiba tiba jadi sepi?" teriak Afifah lagi.
"Ck, ini mata gue yang buta kuping gue yang tuli atau emang begini sih. kenapa gedung sekolah gue jadi gelap dan sepi banget" gerutu Afifah menoleh kanan kiri.
"Wolf, Aska kancil, Diki kadal, jagung bakar, curut, mangga kalian dimana aelah masa iya sih dari tadi kagak ada yang jawab gue! lama lama gue panggilin lo semua satu satu ya sama nama julukan lo pada kalo sekali lagi gue teriak kagak ada yang jawab" teriak Afifah semakin kencang sambil memandang sekitar dengan tangan meraba raba.
__ADS_1
Tapi tetap saja tak ada sahutan, keadaan disana benar benar sepi dan gelap gulita.
Sedangkan disisi lain, Mike, Angga, Agung, Diki dan Aska yang mendengar namanya disebut nampak menggerutu kesal.
"Resek emang ini tarzan satu, kenapa gue jadi dibawa bawa. Bikin malu aja" cebik Diki sambil berkacak pinggang.
"Tau tuh, pake segala nyebut nama gue pake embel embel kancil lagi. Dikira gue apaan, ganteng gini juga" ucap Aska.
"Aelah masih mending kancil, lah gue curut! lebih parah siapa coba? untung dia emak gue, kalo enggak udah gue sikat dari dulu" sahut Mike.
"Eleh gaya lo kayak berani aja sama emak" cibir Angga.
"Tau tuh, dulu aja disamperin Afifah waktu nggak sengaja bikin dia jatuh bareng Alex yang berakhir ciuman lo kabur eh ini sok sokan mau hajar" tambah Aska meledek.
"Lagian ya tu nama udah cocok sama elo jadi ya pantas aja. Beda sama gue, ya kali muka gue yang ganteng perfect gini disamain kancil yang nggak pernah mandi kan nggak lucu" ucap Aska.
Plak
"Kampret! lo pikir gue apa, gue juga ganteng kali nggak beda jauh sama muka lo" seru Mike melirik sinis dan dibalas tawa oleh Aska.
"Hahahahaha... "
"Udah udah jangan berantem, nanti Afifah denger terus nyamperin kita bisa berabe di hajar sama bapak, tau sendirikan bapak kalo ngamuk kayak gimana" ucap Agung mereka semua pun kembali diam.
Sementara di tempat tak jauh dari mereka, Justin yang kala itu sedang berdiri bersama Reza serta teman temannya XII-2 pun juga nampak sedikit mengerutu.
"Ck, ini lampu gedung kenapa mati segala sih! masa iya sekolah sebesar ini belum bayar listrik" ucap salah satu anak kelas XII-2.
"Lah emang lo belum tau"
"Belum tau apa?"
"Kalo semua lampu digedung ini sengaja di matiin"
__ADS_1
"Hah masa sih? tapi kenapa? seharusnya acara pesta kelulusan kan tampak meriah?"
"Iya sih tapi gue denger denger sih yang nyuruh matiin semua lampu gedung ini Alex"
"Alex anak kelas XII-3 itu?"
"Hmm, katanya dia mau bikin kejutan untuk Afifah. Gue kurang tau juga kejutan apa yang jelas intinya dia nyuruh kita semua diem kagak ada boleh yang bersuara dan katanya juga kita nggak dibolehin nolongin Afifah semisal dia minta tolong" ujarnya dan di jawab anggukan kepala oleh temannya.
Justin yang berada didekatnya mendengar perkataan temannya nampak terkejut, pasalnya dia sama sekali tak mengetahui hal ini.
*Jadi semua ini rencana dia? pantas aja Vita dari tadi teriak ternyata dia sedang di kerjain* batin Justin.
"Bego! tu cowok penikung sebenarnya tau nggak sih kalo vita takut gelap? kalo tau kenapa malah di kasih prank beginian nanti Vita bisa ketakutan. Gue nggak boleh tinggal diam, gue harus melakukan sesuatu" ucap Justin lalu hendak pergi.
"Eh mau kemana lo?" cegah Reza mencekal pergelangan tangan Justin.
"Selamatin vita kasian dia teriak ketakutan" jawab jujur Justin
"Nggak usah, lo disini aja"
"Apaan sih, gue cuman mau bantuin. Vita itu takut gelap"
"Iya gue tau tapi lebih baik lo disini aja, jangan lo ganggu mereka" ucap Reza sambil mempererat cekalan tangannya membuat Justin sedikit kesusahan untuk bergerak.
"Lepasin Za, lo kenapa sih selalu aja begini sama gue" ucap Justin kesal.
"Gue nggak bakal gini kalo elo berhenti deketin Afifah, udahlah Justin lo biarin aja. Bisa nggak sih sehari aja lo itu nggak gangguin mereka. Pokoknya gue nggak bakal lepasin elo kalo semua ini belum selesai, nanti lo bisa kacauin semuanya" balas Reza..
__________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
__ADS_1