WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 306 : Kembalilah ini bukan tempatmu


__ADS_3

"Papa juga nggak nyangka kamu melakukan semua ini nak. Papa merasa telah gagal mendidikmu, sungguh perbuatan mu itu sangat keji. Itu nyawa orang Justin bukan hewan, dimana letak hati kamu ha? siapa yang mengajari kamu sehingga kamu menjadi seorang psikopat begini!" bentak Jeff ikut emosi.


Tak pernah terlintas sekalipun dalam pikirannya anak tunggal kesayangannya yang dia rawat dari kecil sendirian ternyata adalah seorang psikopat yang sudah tega membunuh bahkan sempat ingin memperkosa seorang gadis dibawah umur.


"Tolong dengerin penjelasan aku dulu om tante Papa. Apa yang cowok penikung itu katakan semuanya tidak benar, aku tidak melakukan hal itu" ucap Justin berusaha mengelak.


Mendengar hal itu amarah Alex semakin memuncak, dia lantas bejalan mendekat dan kembali memberi bogem mentah pada Justin.


Bugh


"Dasar brengsek! emang benar-benar bangsat ya lo! setelah semuanya terbukti lo masih mau ngelak? nggak tau malu banget ya lo jadi orang" bentak Alex degan suara keras.


"Astaghfirullahalazim Alex sabar sayang sabar jangan mudah tersulut emosi nanti kamu bisa mencelakai dia, mommy nggak mau kamu masuk penjara nak" ucap Mommy yang langsung menarik tubuh putranya menjauh sebelum dia kembali menghajar.


"Gimana aku mau sabar mom, dia sudah merusak hidupku"


"Iya mommy tau tapi kamu harus tetap mengontrol emosi kamu, jangan sampai kelewatan. Jika kamu bertindak berlebihan nanti takutnya malah kamu sendiri yang kena" ucap Mommy yang masih berusaha menahan putranya.


◆◇◆◇◆◇◆◇


Sedangkan Afifah, gadis itu kini tengah bingung mencari asal suara yang sedari tadi memanggil namanya. Suasana yang sangat gelap membuat dirinya kesusahan untuk berjalan.


"Vita... " suara itu yang tadi terus terdengar di telinganya.


"Siapa lo? keluar sini, jangan jadi pengecut lo" teriak Afifah untuk kesekian kalinya.


"Vita... "


"Sialan jangan sembunyi, kalo emang punya nyali keluar sini!" teriak Afifah semakin keras sambil melihat sekitar namun ia tak bisa melihat apa-apa, semuanya tampak gelap gulita.

__ADS_1


"Vita.." suara itu kembali terdengar.


"Siapa sih lo sebenarnya? kenapa dari tadi manggil gue terus, kalo emang lo ada tolong keluar. Jangan buat gue takut, lo dimana?" teriak Afifah kembali.


"Aku disini, di belakang mu" ucap orang itu.


Afifah kemudian berbalik dan tiba-tiba sebuah cahaya muncul dengan sangat silaunya. Seketika suasana yang tadinya gelap berubah menjadi terang.


Dan deg!


Afifah dibuat terkejut saat melihat sosok yang sangat dia kenal berdiri tak jauh darinya. Sosok itu tampak tengah tersenyum manis padanya sambil merentangkan tangan.


"Bang Fian" gumam Afifah dengan bibir bergetar.


Ya, sosok itu adalah Fian, kakak kandung Afifah. Dengan langkah terburu Afifah pun lantas berlari dan langsung merangkul erat tubuh sang kakak.


"Abang i-ini aku nggak mimpi kan, ini beneran bang Fian kan?" gumam Afifah didalam pelukan.


"Ya Tuhan abang, hiks.. hiks.. akhirnya kita bisa bertemu lagi. setelah sekian lama. Aku rindu sama abang" tangis pecah Afifah.


"Abang juga, bahkan abang lebih merindukan Vita" jawab Fian mengelus lembut anak rambut adiknya.


Cukup lama mereka berpelukan sebelum akhirnya Fian mulai melepaskan pelukan mereka.


"Udah jangan nangis, masa adik abang yang cantik ini cengeng sih" ucap Fian seraya menyeka pelan air mata di pipi adiknya.


"Vita, kamu ngapain disini hm? ini bukan tempat kamu. Sekarang kamu pulang ya"


"Enggak, aku mau ikut sama abang aja. Aku nggak mau pulang, jika aku balik nanti aku enggak bisa ketemu abang lagi"

__ADS_1


"Tapi Vita, kalo kamu ikut abang nanti mama sama papa gimana? kasian mereka jika kamu juga berada disini, mereka akan sedih"


"Aku tau tapi aku udah capek bang hidup di dunia. Aku capek setiap hari harus menderita, sejak abang pergi kehidupan ku menjadi berubah. Asal abang tau, Jeje sampai sekarang masih terus menggangguku, aku benci dia bang. Gara-gara dia abang jadi tiada, aku nggak mau balik. Aku mau disini aja ikut abang"


"Vita dengerin abang, jika kamu disini lantas bagaimana dengan suami dan anak kamu. Apa kamu lupa sekarang kamu sudah menikah, kalo kamu pergi nanti anakmu bagaimana? apa kamu tega membiarkan mereka tumbuh tanpa adanya sosok ibu hm? apa kamu juga tidak kasian melihat suamimu seperti itu, selama ini dia sudah cukup menderita karena ulah Justin jadi jangan kamu tambah lagi lukanya. Kalian berdua berhak bahagia sayang" nasehat Fian.


Afifah hanya diam, dia sedang mencerna ucapan kakak kandungnya.


"Abang mohon kembalilah, ini belum saatnya kamu berada disini. Perjalanan hidup kamu masih panjang" ucap Fian menatap dalam manik mata biru adik kesayangannya sambil mengelus lembut telapak tangannya.


Afifah melirik sebentar sebelum dirinya mengangguk pelan.


"Baiklah, aku balik tapi abang harus janji kalo abang harus tetap ada disamping Vita. Jangan tinggalin Vita"


"Iya abang janji, kapanpun Vita ingin ketemu nanti abang akan datang. Jadi kamu jangan merasa sendiri, ingatlah akan selalu ada sosok yang selamanya menyayangi kamu"


"Sekarang, ayo abang antar" lanjut Fian.


Mereka berdua kemudian berbalik dan berjalan menuju sebuah lorong. Tiba-tiba saja sebuah cahaya kembali muncul, Fian pun lantas langsung mendorong tubuh adiknya masuk kedalam sana.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2