WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 195 : Papa Justin


__ADS_3

Sementara itu.


Disebuah bangunan tepatnya diatas rooftoop sekolah. Justin tampak sedang duduk disana.


Setelah berantem dengan Alex Afifah dikantin tadi, Justin berjalan menuju rooftoop untuk sekedar menenangkan diri. Dia disana tidak sendiri, melainkan ada Reza yang selalu menemaninya.


"Auuhh.. pelan pelan, sakit" ringis Justin ketika Reza mengoleskan obat luka yang sempat dia ambil dari ruang uks dirahangnya yang terkena serpihan kaca akibat ulah Afifah tadi.


"Ahh.. gue bilang pelan pelan ya pelan, bukan malah lo teken lukanya. Sakit tau nggak" ringisnya lagi seraya menepis tangan Reza yang sedang mengobati.


"Ini gue udah pelan, lo bisa diem dulu nggak sih. Kalo lo terus gerak yang ada tu luka bukannya sembuh tapi malah tambah parah" ucap Reza menyingkirkan tangan Justin yang menghalangi dirinya.


"Gue gerak karna ini perih, kalo nggak perih gue juga nggak akan gerak. Lo pengertian dikit kek, kalo ngobatin tuh yang lembut bukan malah kasar. Ikhlas nggak sih lo ngobatin gue" ucap Justin membalas perkataan Reza.


"Heh! gue udah pelan, gue juga ikhlas ngobatin elo. Makanya lo kalo nggak mau kayak gini ya jangan nyari masalah. Susah sendiri kan lo akhirnya" ucap Reza yang kembali mengoleskan obat diluka Justin.


"Ckk, bukan gue tapi tu cowok penikung yang nyari masalah duluan sama gue" ucap Justin.


"Ya ampun Justin, lo kapan sadarnya sih. Jelas jelas elo yang nyari gara gara duluan. Kenapa lo malah balik nyalahin Alex"


"Karna dia udah berani deketin Vita, gue nggak terima melihat itu"


"Hah! gue kasih tau ya sama lo, kalaupun Alex deketin Afifah atau ngajak bareng Affiah itu wajar aja karna memang mereka berdua udah ditakdirkan bersama. Terima atau tidak nya lo melihat mereka itu nggak akan ngaruh, Lo nggak akan bisa misahin mereka" ucap Reza membuat Justin seketika langsung kesal.


Bugh


Pukulan ringan berhasil Reza dapatkan dari Justin dipundaknya.


"Diem ya lo. Vita itu milik gue dan selamanya hanya akan jadi milik gue jadi nggak ada satupun cowok yang boleh deket sama dia selain gue. Lo lain kali kalo ngomong pikir dulu" ucap Justin tak terima.


"Sialan, apa apaan ini. Kenapa lo mukul gue haa? emang gue salah apa sama lo. Apa yang gue omongin ini memang benar adanya, Afifah itu bukan milik elo melainkan dia udah jadi milik Alex. Dia udah jadi milik Alex, lo denger. Afifah udah jadi milik Alex" Seru Reza semakin membuat Justin kesal.

__ADS_1


"Tutup mulut lo Reza! Vita itu milik gue, dia selamanya hanya akan jadi milik gue. Sampai kapan pun gue nggak akan biarin siapa pun mencoba ngrebut dia dari gue karna hati Vita hanya gue yang boleh milikin bukan cowok lain. Pokoknya sampai kapan pun gue nggak akan pernah menyerah buat ngebut apa yang udah seharusnya jadi milik gue sejak kecil" ucap Justin dengan nafas naik turun menahan amarah.


Brak


Reza menggebrak meja sedikit keras Membuat Justin reflek menoleh ke arahnya.


"Cukup Justin! mau seberapa keras lo berusaha, lo nggak akan bisa misahin mereka. Ingat ya Justin, gue nggak akan biarin siapapun mencoba misahin mereka. Kalo sampe lo berani merusak atau macam macam sama mereka maka lo harus lawan gue dulu"


"Lo denger! Gue nggak akan biarin siapa pun merusak hubungan Afifah dan Alex sekalipun itu temen gue sendiri. Karna menurut gue kebahagiaan Afifah itu juga kebahagiaan gue.Jadi kalo sampe ada yang berniat jahat buat merusak kebahagiaan Afifah, maka mereka juga harus berhadapan dengan gue termasuk elo" bentak Reza sambil mengacungkan jari telunjuk didepan wajah Justin sebelum akhirnya dia memutuskan pergi meninggalkan Justin sendirian disana.


"Terserah, gue nggak peduli. Apa pun resikonya gue nggak akan pernah berhenti atau pun nyerah buat merebut Vita gue. Ancaman lo nggak akan bisa merubah keinginan gue!!" teriak Justin pada Reza yang sudah berjalan menjauh.


"Agghhhttt... " erang frustasi Justin sambil memukul tanganya pada tembok rooftoop.


*Dert dert dert


Mendengar sebuah dering telpon masuk diponselnya lantas membuat Justin tanpa basa basi segera mengambil ponselnya.


📞 Papa Justin : "Justin, nak" terdengar suara lembut dari seberang saat panggilan itu tersambung.


📞 Justin : "Iya pa" sahut Justin dengan nada malas.


📞 Papa Justin : "Papa boleh minta tolong sama kamu?.


📞 Justin : "Why Pa? ada apa? Papa mau minta tolong apa?.


📞 Papa Justin : "Pulang lah sebentar ke belanda, ada hal yang mau papa bicarakan sama kamu".


📞 Justin : "Apa? pulang ke belanda?".


📞 Justin : "Nggak... nggak... nggak, aku nggak bisa pulang sekarang Pa. Urusan aku masih belum selesai".

__ADS_1


📞 Papa Justin : "Justin, tolong sekali saja kamu pulang kesini. Ada hal yang ingin papa bicaran sama kamu".


📞 Justin : "Pa, aku nggak bisa balik ke belanda sekarang. Urusan aku belum selesai. Jika papa ingin bicara lewat telpon saja"


📞 Papa Justin : "Ini masalah penting, papa tidak bisa membicarakan hal ini lewat telpon".


📞 Justin : "Tapi aku nggak bisa pulang pa, urusan aku disini jauh lebih penting".


📞 Papa Justin : "Urusan ini juga tidak kalah penting. Lagi pula ini sudah lima tahun lamanya kamu pergi dari belanda. Jadi pulanglah sebentar saja, urusan mu itu nanti saja"


📞 Justin : "Nggak bisa pa, aku nggak akan mau pulang jika belum menyelesaikan semuanya. Sampai kapan pun aku nggak akan pernah balik ke belanda kalau keinginan ku masih belum tercapai".


📞 Papa Justin : "Justin, papa bilang pulang ya pulang. Jika kamu tidak pulang maka papa nggak akan memberi kamu kebebasan lagi, papa nggak akan ngijinin kamu keluar masuk ke negara lagi".


📞 Justin : "Tapi pa, aku tidak bis---"


Tut tut tut


Panggilan telpon itu langsung putus begitu saja sebelum Justin menyelesaikan ucapannya.


"Agggghhhtt brengsek!" teriak Justin seraya melempar ponselnya ke sembarang arah.


"Kenapa semuanya jadi seperti ini. Jika gue balik ke belanda lalu bagaimana dengan Vita? kalo gue nggak ada disini maka tu cowok penikung akan mengambil kesempatan ini buat deketin Vita dan mereka akan semakin dekat"


"Agghhttt brengsek, sialan... gue benci situasi seperti Ini" teriak Justin lagi memaki dirinya sendiri.


________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen vote💜.

__ADS_1


__ADS_2