
"Hah nggak kerasa ya udah delapan bulan berlalu, andai aja kejadian itu nggak terjadi mungkin sekarang kita masih bersama. Tadi kita sempat ketemu tapi kenapa sikap lo jadi dingin. Gue kangen sama lo yang dulu, kapan lo pulang hm? Gue cape gini terus, gue pengen kita balikan kayak dulu” ucap Alex menatap nanar foto dirinya dan Afifah yang ada diatas meja.
Ceklek.
Suara pintu terbuka membuat atensi Alex teralihkan, ia lalu berbalik dan menatap kearah pintu.
Detik berikutnya matanya nampak membulat, mulutnya seketika terbuka saat tau jika yang masuk kedalam adalah istrinya.
"Pai.." gumam Alex tak percaya.
Bruk.
Tanpa aba-aba Alex berlari kearah istrinya dan langsung memeluk erat tubuhnya membuat Afifah sedikit tersentak.
"Sayang akhirnya lo datang juga setelah sekian lama. Gue senang lo balik Pai, gue juga bahagia akhirnya lo mau datang kekantor lagi" gumam Alex didalam pelukan.
"Ih lepasin, jangan sentuh gue" berontak Afifah mencoba bebas karena ia tak mau suaminya melihat perutnya yang membuncit.
"Sebentar dulu, gue masih kangen. Sejak ketemu sama lo di rumah sakit tadi rasa rindu gue semakin memuncak jadi biarkan gue peluk sebentar. Gue kangen sama lo"
"Gue bilang lepas ya lepas! gue kesini karena cuman mau ngantar surat ini sama lo bukan mau ketemu jadi gue mohon lepasin" ucap Afifah membentak, Alex pun
dengan perlahan mulai melepaskannya.
Afifah lantas menghela nafas lega.
“Nih surat panggilan dari pengadilan" lanjut Afifah seketika membuat Alex kembali melototkan matanya.
"Apa su-surat pengadilan?" ucap Alex terbata bata dengan mata melotot kaget.
"Iya, mulai lusa sidang cerai kita dimulai jadi gue harap lo mau dateng, udah itu aja yang mau gue omongin kalo gitu gue pamit" ucap Afifah seraya berbalik dan berjalan menuju pintu tetapi belum sempat dia membuka Alex lebih dulu menarik tubuhnya dan memeluknya dari belakang.
"Pai gue mohon maafin gue, gue nggak mau kita pisah. Gue cinta sama lo Pai, gue juga sayang. Lo itu hanya salah paham, gue mohon maafin gue" ucap Alex dengan nada sedikit bergetar, hatinya mendadak ngilu melihat surat pengadilan tadi.
"Lepasin gue, lo jangan kasar"
__ADS_1
"Sayang please dengerin penjelasan gue, lo salah paham. Gue nggak pernah main belakang, gue itu cuman dijebak Pai, mereka manfaatin gue jadi gue mohon jangan minta cerai, gue nggak sanggup hidup berpisah"
Tetapi Afifah malah semakin memberontak. Ia takut jika nanti suaminya akan melihat perut buncitnya yang tertutup oleh jaket tebal jika hanya berdiam.
"Gue bilang lepas" berontak Afifah lagi namun Alex malah semakin mempererat.
"Please jangan minta cerai, gue nggak bisa, gue nggak mau kita berpisah. Gue mohon jangan ajukan cerai” ucap Alex dengan mata berkaca-kaca.
"Lex lepasin"
"Sayang gue mohon kasih gue kesempatan kedua, gue bakal perbaiki semuanya"
"Kalo lo nggak mau lepasin juga gue nggak bakal mau ketemu sama lo lagi, atau bahkan gue akan pindah rumah biar kita nggak ketemu, mau lo?" ancam Afifah. Alex pun dengan spontan melepaskannya.
"Ini peringatan sekali lagi ya, kalo lo masih meluk paksa gue oh jangan salahkan gue jika nanti gue beneran pindah rumah" ucap Afifah.
"Gue pamit, lusa gue tunggu kedatangan lo di sidang" sambung Afifah yang kemudian berjalan keluar.
Brak
Sedangkan Afifah setelah keluar dari ruangan suaminya dia lalu berjalan menghampiri Reza.
"Ayo pulang" ajaknya dengan sedikit jutek.
"Loh udah balik, gimana? lo nggak kenapa-napa kan? Alex nggak nyelakain elo kan? terus baby twins gue juga gimana keadaannya?"
"Tenang aja, udah gue bilang semuanya bakal aman. Kita baik-baik aja kok"
"Syukurlah, sumpah gue khawatir banget. Takut terjadi sama kalian bertiga" lega Reza, Afifah tersenyum.
"Btw Jeje mana?" tanya Afifah.
"Dia tadi izin angkat telpon, katanya ada yang penting"
"Em, kalo gitu gue samperin ya, kita harus balik sebelum petang. Senja nggak baik buat ibu hamil"
__ADS_1
"Yaudah ayo, gue temenin" ujar Reza.
"Eh nggak usah, gue bisa sendiri. Mending lo ambil mobil dibawah" tolak Afifah.
"Tapi Fi"
"Udah nurut aja, gue bisa jaga diri kok" ucap Afifah.
Dengan terpaksa Reza mengiyakan, mereka berdua lalu meninggalkan ruangan Alex.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
-
-
Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul
"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka
Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.
Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘
__ADS_1