
Di Bandara
Terlihat Justin sedang duduk dikursi penunggu yang ada disana.
Sore ini dirinya memutuskan untuk kembali ke belanda setelah dia membeli tiket pesawat lewat aplikasi online dengan jadwal penerbangan hari ini.
Justin pergi tanpa memberi tahu siapa pun dan dia juga tidak membawa banyak baju karna nantinya Justin berniat akan kembali lagi ke indonesia itu sebabnya dia hanya membawa ransel.
Justin duduk dikursi penunggu cukup lama sebelum akhirnya terdengar pengumuman jika pesawat yang akan dinaikinya akan segera berangkat. Tanpa basa basi Justin langsung berdiri dan memakai tas serta jaket miliknya.
"Hah.. Selamat tinggal indonesia. Mungkin sekarang gue akan balik ke tanah kelahiran gue yaitu belanda tapi gue akan pastiin jika gue secepatnya akan kembali lagi kesini untuk mengambil apa yang sudah jadi milik gue sejak kecil" gumam Justin sebelum dirinya berjalan masuk ke dalam untuk naik dipesawat.
°•°•°•°•°•°•°•°•°
Sementara itu.
Didalam mall tepatnya berada didalam toilet, Afifah baru saja selesai buang air kecil.
Dia kemudian berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Afifah menarik gagang pintu tersebut tapi tidak bisa. Sudah beberapa kali dia mencoba membukanya tapi sama sekali tidak terbuka. Hal itu lantas membuat Afifah sedikit panik.
"Lah ini pintunya kenapa? kok nggak bisa dibuka?" gumam bingung Afifah sambil kembali mencoba menarik gagang pintu itu namun hasilnya nihil, pintu tersebut masih belum bisa terbuka.
"Eh ini pintunya kenapa sih? dari tadi masa nggak bisa dibuka" gumam Afifah semakin panik.
"Apa jangan jangan ada orang yang sengaja ngunci gue dari luar ya? kalo iya lalu orang itu siapa?" ucap Afifah bertanya tanya.
"Ck, kurang ajar! siapa sih orang yang ngunciin gue. Iseng banget, punya dendam apa dia sama gue sampai niat banget bikin gue bingung. Dasar pecundang, beraninya cuman nyerang dari belakang. Awas aja nanti kalo sampe gue tau, gue hajar tu orang sampai mampus" gerutu kesal Afifah.
Dia lalu merogoh saku celana nya untuk mengambil ponsel miliknya. Dan betapa kagetnya Afifah saat menyadari jika dia ke toilet tidak membawa ponsel.
"Ah sialan! pake acara nggak bawa ponsel lagi, terus ini gue keluarnya gimana? mana Alex juga sedang tidak ada disini lagi, terus gue harus minta bantuan sama siapa" keluh frustasi Afifah.
"Brengsek! sial banget gue hari ini" umpat Afifah sambil mengacak kasar rambutnya. Dia lalu kembali berjalan mendekat ke arah pintu.
Brak.. brak.. brak..
__ADS_1
Afifah menendang pintu itu dengan keras sambil berteriak minta tolong.
"Woy siapa pun yang ada diluar tolong bukain pintunya. Gue kekunci didalam" teriak kencang Afifah berharap ada orang yang mendengar suaranya.
Brak.. brak...
"Bukain pintunya"
"Siapa pun disana gue minta tolong. Tolong bukain pintunya, gue kekunci didalam" teriak Afifah semakin kencang sambil terus mendang pintu toilet.
🦋 🦋 🦋
Sedangkan Alex, saat ini dia masih duduk didalam restoran. Alex duduk sambil memainkan ponselnya.
Sesekali matanya melirik ke arah pintu masuk untuk melihat kedatangan istrinya. Tapi sudah beberapa menit berlalu istrinya sama sekali belum kembali, melihat hal itu Alex pun jadi merasa sedikit cemas.
"Astaga.. tu cewek sebenarnya mandi atau mau buang air kecil sih. Lama banget nggak balik balik" gerutu Alex khawatir.
"Padahal tadi udah gue suruh balik cepat eh ini sampai makanannya jadi dia masih belum kembali juga, mana dia nggak bawa ponsel lagi. Dasar ceroboh, suka banget bikin orang khawatir" gerutu Alex lagi sambil celingukan menengok ke kanan ke kiri berharap jika istrinya akan cepat datang.
Dia berjalan keluar restoran dengan terburu buru untuk pergi menuju toilet.
"ALEX" teriak seseorang dari samping membuat langkah Alex terhenti.
Ia lalu menengok samping, detik berikutnya raut wajah yang semula biasa saja kini langsung berubah datar.
*Cewek gatel ini lagi* batin Alex saat tau bahwa orang yang memanggilnya tadi adalah Nela.
"Wahh nggak nyangka ya kita bisa ketemu disini. Padahal nggak janjian, Apa jangan jangan kita berdua emang jodoh ya. Ck, kalo beneran jodoh seneng banget gue" ucap girang Nela sambil tersenyum.
"Jodoh mata lo itu. Nggak usah ngadi ngadi ya lo. Ngapain lo manggil gue?" tanya Alex ketus.
"Em.. nggak papa, cuman pengen manggil aja" jawab Nela.
"Nggak jelas, buang buang waktu gue aja" balas Alex melirik sinis.
__ADS_1
Namun Nela tidak menanggapi ucapan Alex.
"Oh ya btw lo ngapain disini? terus lo juga mau pergi kemana? gue lihat lo kok kayak buru buru banget" tanya Nela basa basi.
"Bukan urusan lo" jawab Alex dingin.
"Minggir, gue mau lewat" lanjut Alex yang hendak melangkah pergi.
"Eh eh,.. mau kemana? lo belum jawab pertanyaan gue" cegah Nela menghadang Alex.
"Apaan sih ini. Udah gue bilang bukan urusan lo juga, minggir nggak. Gue mau lewat" ucap Alex.
"Enggak, Lex dari pada lo jalan sendirian mending lo ikut gue aja. Nanti gue ajak lo keliling deh, lo mau beli apa aja juga gue temenin" ucap Nela.
"Kagak perlu. Gue nggak butuh" ucap jutek Alex.
"Sekarang lo minggir, gue mau lewat. Jangan halangin jalan gue" sambung Alex sambil berjalan melewati Nela menuju ke arah toilet dengan langkah terburu.
Nela yang melihat kemana arah tujuan Alex langsung panik.
"Loh itukan jalan menuju toilet. Jangan jangan Alex mau kesana lagi?" gumam Nela.
"Waduh gawat nih, kalo Alex pergi ke toilet nanti dia lihat Afifah dong. Gue nggak boleh biarin ini, gue harus lakuin sesuatu. jika Alex pergi kesana maka sia sia gue ngunci Afifah ditoilet, niat hati biar bisa berduaan dengan Alex malah gagal" batin Nela yang langsung berlari mengejar Alex dari belakang.
__________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
Like komen vote gitu💙
Biar Authornya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya♨️
See you next episode😘
Bersambung....
__ADS_1