WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 208 : Rumah Mila


__ADS_3

Alex mengemudikan mobil secara perlahan di jalan raya, mata nya tak henti hentinya memandang ke sisi kanan dan kiri jalan secara bergantian untuk mencari Afifah.


Ia yakin jika istrinya itu pasti belum pergi jauh mengingat bahwa motor istrinya masih ada digarasi, itu berarti Afifah pergi dengan berjalan kaki.


Jalan demi jalan, gang demi gang Alex lewati berharap ia akan bertemu Afifah disana. Namun sudah beberapa menit mencari Alex masih belum menemukan.


Hal itu membuat Alex merasa kesal dan sedikit putus asa.


"Astaga Fi, lo sebenarnya ada dimana sih. Dari tadi gue muter muter kenapa nggak ketemu juga" desis Alex frustasi sambil terus melajukan mobilnya.


"Apa jangan jangan dia sedang ada di rumah Mila ya. Setahu gue jika ada sesuatu Afifah pasti akan bercerita dengan sahabatnya. Kalo gitu gue harus ngecek kesana" sambung Alex. "Eh tapi, gue kan nggak tau dimana alamat rumahnya, ponsel gue juga hancur. Aghhhtt sialan, gue harus gimana" erang Alex semakin frustasi.


Ia pun menjambak rambutnya seraya memukul kepalanya di dasbor mobil. Tapi tiba tiba saja dia mendapat ide. "Ah iya, Diki kan sama Mila pacaran, berarti besar kemungkinan dia tau alamat rumahnya Mila. Oke kalo gitu gue harus ke rumah Diki sekarang" lanjut Alex kemudian dia memutar balikan arah mobil dan melajukannya ke arah rumah Diki.


Kurang lebih 15 menit berkendara akhirnya mobil Alex sampai juga didepan rumah Diki. Tanpa basa basi ia segera keluar dan berjalan ke arah Diki yang kebetulan tengah duduk diteras rumah.


"Dik" panggil Alex seraya berjalan mendekat.


Diki yang merasa namanya dipanggil pun lantas segera menengok.


"Loh Lex, ngapain lo kesini? nggak biasanya lo main ke rumah gue sore sore gini? ada apa? " tanya Diki dengan ekspresi heran setelah tau siapa yang datang.


"Dik, gue boleh minta tolong Nggak. Lo kan sama Mila sekarang pacaran nih, pasti lo tau kan dimana alamat rumahnya" ucap Alex.


"Iya tau, terus kenapa?" tanya Diki.


"Nah, gue boleh minta anterin ke alamat rumah Mila nggak? soalnya gue ada perlu sama dia, ini penting banget Dik. Ya, tolong anterin gue kesana, lo bisa kan?" pinta Alex memohon.


"Iya bisa, lagian gue juga sedang nggak sibuk" jawab Diki mengiyakan.


Senyum ceria pun langsung terbit di bibir Alex.


"Wah.. makasih ya Dik, lo emang sahabat gue" ujar Alex senang sambil merangkul pundak Diki dari samping.


"Iya sama sama" balas Diki sambil merangkul balik.


"Eh tapi bentar dulu, lo ada urusan apa sama tu cewek cicak. Kayaknya penting banget sampai lo bela belain kesini cuman buat nanya alamat rumahnya. Lo lagi ada masalah sama dia?" tanya Diki dengan alis terangkat satu.


"Bukan, gue nggak sedang ada masalah sama Mila. Tapi gue kesana karna gue cuman pengen lihat aja apa Afifah ada disana atau enggak soalnya Afifah kabur dari rumah" jawab Alex seketika membuat Diki langsung kaget.


"What! Apa kata lo, Afifah kabur? kenapa bisa" seru Diki melototkan matanya.


"Ya gitu deh, nanti ajalah gue ceritain. Sekarang yang penting tolong anterin gue ke rumah Mila, gue pengen mastiin Afifah ada disana atau enggak" ucap Alex.


"Iya iya gue anterin, tapi gue ambil motor gue dulu digarasi" ucap Diki hendak melangkah pergi namun segera dicegah oleh Alex.


"Mau kemana lo, kagak usah. Lo pakai mobil gue aja" cegah Alex yang langsung menarik lengan Diki menuju ke arah mobilnya.


Setelah berada disamping mobil Alex langsung melempar kunci mobil ke arah Diki.


"Nih lo yang nyetir, lo yang tau jalannya kan" ucap Alex lalu masuk ke dalam mobil dan diikuti Diki yang juga masuk ke dalam mobil.


**


Tok tok tok


"Mil, buka pintunya. Ini gue Diki, lo ada didalam kan?" teriak Diki setelah mereka berdua sampai dirumah Mila, kini mereka sedang berdiri didepan pintu.


"Mil, buka pintunya" teriak Diki lagi sambil terus mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Mil"


"Iya sebentar, yaelah sabar dulu napa. Ini gue juga baru jalan" sahut Mila dari dalam rumah.

__ADS_1


Ceklek


Pintu terbuka dan munculah Mila dari sana dengan hanya mengenakan tanktop dan celana pendek sehingga membuat setiap lekuk tubuh Mila tercetak jelas.


"Astagfirullahaladhim.. Mil, pakai baju dulu. Main asal keluar aja, sana masuk lagi dan ganti pakaian yang bener" seru Diki yang reflek menutup mata membuat Mila langsung memutar bola matanya malas.


"Yaelah sok suci banget lo, pake segala tutup mata lagi. Kayak nggak pernah lihat cewek make ginian aja" cebik Mila mencibir.


"Ya pernah, tapi kan nggak gini juga Mil. Lo jadi cewek kagak ada malu malunya ya, ini gue laki loh masa lo pd banget pake pakaian begituan didepan gue" ucap Diki yang masih menutup mata dengan jari.


"Terus kalo lo laki gue harus apa? emang pakaian gue kayak gini kalo sore. Udahlah lo jangan sok polos gitu napa, gue tau kok dalam hati lo sebenarnya juga mau lihat. Nggak usah sok pura pura jadi cowok baik lo" ucap Mila sambil melepaskan paksa tangan Diki yang sedang menutup mata.


Seketika Diki langsung tercengir kuda saat tangannya disingkirkan oleh Mila.


"Kok lo tau aja yang gue pikirin" ucap Diki tersenyum kikuk.


"Ya tau lah, cowok modelan playboy cap kadal kayak elo tuh gampang ditebak. Awalnya aja sok alim tapi ujung ujungnya juga mesum" ucap Mila melirik sinis.


Diki hanya tertawa tak menjawab.


"Btw, lo sore sore ngapain kesini?" tanya Mila pada Diki.


"Eh iya sampai lupa, gue kesini tuh karna Alex. Dia nyuruh gue nganterin dia kesini soalnya katanya dia ada perlu sama lo" jawab Diki memberitahu.


"Hah Alex? nggak salah denger nih gue, tumben banget. Kira kira dia mau ngomong soal apa sama gue" tanya Mila heran.


"Ya mana gue tau, ngapain lo nanya ke gue" jawab Diki ngegas.


"Et dah biasa aja kali, nggak usah pake kuah juga. Ini muka bukan mie instan yang harus dikasih kuah dulu sebelum dimakan" ucap Mila seraya mengusap wajah nya dengan telapak tangan.


"Ya sorry, habisnya lo kalo nanya ada ada aja. Orang yang pengen ngomong sama lo itu kan Alex ngapain lo nanya nya ke gue jadi wajar gue ngegas" ucap Diki.


"Iyain aja deh biar nggak ngomel lagi" ucap Mila.


"Terus sekarang Alex nya mana?" tanya Mila celingukan.


"WOY LEX, SINI. NGAPAIN LO DI SITU, KATANYA LO ADA PERLU SAMA MILA" teriak Diki dengan keras.


Alex pun lantas menoleh saat memdengar teriakan Diki. Dia lalu berjalan menghampiri.


"Ada apa Lex? lo mau ngomong apa sama gue?" tanya Mila saat Alex sampai di depan dirinya.


"Ah itu anu.. emmm.. " ucap Alex seakan ragu ingin mengatakan maksud kedatangan dirinya.


"Itu apasih, lo kalo ngomong yang jelas. Gue mana paham kalo lo cuman bilang emm amm emm emm doang" ujar Mila penasaran.


"Itu Mil, gue mau nanya sama lo tapi lo harus jawab jujur ya sama gue"


"Iya, ngomong aja"


"Afifah ada disini nggak?" ucap Alex sedikit pelan sebab dia takut jika kalo Afifah ada disana maka akan mendengar ucapannya.


"Hah Afifah? nggak ada, dia nggak kesini"


"Lah nggak ada? serius lo, afifah nggak ada disini. Lo sedang nggak bohongin gue kan" ucap Alex tak percaya.


"Siapa yang sedang bohongin elo. Orang Afifah emang nggak ada kok, dari sejak lo nikah sama dia, Afifah udah nggak pernah lagi main kesini" jawab Mila.


Seketika wajah Alex pun langsung berubah sendu.


"Kalo dia nggak ada disini terus dia ada dimana. Ya ampun... gue harus nyari kemana lagi" desis Alex kebingungan.


"Ada apa? kok lo kayak sedih gitu?" tanya Mila heran melihat Alex tiba tiba saja jongkook di depannya.


"Ah nggak ada apa². Ngomong ngomong lo tau nggak alamat rumahnya Iza" tanya Alex tersenyum paksa berusaha menutupi ke khawatiran di wajahnya.

__ADS_1


"Ya tau lah, dia kan sahabat gue. Ya kali gue nggak tau. Kenapa? lo mau kesana?" tanya balik Mila.


Alex mengangguk.


"Iya, gue mau kesana. Lo bisa kasih tau gue alamat rumahnya" ucap Alex.


"Bisa" jawab Mila, dia pun lalu mulai memberitahu alamat rumah sahabatnya pada Alex.


"Ok thank ya Mil informasinya" ucap terima kasih Alex setelah Mila memberitahu dirinya.


"Iya sama sama" balas Mila.


"Kalo gitu gue sama Diki pamit dulu" lanjut Alex dan. dibalas anggukan kepala oleh Mila.


"Ayo Dik, kita pergi" ajaknya seraya berjalan kembali ke arah mobil.


"Iya sebentar lo duluan aja" balas Diki.


Dia pun berbalik ke arah Mila dan menatap Mila dengan tatapan sulit ditebak membuat Mila sedikit aneh melihatnya.


"Ngapain lo lihatin gue kayak gitu" ucap Mila risih.


"Nggak papa, gue cuman mau bilang. Lo pasti sengaja kan pakai pakaian beginian di depan gue" ucap Diki tersenyum miring.


"Dih apasih, siapa yang sengaja. Orang gue pakai pakaian beginian setiap sore kok, jangan ke ge'eran jadi orang" ucap Mila.


"Alah Mil, nggak usah ngelak. Gue tau kok lo pasti sengaja buat godain gue, pasti lo sebelumnya udah tau kan gue mau kesini makanya lo langsung pakai pakaian ini"


"Enak aja, gue bukan cewek ganjen seperti mantan lo ya. Gue makai ini emang udah kebiasaan gue, lo nya aja yang ke ge'eran jadi cowok"


"Ck, Mila, Mila... masih aja malu malu kucing didepan gue, tinggal bilang iya aja susah banget padahal udah jelas kok lo emang makai ini buat nyambut kedatangan gue. Tapi nggak papa kalo lo nggak mau ngakuin, gue nggak masalah. Gue cuman mau ngasih tau, lo cantik pakai ginian. Lain kali kalo gue kesini lo pakai lagi ya, gue suka lihatnya. Aura dalam diri lo jadi kelihatan semua" ucap Diki yang langsung membuat Mila melototkan matanya.


"Kurang ajar! sini lo Dik. jangan sembarangan lo kalo ngomong. Gue bukan cewek kayak gitu" seru Mila sambil melempar sandal yang dia pakai ke arah Diki.


Seketika Diki langsung berlari menyusul Alex saat melihat ada bahaya yang hendak menerkam dirinya.


Bugh


"Kagak kena kagak kena wleee... " ledek Diki ketika sendal Mila melenceng ke arah lain.


"Sialan! awas ya lo, gue kejar lo sampai dapet" teriak kesal Mila yang berlari menyusul Diki.


Melihat hal itu Diki pun langsung buru buru naik ke dalam mobil Alex.


"Huwaa.. lex cepetan lex cepetan, bukain pintunya. Mila mau kesini" ucap panik Diki berusaha membuka pintu mobil Alex.


Setelah Itu dia kemudian menyalakan mesin mobil dan melajukannya keluar dari area rumah Mila.


"DIKI KAMPRET! AWAS YA LO, JANGAN KABUR" teriak Mila dari gerbang rumahnya.


"Hahahahaa.. silahkan aja, gue nggak takut" balas Diki berteriak dari dalam mobil seraya mengeluarkan kepalaya dari kaca jendela sehingga Mila semakin kesal melihatnya.


"Egghhhttt... Dasar manusia kadal. Ngeselin" teriak Mila lagi. Diki hanya tertawa tanpa membalasnya.


Sedangkan Alex, dia hanya diam. Pikirannya sedang bingung memikirkan keberadaan istrinya.


*Ya tuhan, semoga aja Afifah ada di rumah Iza. Gue benar benar ingin bertemu dengan dirinya dan meminta maaf* batin Alex memohon.


________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen Vote gitu🐾


See you next episode💙

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2