WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 256 : Perih sekali


__ADS_3

Sementara di dalam kamar, saat ini Afifah mulai terbangun dari tidurnya sebab merasakan pegal pegal di seluruh tubuhnya akibat pertempuran semalam dengan suaminya.


Sedikit menyingkap selimut yang menutup tubuhnya dan tampaklah dirinya yang masih telanjang bulat dengan banyak sekali stempel kepemilikan Alex memenuhi hampir seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah.


Melihat itu Afifah segera menutupnya kembali, bayang bayang tentang kejadian tadi malam tiba tiba saja tanpa permisi masuk di dalam pikirannya membuat ia reflek menutup kedua matanya dengan tangan.


"Resek, kenapa gue jadi inget kejadian semalem sih. Kalo gini kan gue jadi malu astaga" cebik Afifah memukul mukul dahinya pelan berharap bayangan itu segera hilang.


Sedangkan Alex sekarang ini dia sudah sampai di depan kamar, tanpa basa basi pria itu lantas langsung membuka pintu kamarnya dan terlihatlah Afifah yang sedang duduk di atas ranjang dengan selimut tebalnya.



"Loh pai udah bangun?" suara Alex barusan membuat Afifah yang tengah melamun menatap jendela menjadi buyar.


Ia pun menoleh dan mendapati Alex baru saja masuk ke dalam kamar dan berjalan mendekat ke arah dirinya.


"Kapan lo bangun?" tanya ulang Alex sambil mengelus lembut rambut pirang istrinya setelah sampai disana.


"Baru saja" jawab singkat Afifah.


"Gimana tidurnya? nyenyak?" tanya Alex sambil ikut mendudukan dirinya di tepi ranjang.


"Iya nyengak, bahkan sangat nyenyak sampai sampai mata gue jadi menghitam" jawab Afifah dan dibalas tawa oleh Alex.


"Diem nggak usah ngledek, gue gampar lo nanti. Gue begini juga karena ulah elo" ucap Afifah melirik sinis.


"Hahaha sorry sorry, habisnya gue nggak bisa nahan" ucap Alex menoel gemas hidung istrinya yang tengah cemberut.


"Oh ya btw di bawah ada anak anak tuh lagi dateng, mereka semua sedang nyariin elo katanya pengen lihat elo"


"Hah anak anak?"


"Iya, noh mereka lagi duduk di ruang tamu sama Iza Mila Diki dan Aska"


"Mau ngapain kesini?"


"Gue juga nggak tau, tadi aja gue sempet kaget waktu buka pintu dan lihat mereka semua" jawab Alex menggeleng.


"Terus sekarang udah jam berapa?"


"Jam 11.30 wib"


"Apa! kalo gitu gue harus cepat mandi nih, nanti mereka bisa mikir macam macam kalo tau gue bangun kesiangan" ucap panik Afifah.


"Gue siapin airnya ya biar cepet" tawar Alex.

__ADS_1


"Iya makasih, buruan tapi"


"Iya" Setelah menjawab Alex pun kemudian berdiri dan berjalan menuju ke dalam kamar mandi.


Sepeninggal suaminya Afifah lalu secara pelan mulai beranjak turun dengan selimut yang masih membalut seluruh tubuhnya untuk menutupi tubuh polos miliknya.


Namun pada saat hendak melangkah tiba tiba saja Afifah merasakan perih di pangkal pahanya sehingga membuat gadis itu kembali duduk.


"Sssstttt... ya ampun kenapa perih sekali" rintihnya sedikit meringis.


Tak mau menyerah Afifah kemudian mencoba kembali berjalan tapi baru berjalan dua langkah rasa sakit itu semakin terasa membuatnya terpaksa berhenti sejenak.


"Akkhhkk ya tuhan kalo begini terus kapan gue mandinya, baru selangkah doang udah sakit banget" keluhnya memejamkan mata.


Alex yang baru saja kembali dari kamar mandi melihat Afifah yang tampak sedang kesakitan lantas menghampiri.


"Pai lo kenapa? apa lo terluka? kenapa muka lo kayak kesakitan gitu?" tanya Alex dengan wajah cemasnya.


"Kaki gue sakit, gue nggak bisa jalan. Perih banget rasanya" jawab Afifah tanpa menoleh.


"Astaga yaudah kalo gitu gue bantuin ya"


"Eh mau ngapain?" tanya Afifah memandang was was ke arah Alex.


"Lah woy lepasin gue, gue bisa sendiri ngapain lo gendong" berontak Afifah berusaha turun dari gendongan suaminya.


"Biar cepat sampai, tadi katanya sakit. Gue nggak tega lihat lo kesakitan"


"Kata siapa gue udah sembuh kok, tadi gue hanya becanda. Sekarang buruan turunin gue, gue bisa jalan sendiri" jawab Afifah karena dia merasa tak nyaman dengan posisinya.


"Wolf buruan turunin gue" berontak Afifah lagi namun tak di respon oleh Alex.


Pria itu malah tetap menggendongnya. Setelah sampai didalam kamar mandi Alex pun perlahan meletakkan tubuh Afifah kedalam bath up.


"Mau ngapain lo?" tanya Afifah sedikit waspada ketika melihat Alex mendadak ikut melepas kembali kaosnya.


"Mau ikut mandi sekalian memandikan lo" jawab santai Alex.


"Apa! memandikan gue!!" pekik kaget Afifah.


"Nggak... nggak... nggak usah. Gue bisa sendiri, mending lo keluar aja" lanjut Afifah sembari mendorong tubuh Alex yang hendak ikut masuk ke dalam bath up.


"Yang bener, nanti kalo lo kesakitan lagi gimana?" tanya khawatir Alex.


"Nggak akan, gue udah sembuh"

__ADS_1


"Yakin?"


"Iya yakin, jadi lebih baik lo keluar aja biar gue juga cepat mandi" jawab Afifah.


"Baiklah, kalo gitu lepasin selimutnya" pinta Alex mengatongkan tangannya ke depan.


"Kenapa di lepas?" tanya Afifah dengan perasaan cemas sekaligus takut menatap sang suami.


"Memangnya elo mau mandi sambil memakai selimut, nggak kan. Makanya sini kasih gue"


"Ah iya benar juga, tapi elo harus balik badan dulu" ucap Afifah.


"Untuk apa?" tanya Alex dengan alis terangkat satu.


"Gue malu" jawab Afifah menunduk.


"What malu? nggak salah denger nih gue, cewek modelan kayak elo ternyata punya malu juga?"


"Ya punya lah lo pikir gue apaan" sahut sinis Afifah.


"Lagipula ngapain lo malu sama gue, nggak ada gunanya. Toh gue juga udah melihat semuanya tadi malam dan merasakannya bahkan gue udah hafal setiap lekuk dan bentuk tubuh lo jadi ngapain lo malu" jawab Alex sambil tersenyum miring.


"Haisstt ngomongin ginian gue jadi pengen ngulang lagi kan" sambungnya seketika membuat Afifah spontan mendonggak.


"Alex saputra!! dasar mesum, berani banget lo ngomong gitu ke gue" teriak Afifah menatap tajam dengan nafas memburu.


"Hahahaha.. baik baik gue akan balik badan tapi lo jangan teriak, bisa berabe nanti kalo anak anak denger suara teriakan lo. Disangkanya kita aneh aneh lagi" ucap Alex kemudian membalikkan badan.


"Ya makanya nggak usah bikin gue emosi" balas Afifah lalu dia mulai melepaskan selimut di tubuhnya.


"Nih selimutnya, jangan balik badan dan tetaplah pada posisi awal atau enggak gue teriak lebih kenceng lagi nih" ancam Afifah seraya memberikan selimut itu ke arah Alex.


"Iya iya" sahut Alex sambil menerima selimut tersebut kemudian segera keluar dari dalam kamar mandi sana.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2