WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 32 : apakah gue cinta dia?


__ADS_3

siang itu mereka bertiga sedang mengobrol sambil duduk di kursi bawah pohon.


"oh ya lex, tadi gue lihat lo kok berangkat sama cewek." tanya aska


"iya tadi gue emang berangkat bareng cewek, tapi kita tak sengaja ketemunya terus akhirnya kita berangkat bareng deh. " jawab alex sambil minum minuman dingin


"la mobil lo kemana?. " tanya aska lagi


"kemarin waktu pulang sekolah ban nya bocor trus gue suruh jemput afifah." jawab alex


"berangkat tadi juga bareng afifah. " tanya aska


"iya, tapi gue turun sebelum sampai sekolah." jawab alex


"bukanya lo trauma ya sama cewek. " tanya diki


"iya sih, tapi semenjak gue nikah sama afifah trauma itu tiba² saja hilang, gue juga nggak tau kenapa bisa hilang. " ucap alex sambil memandang langit


"mungkin lo cinta sama afifah makanya trauma itu bisa hilang. " ucap diki


"bisa jadi, kan kata lo trauma lo bisa hilang saat lo bersama wanita yang sangat lo cintai. " timpal aska


"entahlah, gue juga bingung apakah gue cinta sama dia atau nggak. " jawab alex sambil menunduk


"menurut gue lo udah beneran cinta sama afifah, buktinya sekarang trauma lo dah sembuh dan lo bisa deket sama cewek." ucap diki


"iya, tadi pagi aja lo berangkat sama cewek kan, dan lo nggak merasa trauma lo kambuh lagi kan. " ucap aska


"gue bingung sama perasaan gue sendiri. " jawab alex

__ADS_1


saat mereka bertiga mengobrol serius tiba tiba saja ada tiga orang cewek yang datang menghampiri dan ikut mengobrol dengan mereka.


"hai, kita boleh gabung ngobrol sama kalian." tanya nella pada alex dkk


"hmmm. " jawab alex dengan malas


"oh ya kenalin nama gue nella. " ucap nella pada diki dan aska


"gue maya. " ucap maya dengan senyuman yang manis untuk aska


"kalo gue laras. " ucap laras sambil memandang ke arah diki


"gue diki. " ucap diki


"gue aska. " ucap aska


"oh ya, tadi lo udah buka kadonya, suka nggak sama isinya kalo nggak suka gue tukerin sama barang yang lain. " ucap maya


sedangkan alex sedari tadi hanya diam sambil menatap langit tanpa menghiraukan teman²nya.


*apa bener ya yang dikatakan mereka berdua, apa gue beneran udah jatuh cinta sama afifah* batin alex


*gue sendiri juga bingung sama perasaan ini, kadang kalo dia nggak ada gue rindu, kalo dia ada bawaannya selalu ingin jahilin dia supaya bisa terus bersamanya dan tertawa bersama* batin alex


*jika itu benar, akankah perasaan cinta gue akan terbalaskan atau justru akan bertepuk sebelah tangan, gue harap afifah juga merasakan perasaan yang saat ini gue rasakan* batin alex sambil sedikit tersenyum


"lex..alex.. lex.. ALEX SAPUTRA. " teriak diki pada alex


"eh, kenapa?. " jawab alex saat dia sadar dari lamunannya

__ADS_1


"lo sehat kan, dari tadi lo diem aja sambil senyum² sendiri lagi. " tanya aska


"ya sehat lah, lo pikir gue strees. " ucap alex kesal


"tapi tadi lo senyum² sendiri padahal kita kagak ada ngobrol lucu. " ucap diki


"udahlah, gue balik ke kelas dulu. " ucap alex sambil beranjak dari duduknya.


"kenapa tu anak, aneh banget. " ucap diki


"kayaknya dia lagi banyak pikiran." ucap aska yang juga bingung dengan sikap alex barusan


"oh ya, kita balik duluan ya mau ngejar tu bocah takutnya ngilang. " ucap diki pada nella dkk.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersanbung


__ADS_2