
Setelah menutup pintu apartemen, Justin berjalan menghampiri Alex yang sedang duduk disofa.
"Huh! selain pembunuh ternyata lo pemabuk juga ya" cebik Alex melihat beberapa botol minuman keras dilantai.
"Apa maksut lo? siapa yang lo bilang pembunuh?" ucap Justin pura-pura tidak mengerti.
"Alah nggak usak sok belagu lupa deh, lo pikir gue nggak tau apa semua perbuatan jahat dan bejat lo waktu dulu yang lo lakuin sama Afifah" ucap Alex ketus.
"Emang gue lakuin apa sama Vita?" tanya Justin.
"Lo dulu pernah hampir perkosa dia kan karna nggak mau balikan sama elo dan juga lo yang bunuh bang Fian kan. Sebenarnya lo itu pinter apa gobl*k sih, bisa-bisanya lo berbuat seperti itu. Apa nggak pernah terlintas dipikiran lo kalo perbuatan lo itu akan berakibat fatal yang akan berujung pada mental Afifah" ucap Alex.
"Kalo mau bertindak itu mikir dulu kenapa sih, jangan langsung dilakukan. Lo punya otak kan seharusnya lo tau apa akibat yang akan Afifah dapat setelah lo lakuin semua itu" lanjut Alex mencoba menahan emosi karna dia merasa tak tega jika harus menghajar Justin apalagi luka ditubuh Justin masih belum sembuh.
"Gue lakuin itu semua juga demi kebaikan kita berdua. Vita itu milik gue dan selamanya hanya akan jadi milik gue, kita berdua udah janji buat hidup semati. Dan hanya karna salah paham hubungan kita yang udah kita jalin selama 10 tahun harus sirna. Gue nggak terima itu, gue nggak mau kehilangan Vita. Dia itu cinta gue, dia sahabat gue, dia juga kebahagiaan gue" teriak Justin.
"Waktu itu gue udah coba bilang kalo gue nggak pernah mengkhianati dia tapi dia nggak percaya dan lebih memilih pergi. Gue nggak mau dia jauhin gue, gue juga nggak mau hidup tanpa dia. Maka dari itu gue melakukan semua itu, biar gue bisa milikin dia seutuhnya dan juga kita berdua akan hidup bahagia. Namun semua itu harus gagal gara-gara bang Fian, dia udah hancurin rencana gue dan bawa Vita kabur, makanya itu gue bunuh dia. Tapi dengan terbunuhnya bang Fian sekarang nggak akan ada lagi yang akan merusak rencana gue buat milikin Vita seutuhnya. Hahaha.. " ucap Justin lagi sambil tertawa membuat Alex sudah tidak bisa lagi menahan emosi.
__ADS_1
Bugh
Alex langsung menonjok wajah Justin membuat Justin jatuh ke lantai dengan posisi tengkurap.
"Dasar cowok brengs*k! bisa-bisanya lo masih bisa tertawa setelah melakukan hal gila seperti itu. Lo tau nggak, akibat perbuatan lo itu Afifah jadi depresi. Dia jadi sering teriak nggak jelas dan nangis tanpa sebab. Lo itu kejam tau nggak, lo psikopat" bentak Alex marah.
"Iya, gue memang kejam, gue memang psiokopat. Terus lo mau apa? mau bunuh gue. Silahkan saja, gue nggak takut. Tapi perlu lo tau, gue nekat melakukan itu karna gue sayang sama Vita, gue cinta sama Vita dan gue nggak mau kehilangan Vita. Bagi gue dia itu segalanya, gue akan melakukan apapun itu supaya bisa bersamanya sekalipun itu harus membunuh orang. Karna gue pengen hidup bersama sama dia. Gue akan habisin orang yang mencoba ingin memisahkan gue sama Vita termasuk elo" ucap Justin sambil memegang pipinya dan berdiri.
Bugh
Lagi-lagi Alex meninju Justin membuat Justin kembali terjatuh.
"Jangan ngaco ya lo kalo ngomong. Vita itu milik gue, dia calon istri gue. Lo jangan ngaku-ngaku kalo udah nikah sama dia, karna Vita nggak akan menikah sama cowok selain gue. Jadi jaga bicara lo" ucap Justin.
"Elo yang ngaco, Afifah itu beneran istri gue. Kita berdua udah nikah 3 bulan lalu, jadi stop mengejar atau menganggu kehidupan istri gue. Perlu lo tau, Afifah itu benci banget sama elo karna lo udah merebut semua kebahagiaan dia dan menggantinya dengan sejuta luka dihati dia. Jadi lo jangan pernah mendekatinya lagi jika lo masih punya hati" ucap kesal Alex.
"Enggak lo bohong. Vita nggak pernah benci gue, dia itu cinta sama gue. Lo jangan mencoba memprovokasi gue" ucap Justin tak terima.
__ADS_1
"Agghtt.. cukup Justin! lo jangan mancing amarah gue. Ini peringatan sekali lagi buat lo. Kalo sampe lo mecelakai Afifah atau berniat buruk sama Afifah, siap-siap aja buat masuk penjara karna gue juga sedang mencari bukti tentang kejahatan yang lo lakukan lima tahun lalu termasuk kelakuan bejat lo yang mencoba ingin memperkosa istri gue. Camkan itu Justin!" ucap Alex lalu mendorong keras serta menendang kaki Justin dan berlalu pergi.
Brak
Suara pintu apartemen yang ditutup serta dibanting kasar oleh Alex.
*Sialan! dipikir gue takut sama ancaman dia. Lihat aja, suatu saat gue pasti akan bisa merebut Vita dari lo dan saat itu juga gue akan pastiin lo akan menderita karna kehilangan Vita seperti apa yang gue alamin selama ini* batin Justin geram.
_______________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya🤗
LIKE KOMEN gitu😍 Sebagai dukungan kalian pada Author, biar akunya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya 💙
jangan cuma baca doang, tinggalkan jejak juga
okee.. 😉
__ADS_1
See you next episode😘