WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 281 : Cemas dan Khawatir


__ADS_3

Sementara Afifah, sekarang ini dia masih duduk setia di tempat tadi. Beberapa kali Afifah nampak menengok kanan kiri untuk melihat apa suaminya sudah ada di sana atau tidak.


Tapi sayangnya ia tak menemukannya, suaminya itu masih belum kembali juga padahal sudah hampir sejam Afifah menunggu. .


"Udahlah Vit, nggak usah nungguin dia, cowok penikung itu nggak bakal balik. Mending lo sama gue aja, kita dansa di tengah sana ya" ucap Justin yang memang sejak tadi dia duduk di sana.


"Ogah, ngapain sih lo disini. Sana pergi, ganggu mood orang aja" sahut sinis Afifah.


"Yaelah Vita, cowok kayak gitu masih lo tungguin. Lebih baik sama gue aja lah, Vit asal lo tau ya. Sampai sekarang gue masih cinta sama lo, gue juga sayang sama elo. Hati gue masih milik elo, kenapa sih lo itu berubah ha? gue minta maaf sayang, gue tau gue itu lelaki kurang ajar, gue juga tau kalo gue lelaki nggak tau diri tapi apa salahnya ngasih gue kesempatan. Vit, gue beneran nyesal karena dulu udah nyia-nyiakan elo, gue pengen hubungan kita balik lagi. Gue rindu sama lo Vita, gue kangen sama pelukan dan sikap hangat lo dulu" ucap Justin seraya menatap lembut sahabatnya itu.


"Bulshit" balas jutek Afifah.


"Astaga gue itu beneran sayang, gue nggak bohong. Gue kangen sama elo, udah lebih sepuluh tahun kita bersama masa nggak ada satupun kenangan yang lo rindukan hm? Vit, perlu lo tau ya meski dulu gue sempat selingkuh tapi cinta gue hanya sepenuhnya milik elo. Nggak ada satu orang pun yang bisa menggantikannya, elo itu special bagi gue. Lo hidup gue jadi gue mohon kembalilah. Gue nggak bisa pisah sama lo sayang" ucap Justin memelas.


Namun Afifah hanya diam, dia masih sibuk mencari keberadaan suaminya.


"Emang apasih yang lo lihat dari dia hm? kalo dilihat dari segi apapun lebih perfect gue lah, cowok itu nggak ada apa-apanya dibanding gue" lanjut Justin.


"Emang jika dibandingkan elo sama Alex dalam sebuah hubungan lebih romantisan elo tapi setidaknya dia nggak munafik, dia juga bukan seorang pembunuh kayak elo. Alex itu cowok baik, dia adalah suami idaman yang gue dambakan, bagi gue Alex itu segalanya dihidup gue jadi jangan pernah sekali-kali lo jelekin dia didepan gue atau gue akan semakin benci sama lo" peringkat Afifah, seketika Justin langsung terdiam. Dia lalu berdiri dari duduknya.


"Eh mau kemana?" tanya Justin.


"Cari Alex" jawab singkat Afifah lalu segera pergi dari sana. Justin pun dengan langkah tergesa-gesa langsung mengejar kekasih hatinya.

__ADS_1


"Vita tunggu, gue ikut" teriaknya sambil berlari menyusul.


❃.✮:▹ ◃:✮.❃


Jam demi jam sudah dilewati namun selama itu juga Afifah belum menemukan keberadaan suaminya.


Padahal hampir seluruh hotel dia kelilingi namun tak sedikitpun dia melihat batang hidung suaminya dan hal itu membuat dirinya menjadi tak tenang.


"Bagaimana? apa om sudah menemukan Alex?" tanya Afifah pada Jeff yang memang dia ikut mencari bersama dengan Justin dan anggota petugas hotel lainnya. Sedangkan Mama dan Papa Afifah sudah pulang.


"Belum, padahal sudah beberapa ruangan yang om periksa tapi tidak menemukannya juga" jawab Jeff menggeleng.


"Ya tuhan..." desis Afifah frustasi seraya mengusap kasar wajahnya.


"Memang sebelum pergi Alex bilang apa sama kamu?"


"Kamu tenang dulu Vita, jangan panik. Suamimu pasti baik-baik aja, kita cari sama-sama lagi Oke" ucap Jeff mencoba menenangkan sembari mengusap lembut rambut pirang cewek yang sudah dia anggap seperti anak sendiri.


"Je, apa kamu sudah menemukan Alex?" lanjutnya berganti menatap ke arah putra kesayangannya.


"Belum Pa" jawab Justin menggeleng.


"Hsst ya ampun kemana sebenarnya anak itu, kenapa tiba-tiba hilang" desis Jeff kebingungan.

__ADS_1


Ting


Suara notifikasi pesan masuk dari ponsel membuat Justin yang kala itu hendak menenangkan Afifah menjadi urung. Ia kemudian berjalan sedikit menjauh lalu menyalakannya.


Terlihat nama 'Nela' dilayar ponselnya, tanpa menunggu lama Justin pun segera membuka pesannya.


💬 Nela : "Alex udah ada sama gue, sekarang giliran elo yang lanjutin rencana selanjutnya"


💬 Nela : "Gue ada di lantai 5 kamar nomor 469, buruan lakuin sebelum Alex tersadar dari biusnya"


Senyum miring seketika langsung terbit dikedua sudut bibirnya setelah dia membaca pesan tersebut.


*Hahaha satu langkah lagi dan semuanya akan kembali seperti semula* batin Justin.


Ia kemudian memberi kode pada salah satu petugas hotel di sana untuk memberitahukan tempat keberadaan Alex pada semua orang. Afifah yang mendengar dimana suaminya berada langsung bergegas masuk kedalam lift.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya

__ADS_1


See you next episode🤗


Bersambung...


__ADS_2