WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 239 : Persiapan pesta


__ADS_3

Setelah sampai di mall tempat yang mereka tuju, Afifah dkk pun segera turun.


"Ini kita mau belanja dulu atau mau main dulu?" tanya Afifah ketika mereka menaiki eskalator di lantai dasar.


"Emm.. main dulu aja deh, kalo belanja mah bisa nanti-nanti. Toh bajunya juga nggak bakal habis" jawab Mila.


"Baiklah kalo gitu, berarti ini deal kan kita main dulu nanti baru belanja" ucap Afifah dan di jawab anggukan kepala oleh Mila dan Iza.


Mereka bertiga lalu berjalan menaiki eskalator demi eskalator untuk menuju lantai empat di mana di sana adalah lantai khusus arena bermain.


****


Sedangkan di sisi lain.


Pagi ini Alex tengah berada di sekolah, saat ini dirinya sedang memantau siswa lain mempersiapkan acara pesta untuk nanti malam.


Alex berjalan kesana kesini melihat semua persiapan yang sedang di lakukan siswa lain. Tak jarang dia juga ikut membantu agar cepat selesai.


"Eh itu hiasan bunganya jangan lo taroh di situ. Kalo di situ nggak bakal kelihatan" ucap Alex pada siswa lain yang sedang memasang sebuah hiasan di pinggir tiang.


"La terus harus di taroh mana?" sahut dia menoleh.


"Di sana, samping pintu masuk" jawab Alex menunjuk ke arah kiri.


"Terus kalo ini baiknya di taro mana?" tanya seorang siswa lain pada Alex.


"Emm kalo itu kayaknya bagusnya di samping elo berdiri deh. Karena kalo di taro di tempat lain warna dan bentuknya nggak akan nyambung dengan tema pesta nanti" jawab Alex.


"Oh oke" balas siswa itu.


Alex mengangguk, ia lalu kembali berjalan berkeliling untuk mengecek persiapan tersebut.


"Alex" teriak seseorang dari kejauhan membuat langkah Alex terhenti. Ia pun menoleh dan mendapati Bu Rini, selaku wali kelasnya tengah berjalan menuju ke arahnya.


"Iya Bu, ada apa?" tanya Alex berjalan mendekat.


"Nggak ada, ibu cuman mau tanya. Apakah semuanya sudah selesai?"


"Belum bu, masih sebagian aja yang sudah dikerjakan. Mungkin baru 40% yang di garap" jawab Alex.


"Hmm baiklah, kalo gitu kamu lanjutkan. Ibu tinggal kesana, nanti kalo butuh sesuatu kamu cari hubungi ibu saja" ucap Bu Rini lalu berbalik. Sepeninggal Bu Rini Alex pun kembali berkeliling.


...✧༺💜༻✧...


Waktu demi waktu jam demi jam detik demi detik sudah terlewati tak terasa hari sudah mulai menjelang malam.


Itu artinya pesta kelulusan akan segera di mulai. Di sebuah kamar yang bernuansa biru laut tiga gadis remaja tampak baru saja masuk ke dalam kamar. Mereka bertiga baru saja pulang dari acara jalan bersama dan langsung menuku rumah Mila sebab Afifah dkk sudah janji sebelummya jika mereka akan berangkat bersama.


"Huh enaknya, akhirnya sampai juga di rumah. Capek banget badan gue" seru Mila yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang diikuti Iza dan Afifah yang juga ikut menjatuhkan dirinya.


"Sama gue juga capek banget, mana tangan gue pegel lagi, dari tadi nyetir terus" seru Afifah mengeluh.


"Apalagi gue, tangan gue juga pegel sama kayak lo berdua gara-gara bawain belanjaan lo pada waktu di mall" timpal Iza ikut mengeluh.

__ADS_1


"Eh ngomong-ngomong sekarang udah jam berapa ya? kok kelihatannya langitnya udah mulai petang. Apa ini udah hampir malam?" tanya Afifah saat matanya tak sengaja memandang luar jendela dan melihat suasana luar dari sana.


"Nggak tau, gue nggak bawa jam tangan" sahut Mila mengedikan bahu.


"Za, lo punya jam kan? sekarang ini udah pukul berapa?" ucap Afifah berganti menoleh ke arah Iza.


"Bentar gue lihat dulu" ucap Iza sambil mengangkat pergelangan tangannya.


"Emm sekarang jam enam kurang sepuluh menit" jawab Iza.


"APA! JAM ENAM KURANG SEPULUH MENIT?" pekik kaget Afifah dan Mila dengan suara kencang yang reflek bangun dari tidurnya.


Iza mengangguk.


"Iya, emangnya kenapa kalo ini jam enam kurang sepuluh menit?" tanya bingung Iza melihat kedua sahabatnya berteriak.


"Kita pesta Za, lo lupa. Hari ini kita ada pesta kelulusan" jawab Mila dengan wajah kagetnya.


"What pesta kelulusan! astaga iya juga ya kenapa gue bisa lupa. Ya ampun mana pestanya dimulai pukul tuju lagi" pekik Iza spontan ikut bangun dan loncat dari atas ranjang.


"Kalo gitu ayo kita buruan mandi, waktu kita nggak banyak lagi" lanjut Iza pada kedua sahabatnya.


"Oke, gue duluan ya yang mandi" seru Afifah yang langsung ngacir lari ke dalam kamar mandi.


"Lah woy! tungguin gue, aelah dasar maemunah ya lo. Main lari aja, gue juga mau mandi" gerutu Iza menghentakan kaki.


"Udah nggak usah marah, waktu kita mepet ini. Lo kalo mau mandi di dapur aja, disana kebetulan ada dua kamar mandi jadi kita bisa langsung pakai tanpa giliran" ucap Mila.


"Wah iyakah? kalo gitu tunggu apa lagi. Ayo kita kesana" ucap Iza berjalan mendahului.


Kurang lebih setelah beberapa menit akhirnya mereka bertiga selesai mandi juga. Kini Afifah dkk sedang ada di walk in closet untuk memakai baju.


"Za, baju gue lo taro mana tadi?" tanya Mila yang kala itu dia masih menggunakan jubah mandi.


"Itu di atas meja, semua belanjaan kita tadi gue taruh situ" jawab Iza.


Mila pun segera berjalan menghampiri lalu mulai memakai pakaian pesta dirinya.


"Mil, kunci mobil lo mana? baju gue yang di kasih sama suami gue ada di dalam mobil lo" teriak Afifah dari depan pintu.


"Kagak usah, kotak kado lo tadi gue udah bawa kesini" sahut Iza.


"Ha beneran? terus sekarang ada di mana?" tanya Afifah dengan alis terangkat.


"Di atas meja juga, kalo nggak salah gue taruh samping belanjaany Mila" jawab Iza.


Afifah lalu kembali masuk dan berjalan menghampiri lalu dia juga ikut mengganti bajunya. Setelah semua selesai mengganti baju, Afifah dkk kemudian berjalan ke arah meja rias untuk berdandan.


"Eh buset Mil, ini semua make up lo?" cebik Afifah melotot kan matanya saat melihat deretan make up di meja rias Mila.


"Iya, ini punya gue" jawab Mila mengiyakan.


"Gila.. Gila.. Gila.. Banyak bener Mil, pantes aja lo setiap baru putus langsung dapat pacar lagi. Ternyata perawatan lo nggak main main" ucap Afifah masih tidak percaya.

__ADS_1


"Yaiyalah, kalo gue nggak cantik mana mungkin gue jadi playgirl" balas Mila.


"Wahh.. emang bener bener ya lo, gue aja nggak pernah punya atau make semua ini. Jangankan punya make up, bedak aja gue nggak punya. Gue itu cuman pake sabun cuci muka dan lipbalm bening biar bibir gue nggak kering, itu pun gue pakenya pas pagi doang kalo inget. Selebihnya sih gue nggak pernah make apa-apa" ucap Afifah


"Yee dasar semprul, kita berdua beda. Lo mah udah cantik dari lahirjadi meskipun lo nggak perawatan dan make up alias natural lo bakal tetap cantik, beda sama gue yang kalo sehari nggak make skincare kulit gue bakal kusam" seru Mila melirik sinis.


"Udah ah, nggak usah berantem. Waktu kita tinggal dikit nih" ujar Iza melerai.


"Afifah tuh yang mulai"


"Enak aja gue, elo tuh yang mulai"


"Ah udah udah. Jangan berantem, waktu kita beneran nggak banyak Ini" ujar Iza lagi.


Afifah dan Mila seketika langsung terdiam. Kemudian Mila dan Iza mulai berdandan, sedangkan Afifah yang tidak mengerti atau paham tentang dunia permake-up an hanya bisa duduk termenung di atas ranjang melihat kedua sahabarnya merias diri.


Iza dan Mila yang melihat sahabatnya diam melamun tanpa aba aba langsung menariknya ke depan meja rias.


"Eh eh mau ngapain lo berdua, kenapa gue ditarik begini?" tanya Afifah kaget melihat aksi mendadak Iza dan Mila.


"Mau dandanin elo, hari ini gue sama Iza bakal make over muka lo biar jadi lebih cantik. Malam ini gue bakal buat lo jadi bintang di pesta nanti" ucap Mila yang mulai mempersiapkan alat make up yang dibutuhkan.


"Apa dandanin gue? nggak.. ngakk.. nggak.. gue nggak mau, pake dress sama sepatu aja gue udah ngempet pengen lepas eh ini malah mau lo make up in. Nggak ah gue nggak mau, gue begini aja" tolak Afifah hendak berdiri namun segera di tarik kembali oleh Iza.


"Aelah lo bisa diem kagak sih, lo nurut aja apa kata kita. Jangan banyak protes, cukup diam dan ikutin kita aja nggak usah kebanyakan protes" ucap Iza seraya menahan kaki Afifah membuat Afifah tidak bisa berdiri atau kabur sehingga dia pasrah dan nurut.


Mila dan Iza lalu mulai merias demi merias setiap inci wajah Afifah dengan sanagt teliti. Meskipun beberapa kali kena protes dan omelan dari Afifah tapi mereka berdua tetap melakukannya.


Setelah dirasa semua nya sudah selesai Mila, Iza, dan Afifah kemudian berjalan masuk ke dalam mobil lalu mulai mengendarainya menuju arah sekolah sebab jam sudah pukul tuju malam.


.****


Sementara Alex.


Sekarang ini dirinya tengah ada di samping pintu masuk. Alex berdiri sambil sesekali menoleh kanan kiri untuk menunggu kedatangan istrinya.


Beberala kali ia tampak celingukan kesana kesini namun dia masih belum menemukan keberadaan Afifah, istri kesayangannya itu masih belun datang dan hal itu membuat Alex merasa khawatir.


*Duh ya ampun, Afifah sebenarnya ada dimana sih. Kenapa dari tadi dia belum datang juga, apa jangan-jangan dia lupa kalo sekarang ada pesta di sekolah makanya sampai sekarang dia belum datang juga?


Eh tapi mana mungkin, tadi pagikan gue udah beri dia kado seharusnya dia nggak lupa dong. Tapi ini kenapa masih belum sampai* batin Alex gelisah.


*Semoga aja dia baik-baik aja, sejak pagi gue nggak pulang ataupun menghubungi dia jadi gue nggak tau gimana keadaannya. Hah.. gue nggak sabar pengen ketemu sama dia, gue pengen lihat gimana penampilan Afifah Gue yakin itu cewek pasti bakal cantik banget make dress dan sepatu yang gue kasih dan gue juga nggak sabar pengen ngasih kejutan special sama dia serta berharap semoga aja setelah ini hubungan gue sama Afifah akan semakin dekat* batin Alex lagi tanpa sadar menyunggingkan senyum manis di sudut bibirnya.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2