
Seminggu telah berlalu mereka menginap dirumah ortu Afifah dan seminggu pula mereka bolos sekolah, hari ini Alex dan Afifah akan pulang kerumah pribadi mereka berdua sebab dapur mereka sudah selesai direnovasi.
Setelah tadi berpamitan dengan Mama dan Papa mereka berdua langsung masuk kedalam mobil dan melajukannya menuju arah rumah mereka. Kurang lebih sekitar 45 menit lamanya akhirnya mobil mereka sampai didepan rumah pribadi.
Lalu mereka berdua memarkirkan mobilnya ke dalam garasi kemudian masuk ke dalam rumah.
"Uhh.. capeknya" ucap Alex ketika dia merebahkan tubuhnya diatas sofa ruang keluarga.
"Hilih, baru juga nyetir dari rumah Mama sampai sini udah ngeluh" ledek Afifah.
"Jarak rumah Mama sampai sini itu jauh, butuh waktu 45 menit buat sampai. Wajar aja gue capek, elo mah enak tinggal duduk diem" balas Alex sinis.
"Salah sendiri lo larang gue buat nyetir. Kalo lo ijinin gue nyetir lo nggak akan capek kayak gini" ucap Afifah sambil berjalan ke arah dapur yang letaknya tepat disebelah ruang keluarga dan tangga lantai dua untuk mengambil dua kaleng minuman dingin.
"Yaiyalah, lo kira gue cowok apaan. Masa iya biarin cewek nyetir sedangkan gue duduk diem" ucap Alex.
"Yaudah sih terima aja resikonya dan nggak usah ngeluh" ucap Afifah.
"Nih, minuman dingin buat lo" lanjut Afifah sambil memberikan satu kaleng minuman dingin yang baru saja ia ambil dari lemari es didapur.
Alex menerima dan meminumnya.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong dapurnya bagus juga ya setelah direnovasi, padahal modelnya sama tapi kali ini kelihatan agak beda dikit" ucap Alex setelah meminum minuman dingin itu.
"Hmmm.. lo bener, gue juga bingung letak perbedaannya dimana. Seinget gue sih model dapur dulu sama sekarang sama dan letak perabotan juga sama tapi entah kenapa kayak agak beda dikit" sahut Afifah sambil duduk disofa sebelah.
"Mungkin efek dah lama kagak pulang ke rumah kali makanya kelihatan beda" balas Alex seraya mengubah posisinya menjadi duduk.
"Iya mungkin aja. Ahh.. rasanya gue rindu banget sama ni rumah, lama nggak kesini berasa kayak gimana gitu! pokoknya gue kangen banget sama rumah ini" ucap Afifah sambil merebahkan tubuhnya dan berguling ke kanan ke kiri diatas sofa.
"Lebay" cibir Alex lalu berdiri dan menyeret kopernya menuju tangga.
"Mau kemana lo?" tanya Afifah.
"Ke kamar, ngantuk banget gue. Mau tiduran" jawab Alex.
"Gue ikut" seru Afifah langsung berlari ke arah tangga mengikuti Alex.
Sementara disisi lain.
Disebuah taman yang sedikit ramai tampak dua pasang manusia sedang duduk diatas kursi taman. Tampak mereka duduk berhadapan sambil melempar tatapan yang sulit ditebak. Mereka berdua adalah Diki dan Mila.
Sore ini Diki memang sengaja mengajak Mila ketemuan untuk membahas ajakan taruhan yang ia lontarkan pada Mila dan disetujui Mila beberapa hari yang lalu. Dan sesuai perjanjian yang mereka buat, Mila dinyatakan kalah dalam taruhan karna dalam waktu lima hari dia belum juga mendapat pacar dan itu artinya Mila harus menerima Diki sebagai pacarnya tanpa penolakan.
Sebenarnya dalam waktu lima hari itu Mila sudah mendapat pacar tapi lagi-lagi Diki membuat Mila dan pacarnya putus karna dia pengen Mila kalah dalam taruhan agar ia cepat bisa membalas dendamnya pada Mila, ia masih sangat kesal kala mengingat kejadian dulu dimana dia ditampar oleh mantannya dan pacarnya disekolah yang videonya disebar luaskan oleh Mila sehingga dia jadi bahan tawaan satu sekolah ( jika kalian lupa, baca ulang aja bab 84 ).
"Jadi sesuai perjanjian lo harus mau jadi pacar gue tanpa penolakan" ucap Diki membuat raut wajah Mila berubah kesal.
__ADS_1
"Huft.. baiklah mulai detik ini gue menyatakan kalo gue mengaku kalah dan sesuai perjanjian gue akan menerima elo jadi pacar gue. Puas lo!! " jawab Mila dengan raut wajah kesal membuat Diki tertawa senang penuh kemenangan.
"Eitss jangan senang dulu, gue mau jadi pacar lo tapi lo harus menyetujui persyaratan yang gue buat" lanjut Mila membuat Diki berhenti tertawa.
"Syarat? syarat apa?" tanya Diki dengan alis terangkat satu.
"Selama pacaran kita berdua nggak boleh ada kontak fisik kecuali pegangan tangan dan pelukan karna meskipun gue playgirl tapi selama pacaran gue nggak pernah sekalipun berbuat hal aneh². Ngerti kan lo?!" jawab Mila ketus.
"Oke, gue setuju. Lagian gue juga sama kayak elo, Selama pacaran gue juga nggak pernah lakuin apapun kecuali pegangan tangan dan pelukan" ucap Diki menyetujui.
"Kalo gitu gue pergi dulu, mau pulang. Bosen gue lama-lama bareng elo disini" ucap Mila sambil berdiri kemudian melangkah pergi meninggalkan Diki disana sendirian.
*Agghttt sialan! kenapa juga gue harus kalah taruhan. Kalo kayak ginikan gue terpaksa jadi pacarnya tu anak kadal. Huh! bikin mood hancur aja, tapi nggak papa. Gue yakin hubungan pacaran ini nggak akan berlangsung lama jadi bawa santai aja* batin Mila terus berjalan.
Sementara Diki, sekarang ini dia sedang tertawa senang karna rencananya berhasil.
"Hahaha... Mila Mila! lihat aja, gue akan bikin lo nggak betah selama jadi pacar gue. Lagian suruh siapa lo berani ganggu hidup gue. Tunggu dan lihat aja, gue akan buat lo jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama gue dan saat itu terjadi gue bakal tinggalin elo dan jadilah lo hidup menderita karna kepergian gue* batin Diki tersenyum penuh arti.
_______________________________________
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
__ADS_1
See You Next Episode