
Setelah lembur kerja selama tiga hari, akhirnya alex hari ini bisa pulang. Saat ini dia sedang ada dibandara bersama sekertaris daddy nya.
"jadi pulang sekarang?." tanya sekertaris daddy.
"ya jadilah om, ngapain juga aku kemarin sampe bela belain lembur kerja kalo ujung ujungnya nggak jadi pulang. " jawab alex
"ngebet banget pengen pulang!! Emang mau ngapain sih?." tanya sekertaris daddy.
"om nggak perlu tau, ini itu urusan anak muda. Mendingan om cari istri sana biar nggak nanya terus. " jawab alex
"masih bocah juga sok banget kalo ngomong. " cibir sekertaris daddy.
Tiba tiba terdengar sebuah pengumuman bahwa pesawat yang akan alex naiki akan segera berangkat.
"kalo gitu aku pergi duluan ya om." pamit alex
"iya, hati hati." balas sekertaris daddy.
Kemudian alex pun naik kedalam pesawat. Setelah beberapa jam terbang akhirnya pesawat yang ditumpangi alex mendarat dijakarta. Alexpun turun lalu dia berjalan menghampiri taksi yang kebetulan sedang berhenti didepannya.
"huh! Akhirnya sampe jakarta, nggak sabar gue pengen cepet cepet pulang, pengen tau reaksi afifah saat liat gue pulang." ucap alex setelah dirinya naik taksi dan menyuruh supir taksi tersebut mengantarkannya ke alamat rumahnya.
alex memang tidak memberitahukan kepada afifah jika sore ini dia akan pulang, karna ia ingin memberi kejutan pada afifah.
****
disisi lain
saat ini Afifah sedang bersiap siap karna dia akan pergi bersama reza. Namun Afifah meminta reza untuk menunggunya dijalan yang letaknya agak sedikit jauh dari rumahnya.
"reza!!. " panggil afifah saat dia sudah berada disamping reza.
"oh, udah dateng, kalo gitu cepetan naik. " perintah reza. Afifah pun segera naik keatas motor dan reza segera melajukan motornya.
"kita mau kemana sih? Perasaan dari tadi muter muter mulu. " tanya afifah ditengah tengah perjalanan.
"udah lo ikut aja, jangan banyak tanya." jawab reza yang sedang fokus menyetir.
Afifah tidak bertanya lagi, setelah cukup lama mereka naik motor akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
"tempat apaan sih ni? Rame banget. " tanya afifah setelah dirinya turun dari motor dan melihat tempat yang ada didepannya.
"ini itu cafe terbuka, disini banyak anak muda yang selalu nongkrong, makanya tempatnya rame." jawab reza
"oh, baru tau gue kalo ada tempat ginian, soalnya gue nggak pernah nongkrong disini ." ucap afifah.
"gue mau ke toilet bentar, lo disini aja! Jangan kemana mana. " perintah reza.
"hmm.. Jangan lama lama." ucap Afifah.
kemudian afifah pun mendudukan dirinya dipembatas trotoar. saat sedang asik melamun tiba tiba ada seseorang yang melemparkan uang pecahan sepuluh ribu tepat dibawah kakinya.
"nji*r, siapa sih ni? main sembarangan lempar uang kearah gue!!. " ucap kesal Afifah lalu dia mendonggak ke atas untuk melihat siapa orang yang sudah melemparinya uang.
"Dasar kampret!! lo kira gue pengemis?." ucap afifah setelah tau siapa yang melempar nya. mereka adalah aska dan diki.
"lah,hahahaha...ternyata lo!! gue kira tadi gelandangan makanya gue kasih uang." tawa aska saat tau bahwa yang ia kasih uang tadi adalah afifah.
"ya kali gue jadi gelandangan!! lagian lo nggak liat penampilan gue? mana ada gelandangan pake baju beginian." ucap afifah.
"lagian lo ngapain duduk dipembatas trotoar? kayak nggak ada tempat duduk yang lain." kali ini diki yang angkat bicara setelah dia puas menertawakan afifah.
"suka suka gue lah mau duduk dimana." jawab afifah dengan nada sedikit ketus.
"lo kesini sendirian?. " tanya aska
__ADS_1
"nggak, gue kesini sama reza." jawab afifah.
"reza? reza anak kelas XII-2?." tanya diki.
"hmm." jawab singkat afifah.
"sorry gue lama, soalnya tadi toilet nya rame. " ucap reza yang tiba tiba datang dari arah belakang aska dan diki.
"nah, panjang umur!! baru juga diomongin eh udah nonggol orangnya. " ucap diki
"kenapa?. " tanya reza
"nggak papa, yaudah ayok kita masuk. " jawab diki lalu dia mendorong tubuh afifah dan aska menuju masuk kedalam cafe. dan reza mengikuti mereka dari belakang.
mereka pun duduk dikursi yang letaknya ada dibawah pohon.
"ka, iza mana? tumben nggak jalan bareng sama lo?. " tanya Afifah pada aska setelah mereka semua duduk.
"nggak tau gue, palingan dia lagi dirumah. " jawab aska.
"coba gue telpon dia dulu, sekalian mau ajak dia dan mila kesini." ucap afifah.
lalu dia pun memgambil ponsel dan menghubungi iza dan mila untuk mengajak mereka nongkrong dicafe tersebut.
setelah tiga puluh menit akhirnya mila dan iza sampai dicafe, mereka langsung berjalan memghampiri afifah.
"hello, mila yang cantek udah dateng. " ucap mila saat dia sampai dimeja Afifah.
"alay banget sih lo!!. " cibir diki
"biarin. " balas mila
"yank, sini duduk samping aku. " ucap aska saat iza datang.
"fi, ada apa? kenapa lo nyuruh kita berdua kesini?. " tanya iza sambil mendudukan dirinya disamping aska.
"loh, lo ada disini juga za? tumben banget ikut kita nongkrong. " ucap mila saat melihat reza yang duduk disebelah afifah.
"dia yang ngajakin gue tadi, terus sampai disini gue ketemu sama mereka berdua ,yaudah sekalian aja gue ajak lo berdua, biar tambah rame. " jelas afifah.
"beneran gitu za?." tanya mila pada reza
"hmmm." jawab reza dingin.
"etdah ni anak, ngomong sama cewek selalu aja dingin, giliran sama afifah langsung berubah jadi anget." cibir mila. namun tak ditanggapi oleh reza, karna dia memang tidak terlalu tertarik mengobrol dengan cewek lain selain Afifah.
"fi, alex belom pulang?." tanya iza
"belom, ini kan masih hari kelima, diakan tugasnya seminggu jadi kira kira dua hari lagi dia baru pulang." jawab Afifah.
"oh. " ucap singkat iza.
*tapi ada untungnya juga tu cowok pergi keluar kota, kan jadinya gue bebas mau pergi dan pulang kapan aja tanpa takut dihukum* batin afifah
"eh, maesaroh. kenapa lo pindah?. " tanya iza yang melihat mila pindah tempat duduk yang semula duduk disampingnya kini menjadi duduk disamping diki.
"ada mantan gue!. " jawab mila
"mantan lo? mana mana? gue mau lihat?." tanya Afifah sambil menengok kanan kiri.
"itu yang duduk disebelah orang yang makai baju coklat, sama yang ada disamping pohon. " jawab mila sambil menunjuk menggunakan dagu.
"itu bukanya cowok yang baru seminggu lalu lo putusin ya? dan yang disana bukanya cowok yang baru tiga hari lalu lo putusin juga?. " ucap iza
"selamat anda mendapat dua juta setengah dipotong pajak. " seru mila saat iza berhasil menebak mantannya.
__ADS_1
"lo playgirl?. " ucap aska terkejut setelah mendengar ucapan mila barusan dan dijawab anggukan kepala oleh mila.
"astaga!! gue kira lo itu cewek baik, polos, nggak nyangka ternyata lo playgirl. " ucap diki yang juga terkejut.
"emang kenapa kalo gue playgirl?." tanya mila
"ya gak papa sih, tapikan lo itu cewek. masa lo jadi playgirl sih, emang lo nggak kasian sama cowok² yang lo mainin perasaannya, mereka semua itukan tulus cinta dan sayang sama lo, masa lo balas dengan perselingkuhan." ucap diki panjang lebar.
"heh! kalo udah tau mereka itu tulus cinta dan sayang sama lo, kenapa lo juga jadi playboy?. " cibir aska saat mendengar ucapan bijaknya diki. padahal diki sendiri adalah seorang playboy.
"gue kan cowok, jadi wajar dong kalo cowok jadi playboy, la dia itu cewek masa dia tega nyakitin hati orang dengan jadi playgirl. " ucap diki.
"sama aja ege, nggak cowok nggak cewek kalo sering nyakitin perasaan orang itu nggak baik. " tegur iza
"awas loh, nanti lo berdua kena karma. " peringat Afifah.
"makanya ngaca dong ngaca!! lo sendiri juga begitu, pake sok nasehatin gue lagi." seru mila pada diki.
***
sedangkan alex
saat ini dia tengah merasa gelisah dan khawatir karna saat dia pulang tadi dia tidak menemukan keberadaan afifah dirumah.
"tu cewek ada dimana sih? dari sore sampai sekarang belum pulang²!! nggak tau apa kaLo gue khawatir sama dia. " gerutu alex sambil mondar mandir didepan pintu.
"mana udah jam sepuluh malem lagi, ditelpon juga nggak diangkat!! bikin orang cemas aja!!. " ucapnya lagi.
"Be90 banget sih gue!! kenapa nggak dilacak aja nomornya!! dengan begitu gue bisa tau dia ada dimana!!." ucap alex.
lalu dia segera melacak keberadaan afifah lewat ponselnya. setelah berhasil melacak dan menemukan keberadaan afifah, alex langsung pergi menuju garasi lalu melajukan mobilnya menuju tempat yang saat ini sedang afifah datangi.
***
"guys, kita nyanyi yuk. " ajak iza
"ayok, tapi gue yang joget aja. " ucap afifah
"kalo gitu gue yang main gitarnya aja." ucap mila
mereka bertigapun langsung berjalan menuju panggung mini yang memang sudah disediakan oleh pihak cafe untuk umum.
setelah sampai disana iza mulai menyanyi, mila mulai memainkan gitarnya, dan Afifah yang memimpin para anak muda yang mau ikut joget bersamanya.
suasana jauh lebih ramai dan seru kala mereka bertiga mulai aksinya, banyak para cowok dan cewek yang ikut maju dan menirukan afifah berjoget. terdengar banyak teriakan dari mulut para pengunjung disana.
terjadilah konser dadakan dicafe tersebut.
"mereka bertiga nggak punya malu apa diliatin banyak orang begitu." ucap reza
"iya, gue juga heran. sebenarnya mereka itu masih punya urat malu apa nggak sih, dimana mana selalu saja bertingkah konyol. " ucap aska
"afifah yang punya sifat barbar, mila yang kelakuannya gesrek, dan iza yang tingkahnya bobrok. benar benar persahabatan yang sangat cocok. " ucap diki.
saat sedang asik asiknya menggelar konser dadakan tersebut, tiba tiba seseorang berteriak sehingga membuat konser tersebut berhenti.
"STOP!!. " teriak seorang pemuda yang sepertinya sangat marah ketika melihat konser dadakan itu.
para pengunjung pun seketika langsung melihat kearah pemuda tersebut. begitu pula afifah dkk yang juga sedang menatap pemuda itu.
sesaat kemudian afifah begitu terkejut saat melihat wajah pemuda yang berteriak tadi. bahkan jika dilihat dari ekspresi wajah pemuda itu dia seperti sedang marah dan mencoba untuk menahan amarahnya.
"Al-Alex. " kata itu yang keluar dari mulut afifah setelah melihat pemuda itu yang ternyata adalah alex.
.
__ADS_1
.