
Dirumah orang tua Afifah
Saat ini Mama sedang mengetuk ngetuk pintu kamar Afifah karna sejak pagi tidak melihat Afifah sarapan maupun keluar kamar.
Tok tok tok
"AFIFAH BANGUN SAYANG!! "
Tok tok tok
"AFIFAH BANGUN SUDAH SIANG INI MASA MASIH MAU TIDURAN, EMANG KAMU NGGAK LAPER!!"
"AFIFAH BANGUN"
"AFIFAH KALO KAMU NGGAK BANGUN JUGA MAMA AKAN DOBRAK DAN MENYERET KAMU KE KOLAM. MAU KAMU!! "
Mama Afifah terus menerus mengetuk pintu dan meneriaki anaknya namun sama sekali tidak mendapat sahutan.
"Nyonya, non Afifah nya nggak ada didalam kamar Nya" ucap pelayan dirumah Afifah.
"Nggak ada? emang dia kemana?" tanya Mama Afifah.
"Sebenarnya tadi malam setelah Tuan dan Nyonya pergi, non Afifah izin pergi katanya sebentar tapi saya tunggu tunggu sampai siang ini belum pulang. Saya khawatir Nya tapi nggak berani bilang Nyonya nanti takutnya non Afifah marah sama saya soalnya tadi malam dia berpesan jika jangan bilang Tuan dan Nyonya kalo non Afifah keluar malam" jawab pelayan itu menunduk.
"Anak nakal itu bener-bener ya!! " ucap Mama Afifah geram.
"Kalo gitu saya izin pemisi Nya, mau bersih-bersih halaman depan" pamit pelayan itu dan dijawab anggukan kepala.
Mama Afifah pun kemudian turun kebawah dan berjalan menuju teras lalu duduk disana.
"Kemana perginya Afifah. Udah siang begini masa belum pulang juga, apa terjadi sesuatu ya? " ucap khawatir Mama Afifah.
"Ditelpon juga nggak aktif. Terus Mila sama Iza juga nggak tau dimana Afifah" gerutu Mama Afifah.
"Aahh.. bikin pusing aja sih. Aku harus gimana ini? " ucap Mama Afifah cemas sekaligus bingung.
"Oh iya, telpon Alex aja. Barangkali dia tau dimana Afifah" ucap Mama Afifah.
Dengan cepat Mama Afifah langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Alex. Tak butuh waktu lama telpon itu langsung tersambung.
📞 Alex : " Hallo Ma, Assalamualaikum " ucap Alex dari seberang telpon.
📞 Mama : " Iya, Waalaikum salam" jawab Mama.
📞 Alex : "Ada apa Ma? Kangen ya sama Alex, yaelah Ma baru juga kemarin ketemu masa udah kangen"
📞 Mama : "Mulai lagi nih narsis nya. Siapa juga yang kangen sama kamu"
📞 Alex : " Ih.. Mama mah gitu banget ngomongnya. Sekali kali bikin hati menantunya senang napa"
📞 Mama : " Nggak usah lebay"
📞 Alex : "Biarin. Kan lebay nya cuman sama Mama doang"
📞 Mama : "Nggak usah ngegombal. Nggak bakal mempan sama Mama"
📞 Alex : "Pantesan aja Afifah nggak pernah baper ternyata nurun Mama. Ahh.. jadi nggak asik dong"
📞 Mama : " Siapa yang ngak asik? "
📞 Alex : "Mama lah siapa lagi. Kenapa sih pake segala nurunin sifat batu Mama ke Afifah, kan kalo gitu Alex nggak bisa bikin dia baper dong"
📞 Mama : "Lah kenapa jadi Mama yang salah? "
📞 Alex : "Yakan Mama itu Mama nya Afifah kalo nggak nurun Mama terus nurun siapa lagi? Papa? Nggak kan "
📞 Mama : "Terserah deh. Capek Mama debat terus sama kamu. Nggak akan ada habisnya"
📞 Alex : "Hahahaa... "
📞 Alex : "Oh ya Ma, kenapa Mama telpon? "
📞 Mama : "Astaga.. sampe lupa Mama karna nanggepin omong kosong kamu"
📞 Alex : "Kenapa Ma? "
📞 Mama : "Ini Mama mau tanya. Kamu lihat Afifah nggak Al? soalnya dari semalam belum pulang. Kamu tau dia dimana? "
📞 Alex : "Tau Ma. Nih dia lagi bersihin dapur sama ngepel lantai"
📞 Mama : "Ngepel?"
📞 Alex : "Iya Ma ngepel, nih kalo Mama kagak percaya Alex tunjukin ya tapi dialihkan dulu menjadi video call"
__ADS_1
📞 Mama : "Alihkan saja. Mama juga penasaran gimana caranya anak itu ngepel, kan dia tidak pernah bersih bersih"
Alex pun kemudian mengalihkan panggilan telpon menjadi video call dan segera diterima oleh Mama.
📽 Alex : "Tuh Ma lihat, Afifah nya lagi ngepel kan" ucap Alex setelah panggilan beralih video call.
📽 Mama : "Iya lagi ngepel. Tapi tumben banget dia mau ngepel, kan biasanya dia nggak mau? "
📽 Alex : "Karna dia udah bikin ulah makanya dia bersih-bersih dapur"
📽 Mama : "Ulah apa? "
📽 Alex : "Membakar dapur"
📽 Mama : "Apa!! dapur kalian kebakaran"
📽 Alex : "Iya Ma dapur kita kebakaran. Mana gede lagi apinya tapi untungnya cuman kompor sama wajan aja yang rusak"
📽 Mama : "Kok bisa kebakaran?"
📽 4lex : "Tanya aja tuh sama anak Mama. Kenapa dapur bisa kebakar"
📽 Mama : "Jadi ini ulah anak itu. Oh ya ampun.. bener-bener deh, selalu aja buat masalah"
📽 Mama : "Mana dia, Mama ingin bicara"
Alex pun menghadapkan kamera nya ke arah Afifah dan terlihatlah Afifah yang sedang mengepel lantai serta disampingnya ada kompor dan wajan yang Alex taruh dikardus untuk dibuang.
📽 Alex : "Tuh Afifah nya, Mama bisa lihat sendirikan gimana keadaan dapur saat ini. Gosong banget temboknya dan juga kompor sama wajan sampai rusak parah.
📽 Mama : "AFIFAH... "
Teriak Mama saat kamera menyorot wajah anaknya membuat Afifah yang kala itu sedang mengangkat kardus menjadi kaget.
Prangg
Suara kompor dan wajan yang jatuh akibat Afifah melempar kardus itu.
*Mama... ini beneran suara Mama atau cuman ilusi gue aja. Tapi kalo ilusi kok nyeremin gini kayak asli* batin Afifah
"Woyy. Mama video call nih" ucap Alex sambil berjalan ke arah Afifah.
"Mama? jadi tadi beneran suara Mama? " tanya Afifah.
"Kampret!! Kenapa lo video call sama Mama. Nanti gue bisa diamuk massa sama Mama dan Papa belum lagi nanti kalo Mommy sama Daddy tau bisa-bisa gue diomelin sama mereka berempat" seru Afifah sambil mencubit lengan Alex.
"Ya itu sih salah lo sendiri" ucap Alex.
"Nggak bisa gitu lah. Ini salah kita berdua kan gue bakar dapur juga karna masakin elo" ucap Afifah.
"Enak aja gue lo seret-seret ke dalam masalah ini. Gue kan nggak tau dan nggak minta buat lo masak jadi bukan salah gue dong" ucap Alex.
"Pokoknya ini juga salah elo" ucap Afifah.
"Heh sembarangan, main nyalahin orang" ucap Alex.
Mereka pun terus berdebat tanpa sadar jika panggilan video call masih berlangsung sehingga Mama melihat adu mulut antar mereka.
"Egghhtt.. gue jambak ya lo kalo masih ngeyel" kesal Afifah.
"Jambak aja toh yang salah tetep elo bukan gue" balas Alex membuat Afifah makin kesal.
Lalu dengan sekali jangkau tangan Afifah berhasil mengapai rambut Alex dan menjabaknya membuat Alex meringis kesakitan.
"Aduh.. aduh.. sakit woyy!! jangan lo tarik rambut gue entar kalo gue gundul gimana?" keluh Alex sambil memegangi kepalanya yang masih terjambak.
"Ya nggak papa gundul. Biar kepala lo sama kayak kepala kartun idola lo itu, upin ipin" ucap Afifah.
"Ya iya kalo jadi upin ipin. Tapi kalo gagal dan malah jadi botak gimana? mau lo punya suami kayak tuyul? " tanya Alex.
"Mau aja kalo bisa nyari duwit" jawab Afifah.
"Dasar bini matre" seru Alex.
"Biarin yang penting kan uangnya gue tabung bukan buat foya-foya" balas Afifah.
Alex hanya menatap sinis.
"Lepasin woyy?! jambakannya, sakit nih" ucap Alex yang kembali meringis.
"Bentar lagi. Suruh siapa tadi bikin gue emosi" ucap Afifah.
"Ni anak bener-bener yah" ucap Alex lalu membalas Afifah dengan cara menjepit kepala Afifah dilengannya sehingga wajah Afifah tepat mengahadap ketiak Alex.
__ADS_1
"Alex Saputra!! Lo belum mandi ya" teriak Afifah ketika memghisup bau asem diketiak Alex.
"Emang belum kan gue tadi lansung turun kesini" jawab Alex yang masih menjepit kepala Afifah.
"Kenapa? bau asem ya? " tanya Alex.
Afifah mengangguk sambil menutup hidungnya dengan tangan kiri sedangkan yang kanan dia gunakan untuk menjambak rambut Alex.
"Hahahaha.. rasain tuh. Kebetulan banget dari kemarin sore gue belum mandi" tawa Alex yang makin memeperdalam jepitannya sehingga hidung Afifah berada diketiaknya.
"Ihh.. dasar jorok. Lepasin nggak tangan lo" ucap Afifah sambil menahan nafas.
Alex menggeleng sambil tertawa melihat ekspresi wajah Afifah.
"Gue bilang lepasin sebelum gue jatuh pingsan ni" ucap Afifah yang tak tahan untuk menghirup bau badan Alex.
"Nggak mau" ledek Alex.
📽 Mama : "ALEX.. AFIFAH.. "
Suara teriakan Mama dari ponsel membuat mereka berdua tersadar jika sambungan video call nya masih menyala.
"Mama" ucap mereka berdua bersamaan.
📽 Mama : "Bisa nggak sih kalian itu diam. Nggak capek apa berantem terus haa? "
📽 Alex : "Ini Ma, Afifah yang duluan nyari gara-gara"
📽 Afifah : "Eh, enak aja gue. Nggak Ma bukan aku yang mulai tapi si biang kerok ini"
📽 Alex : "Kenapa jadi gue, elo kan yang mu--"
📽 Mama : "STOP!! JANGAN RIBUT LAGI"
📽 Alex Afifah : "Iya Ma"
📽 Mama : "Fi, kenapa dapur kamu bisa kebakar haa? kamu main kembang api disana?"
📽 Afifah : "Ya nggak lah Ma. Otak Afifah masih sehat ya nggak mungkin main kembang api didalam rumah. Mama mah ada ada aja"
📽 Mama : "Terus kenapa bisa kebakar?"
Afifah pun menceritakan penyebab nya membuat Mama marah sehingga ia diomeli habis habisan dengan Mama nya.
"Sukurin kena marah Mama" ledek Alex saat panggilan video call dengan Mama sudah berakhir.
"Sialan!! nggak usah ngeledek lo. Gue jambak lagi tau rasa lo" ucap Afifah ketus.
"Jambak aja. Gue nggak takut " ucap Alex.
"Nantangin gue ya lo. Awas aja kalo ngeluh sakit lagi" ucap Afifah lalu bersiap akan menjambak lagi namun tidak jadi karna mendengar suara telpon berdering.
*Dert dert dert
"Siapa yang telpon? " tanya Alex.
"Mommy" jawab Afifah.
"Mampuss deh kita berdua. Bakal kena omel lagi" gerutu Alex.
"Diangkat nggak ini? " tanya Afifah.
"Angkat aja nanti kalo kita tolak Mommy bakal datang kesini dan makin bahaya jika Mommy yang turun tangan. Lo kan tau sendiri kalo Mommy itu orangnya cerewet plus galak sama kayak Mama" jawab Alex.
Afifah pun mengangkat panggilan telpon itu dan benar saja baru juga tersambung eh suara menggelegar khas Mommy terdengar keras ditelinga mereka.
Mommy terus saja memarahi dan mengomeli mereka berdua sampai membuat Alex dan Afifah tak berkutik.
.
Jangan lupa Like Komen dan vote 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
Aku up 2 hari sekali ya, soalnya lagi sibuk daring.
Jadi harus bagi waktu dan sambil nunggu ini up kalian bisa membaca karya novel saya yang satunya.
" ♥ MENIKAH KARNA DIJEBAK ♥ "
See you next episode😘
__ADS_1