
"jadi beneran lo akan pergi keluar kota hari ini?. " tanya Afifah
saat ini afifah dan alex sedang berada dibandara, karna kemarin alex tiba tiba mendapat tugas dari sekertaris daddy nya untuk pergi keluar kota selama seminggu untuk membantu sekertaris daddy nya mengurus cabang perusahaan yang ada disana.
"hmm.. gue akan pergi keluar kota seminggu jadi lo harus jaga diri baik baik disini, karna mama papa dan mommy daddy masih ada diluar negeri." ucap alex sambil merangkul pundak Afifah
"nggak bisa digantiin apa, suruh orang lain aja yang kesana buat gantiin lo ,jadi lo nggak usah pergi." ucap afifah dengan nada yang pelan karna ia merasa tak rela jika berjauhan dengan alex. begitupun sebaliknya alex juga merasa tak tega meninggalkan afifah sendirian.
entahlah sejak kapan mereka berdua memiliki perasaan seperti itu, yang jelas saat ini mereka berdua hanya ingin selalu bersama.
"ya nggak bisa lah, ini kan udah tugas gue jadi gue juga yang harus mengerjakan dan menyelesaikannya." jelas alex
"terus gue gimana? nanti yang masakin gue siapa? terus yang antar jemput gue sekolah siapa? yang nemenin gue tidur siapa? masa gue tinggal dirumah sebesar itu sendirian!! kalo gue diculik gimana?." rancau Afifah dan membuat alex tersenyum karna ia tahu bahwa afifah sebenarnya tidak ingin dia pergi meninggalkannya sendirian tapi afifah malu jika mengatakannya secara langsung.
"kemarin gue udah suruh pembantu buat nemenin lo saat gue pergi keluar kota, jadi lo nggak usah khawatir jika akan kesepian. " ucap alex
"terus sekolah lo gimana? jika lo pergi maka lo akan ketinggalan pelajaran selama seminggu." ujar afifah
"tenang aja, gue kan pinter jadi walaupun gue ketinggalan pelajaran gue bisa mengejarnya. lagian sekoalah itukan punya lo, jadi meskipun gue bolos sebulan pun gue tetep lulus dan nggak bakal dikeluarin dari sekolah. " ucap alex sambil cekikikan
"yee dasar.. sombong amat jadi orang, mentang mentang pinter seenak jidatnya aja buat bolos sekolah!! gue keluarin dari sekolah baru tau rasa lo!!. " ucap afifah
"eh ya jangan dong!! lagian gue kerja begini juga buat lo, buat memenuhi kebutuhan lo supaya lo nggak merasa kekurangan selama jadi istri gue. " ucap alex
"terserah lo deh, yang penting lo harus jaga kesehatan disana dan ingat lo disana jangan macem macem, awas aja lo kalo sampek lo pulang bawa selingkuhan, huh! gue mutilasi tu selingkuhan lo didepan mata kepala lo sendiri!!. " ancam afifah dengan menatap alex dengan tatapan tajam setajam silet. Wkwkwk becanda.
"sadis amat neng ancamannya!. " ucap alex sambil bergidik ngeri membayangkannya.
"lo juga jangan macem macem selama gue tinggal, awas aja kalo sampek gue pulang gue dengar lo lagi deket sama seseorang, wah.. gue baku hantam juga tu orang biar nggak deketin lo lagi!!. " ancam alex pada afifah.
"tenang aja gue orangnya nggak kayak gitu kok. " ucap Afifah membanggakan dirinya.
"halah.. nggak percaya gue sama lo!! lo kan bunglon. " ucap alex
"bunglon? cantik cantik gini dikatain bunglon!!." protes afifah tak terima
__ADS_1
"iya lo itu bunglon!! suka nemplok sana nemplok sini, semuanya ditemplokin." ucap alex
"enak aja kalo ngomong!! gue nggak kayak gitu ya!! gue bukan cewek murahan!!." protes afifah lagi.
"buktinya lo sama mike nemplok, sama angga nemplok, sama agung nemplok, sama aska dan diki pun lo juga nemplok, apalagi sama siapa tu namanya gue lupa, ah iya reza, nemplok banget malahan, bikin gue kesel aja liatnya!!." ucap alex sambil menatap afifah sinis. ada sorot kecemburuan dimanik mata alex, tapi Afifah tidak mengetahui hal itu.
"wajar aja sih!! gue kan sama mereka temenan dan kalo sama reza, gue sama dia sahabatan!!." ucap Afifah
"tetap aja lo sama aja kayak bunglon!! gue aja nggak pernah tuh jalan sama cewek selain lo, tapi lo malah sering keluyuran sama mereka. " ucap alex dengan nada kesal.
*gue takut lo lebih nyaman sama mereka ketimbang sama gue dan gue nggak mau jika suatu saat lo ninggalin gue demi mereka* batin alex
tiba tiba terdengar suara, bahwa pesawat yang akan alex tumpangi akan segera berangkat.
"yaudah kalo gitu gue pergi dulu ya!! jaga diri baik baik selama gue pergi. " pamit alex sambil memeluk afifah
"lo juga harus jaga diri baik baik, jangan telat makan dan jaga kesehatan, dan jangan lupa kabari gue kalo udah nyampek sana." ucap Afifah sambil melepaskan pelukan mereka.
"kenapa? apa ada yang ketinggalan?." tanya Afifah saat alex sudah sampai dihadapannya kembali
"iya, ada sesuatu yang sangat penting gue tinggalkan dan sesuatu itu yang bikin gue semangat saat kerja nanti." jawab alex
"sesuatu apaan? biar gue ambilin." ucap afifah, lalu ia hendak pergi namun dengan cepat alex mencegahnya lalu mencium bibir merah muda afifah.
"hmppmmhh... hpmmhh.. " afifah yang kaget pun hanya diam saat alex menciumnya lalu saat ia sadar ia mencoba melepasakn ciuman itu namun ia kalah dan akhirnya ia ikut membalas ciuman itu.
banyak orang yang melihat Afifah dan alex berciuman, itu karna mereka berada ditempat yang ramai. dan mereka hanya tersenyum saat melihat pasangan romantis itu.
"hos.. hos...hos.. " ucap afifah yang hampir kehabisan nafas setelah berciuman tadi.
"makasih atas ciumannya, ciuman kedua lebih enak dari pada ciuman pertama waktu itu, karna sekarang lo ikut membalasnya. " ucap alex sambil tersenyum.
ya memang, mereka berdua belum pernah berciuman lagi setelah ciuman pertama mereka dulu dan ini adalah ciuman kedua mereka.
__ADS_1
"sekali lagi makasih atas ciumannya, gue jadi semangat kerja kalo gini, byee~." setelah mengucapkan itu alex lalu pergi sambil menyeret kopernya .
"DASAR MESUM, SERIGALA MESUM, NYEBELIN, MAIN NYOSOR AJA!!. " teriak afifah setelah alex pergi, tapi alex masih bisa mendengarnya dan dia hanya tersenyum menghadap kearah afifah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya man teman🤗
sampai jumpa di episode berikutnya
.
.
__ADS_1
.