
Sembari menunggu istrinya selesai mandi, Alex pun kemudian berjalan menuju balkon kamarnya untuk menelpon sekertaris di restorannya.
📞 Sekertaris restoran : "Ya hallo ada apa bos?" tanya bawahannya saat sambungan telpon keduanya terhubung.
📞 Alex : "Lo ada dimana sekarang?"
📞 Sekertaris restoran : "Saya ada di ruang kerja"
📞 Alex : "Oh bagus lah"
📞 Sekertaris restoran : "Em ngomong ngomong ada apa ya? tumben bos nelpon saya. Apa bos butuh sesuatu?"
📞 Alex : "Iya, nanti tolong lo kirim beberapa menu makanan ke rumah pribadi gue ya. Hari ini semua teman sekolah gue pada datang jadi gue minta lo siapin semuanya"
📞 Sekertaris restoran : "Oh iya baik bos nanti segera saya kirim"
📞 Alex : "Sama minumannya dan makanan penutupnya juga ya jangan lupa"
📞 Sekertaris restoran : "Siap bos"
📞 Alex : "Udah itu aja yang mau gue sampaikan, gue tutup telponnya ya"
📞 Sekertaris restoran : "Iya bos"
Setelah panggilan telpon itu berakhir Alex lalu kembali masuk ke dalam kamar.
"Buset berantakan banget kamar gue" ucap Alex sedikit terkejut melihat seberapa kacaunya keadaan kamar miliknya.
Banyak sekali baju berserakan di bawah, bantal guling yang berceceran di lantai sebab semalam Afifah sempat memberontak ingin kabur sebelum ia berhasil meluluhkan dan meyakinkannya serta tempat tidurnya yang sedikit lusuh.
Melihat hal itu dia pun berinisiatif membersihkannya. Di pungutinya pakaian dan baju dalam miliknya dan Afifah yang semalam ia lempar sembarang.
Setelah selesai Alex lalu beralih ke ranjang, digantinya sprei kasurnya yang terkena bercak noda darah keperawanan Afifah dengan sprei baru lalu disusul menata bantal guling yang tegeletak di lantai.
"Huh akhirnya beres juga, kalo ginikan enak dilihatnya" lega Alex setelah membereskan semuanya.
Ceklek
__ADS_1
Pintu kamar mandi tiba tiba terbuka dan munculah Afifah dari balik sana yang baru saja keluar dengan hanya memakai jubah mandi.
"Udah selesai mandinya?" tanya Alex sembari berjalan mendekat.
"Iya udah" jawab Afifah sedikit meringis dan berjalan perlahan.
"Masih sakit ya? kalo masih mending lo disini aja ya, nanti biar gue bilangin ke anak anak kalo lo lagi nggak enak badan" ucap lembut Alex seraya menuntun istrinya duduk di atas ranjang.
"Jangan, wah bisa bahaya kalo lo ngomong gitu yang ada mereka bakal mikir kalo kita habis begituan" cegah cepat Afifah.
"Lah kan memang iya kita baru gituan"
"Iya sih tapi ya enggak di tunjukin juga. Gila apa, malu lah gue"
"Terus lo maunya gimana? emang lo kuat turun tangga hm? tangga kita tinggi banget loh nanti kalo makin sakit gimana?"
"Semoga aja enggak, udah lah nggak usah lebay cuman gini doang juga gue bisa nahan kali. Gue bukan cewek lemah yang apa apa manja" jawab Afifah.
"Ini bukan perkara alay atau manja tapi ini nyangkut kondisi elo, kalo emang nggak bisa ya nggak usah di paksa. Soal anak anak mah gampang biar gue yang urus yang penting lo istirahat dulu aja"
"Enggak deh nggak usah, gue turun aja lagipula mungkin aja ini pertemuan terakhir sama anak anak, kan sekarang udah lulus jadi udah beda jalan"
"Yaudah kalo gitu gue ambilin bajunya ya, kasian mereka nunggu kita lama" lanjutnya dan dibalas anggukan kepala oleh Afifah.
Alex pun kemudian berjalan menuju walk in closet lalu mengambil setelan baju santai istrinya setelah itu dia pun kembali.
"Nih" ucap Alex sembari memberikan baju itu pada Afifah.
"Makasih"
"Hm buruan di pake, gue tungguin di bawah ya. Nggak enak juga lama lama ninggalin mereka sekalian gue nunggu kiriman makanan" pamit Alex.
"Hah kiriman makanan?" tanya bingung Afifah dengan dahi berkerut.
"Iya tadi gue minta sekertaris gue buat kiriman beberapa makanan ke rumah kita untuk anak anak sekalian untuk kita berdua juga, tadi gue belom sempat masak soalnya" jawab Alex.
"Oh gitu yaudah buruan kesana, nanti gue nyusul kalo udah selesai" balas Afifah.
__ADS_1
Alex mengangguk lalu dia berjalan keluar kamar dan meninggalkan Afifah sendirian disana.
...◐.̃◐ ๏︿๏ ◐.̃◐ ๏︿๏ ◐.̃◐...
Sementara di sisi lain.
Di sebuah cafe yang ada di pusat kota siang ini Nela dan Justin sedang ketemuan. Mereka bertemu untuk melanjutkan rencana kerja sama mereka kemarin.
"Jadi gimana? lo besok jadi balik ke Belanda?" tanya Nela memulai pembicaraan setelah hening beberapa saat.
"Iya jadi, gue udah pesen tiket pagi tadi" jawab Justin mengiyakan.
"Bagus lah kalo gitu, semakin cepat semakin baik" balas senang Nela tersenyum miring.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
-
-
Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul
"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka
Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.
__ADS_1
Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘