WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 107 : Sakit perut


__ADS_3

"Kalo lo nggak centil. Terus kenapa ada cowok disini?." tanya Alex.


"Ya tadi kebetulan aja mereka juga ada disini, yaudah gue samperin aja." jawab Afifah.


Tuk


Alex menonyor kepala Afifah.


"Itu sama aja Centil." ucap Alex setelah menonyor kepala Afifah.


"Beda." ucap Afifah.


"Sama. "


"Beda. "


"Sama. "


"Beda. "


"Dibilang sama ya sama. Nggak usah ngeyel deh. Udah salah juga." ucap Alex. Afifah pun hanya diam cemberut.


"Siapa sih lo? dateng dateng langsung marah marah?. " tanya Justin yang sedari tadi hanya diam melihat Alex dan Afifah saling adu mulut.


"Dia Alex, Laki nya Afifah. " sahut Reza yang juga sedari tadi diam melihat Alex dan Afifah.


"Oh pacarnya." ucap Justin.


"Bukan pacar tapi Laki nya. " ucap Reza.


"Iya gue tau, dia pacarnya kan." ucap Justin.


"Dia Laki nya gobl*k. Bukan pacarnya. " seru Reza sedikit ngegas.


"Nggak usah ngegas. Gue juga denger kali. " ucap Justin jutek.


"Ya lo bikin orang darah tinggi. Gimana gue nggak ngegas. " balas Reza.


"Heh kalo mau berantem jangan disini!!. " ucap Afifah pada Reza dan Justin.


"Noh dia duluan yang mulai. " ucap Justin.

__ADS_1


"Kenapa jadi gue, Kan elo yang bikin gue naik darah. Jadi elo dong yang mulai. " sahut Reza.


"Woyy!! Kalian berdua bisa diem nggak sih. "


Reza dan Justin pun reflek langsung diam ketika mendanger suara Afifah yang sedikit membentak.


"Nah kalo anteng ginikan enak dipandangannya." ujar Afifah.


*Ni cowok siapa ya? Apa mungkin ini murid baru yang katanya pindahan dari belanda itu* batin Alex ketika melihat Justin.


"Lo murid baru tadi pagi?. " Akhirnya Alex bertanya setelah beberapa saat diam.


"Iya, nama gue Justin. " jawab Justin.


*Sialan!! Kalo gitu bisa gawat dong. Nanti Afifah makin sering ketemu ni cowok soalnya mereka satu negara udah pasti gampang akrabnya karna saling nyambung kalo ngomong* batin Alex sedikit gelisah.


"Kenapa lo sekolah disini? Bukanya dibelanda juga ada sekolah?. " tanya Alex.


"Gue daftar kesini bukan untuk sekolah, Tapi untuk nyari pacar plus sahabat gue yang udah lima tahun ini hilang. " jawab Justin sembari menatap kearah Afifah.


"Emang pacar lo itu sekolah disini?. " tanya Alex lagi.


*Jangan sampe ni cowok gila bilang ke Alex kalo gue yang dimaksud, bisa habis nasib gue kena amukannya Alex. Ya meskipun apa yang dibilang Justin salah sih karna itu bukan gue, Tapi tetep aja nanti Alex bakal ngamuk. Apalagi kalo sampek Justin bilang bahwa tadi dia sempet meluk gue, duh alamat dikurung seminggu dirumah gue* batin Afifah sambil melototkan matanya kearah Justin. Namun yang ditatap hanya tersenyum.


"Siapa?. " tanya Alex.


"Dia namanya Vita tapi mukanya hampir sama kayak dia. Ya mungkin sih emang beneran dia, gue juga nggak tau makanya rencananya gue mau selidikin dia. " jawab Justin.


"Dia siapa?. " tanya Alex yang makin penasaran.


"Af... "


"Auu.. Perut gue sakit banget. "


Sebelum Justin menyelesaikan kata katanya, Afifah buru buru berakting sedang sakit perut dengan sedikit menjambak rambut Alex agar perhatian Alex terlalihkan.


"Kenapa perut lo? Sakit?. " tanya Alex khawatir ketika melihat muka akting Afifah yang sedang kesakitan.


"Iya." jawab singkat Afifah.


"Kenapa bisa sakit? Lo makan apa tadi? pasti jajan sembarangan lagi. Kan udah gue bilang kalo mau jajan harus bilang gue dulu. Bandel sih kalo dibilangin, terus kalo udah sakit gini siapa yang susah, Lo sendiri kan. Udah gitu Gue juga yang repot." Cerocos Alex mengomeli Afifah sembari mengelus perut Afifah.

__ADS_1


"Sorry. Namanya juga khilaf. " balas Afifah.


"Khilaf dengkul lo itu. Cari penyakit dibilang khilaf, waras nggak sih itu otak. " omel Alex lagi.


"Iya iya, gue kan udah minta maaf. Jangan marah gitu dong, masa orang sakit dimarahin. " ucap Afifah cemberut.


"Suruh siapa nggak dengerin omongan gue. Kalo gitu ayo pergi ke uks." ajak Alex.


"Gendong." pinta Afifah dengan muka dibuat seimut mungkin.


"Gendong ya gendong tapi itu muka jangan di imut imutin gitu. Jadi pengen nyium kan gue. " ucap Alex seraya menyentil mulut Afifah tapi tidak keras hanya sekedar memegang.


"Gue tabok llo kalo berani nyium bibir gue. Dasar mesum. " balas Afifah sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Mesum juga sama bini sendiri." ucap Alex


"Yaudah ayo katanya mau digendong." lanjut Alex.


Afifah pun langsung loncat menaiki punggung Alex dan membuat Alex sedikit oleng karna belum sepenuhnya siap.


"Pelan pelan Fi, nggak sabaran banget " gerutu Alex ketika dirinya hendak jatuh.


"Hehehee... Maaf ." balas Afifah cengingisan.


"Heh buat lo berdua!! Awas kalo lo pada berani ajak Afifah bolos atau nongkrong bareng kalian lagi. Gue nggak akan segan segan buat hajar lo pada. " ancam Alex pada Reza dan Justin sebelum dirinya pergi dengan menggendong Afifah menuju uks.


*Emang gue pikirin* batin Justin sambil menatap kepergian Alex dan Afifah.


Sedangkan Reza, dia hanya tersenyum ketika mendengar ancaman Alex karna dirinya senang saat mengetahui bahwa Afifah benar benar mendapat suami yang baik, penyayang, dan pengertian seperti Alex.


Dengan demikian dia bisa lega dengan keputusannya untuk melepaskan Afifah pada orang yang tepat.


.


.


Jangan lupa LIKE KOMEN nya man teman🤗


Suapaya Author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya💙.


See you next episode 😘

__ADS_1


__ADS_2