WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 209 : Rumah Iza


__ADS_3

"Lex, lo sebenarnya ada masalah apasih sama Afifah. Kok dia bisa sampai kabur dari rumah?" tanya Diki menatap ke arah sahabatnya yang sedari tadi hanya diam di sampingnya dengan wajah murung.


Sekarang ini mereka masih ada diperjalanan untuk pergi menuju ke arah rumah Iza.


"Nggak papa" jawab Alex dengan nada malas.


"Jangan bohong, gue tau lo lagi ada masalah berat. Lo kalo mau cerita, cerita aja. Jangan lo pendem sendiri, lo masih punya gue jadi kalo lo mau curhat, curhat aja. Gue ini sahabat lo bukan orang asing" ucap Diki lagi sedikit memaksa.


Alex melirik sebentar sebelum akhirnya dia mulai menceritakan dan Diki pun mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Alex.


"Jadi semua ini hanya salah paham" tanya Diki setelah Alex selesai bercerita.


"Hmm... maka nya itu gue mau nyari Afifah untuk minta maaf. Gue bener bener nyesel karna udah kasar dan nggak percaya sama dia" jawab Alex.


"Terus kalo gitu, kenapa lo malah nyari ke rumah Mila dan Iza, kenapa lo nggak nyari ke rumah mertua lo aja. Barang kali dia ada disana" tanya Diki lagi dengan mata yang masih fokus mengemudi.


"Mama sama Papa sedang tidak ada di rumah, mereka sedang ada diluar kota jadi nggak mungkin Afifah ada disana" jawab Alex yang memang dia tidak mengetahui jika mertuanya itu sudah pulang. Alex pikir mereka masih berada diluar negeri karna seminggu yang lalu ortu Afifah pamit padanya jika mereka akan melakukan perjalanan bisnis selama 10 hari namun karna ada perubahan jadwal jadi mereka pulang cepat. Makanya itu Alex tidak berfikir untuk mencari kesana.


Diki hanya mangut mangut menanggapi.


Setelah kurang lebih 20 menit mengemudi akhirnya mobil mereka sampai juga di rumah Iza. Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan ke masuk ke rumah Iza.


Mereka berjalan beriringan menuju teras rumah Iza. Dan pada saat hendak mengetuk pintu tiba tiba saja pintu itu terbuka menampakkan Aska yang kala itu kebetulan juga sedang ada di rumah Iza hendak keluar rumah menjadi terkejut. Begitupula dengan Alex dan Diki yang juga ikut terkejut.


Ceklek


"Huwaaa... "


"Aaaaa. "teriak reflek Alex, Diki, dan Aska secara bersamaan karna keget.


Plak


"Heh sialan! ngapain lo ada disini, ngagetin orang aja tau nggak" seru Diki memukul pelan bahu Aska.


"Lah harusnya gue yang nanya sama lo berdua. Ngapain lo pada kesini? ini rumah pacar gue jadi wajar aja gue kemari" seru Aska balik seraya membalas pukulan Diki di bahu.


"Gue sama Alex kesini karna ada perlu sama Iza" jawab Diki sedikit meringis.


"Haa, ada perlu apa lo sama Iza. Keliatannya serius banget sampe lo rela bela belain datang kesini. Ada masalah apa sih?" tanya Aska kepo.


Alex hendak menjawab namun tiba tiba saja Iza datang dari arah dalam rumah sehingga membuat Alex tidak jadi bersuara.


"Ada apa nih rame² di rumah gue?" cebik Iza saat dia berdiri disamping Alex dkk.

__ADS_1


"Eh Ini Za, gue sama Alex kesini karna ada perlu sama lo" ucap Diki menyahut.


"Ada perlu sama gue? tumben banget, nggak biasanya lo berdua datang kesini. Emang lo mau ngomong apa sama gue?" tanya Iza dengan alis terangkat satu.


"Begini, gue kesini karna ada hal ingin gue tanyain sama lo" jawab Alex dengan wajah serius.


"Mau nanya apa sama gue? sampai tegang gitu muka lo, jadi penasaran gue" tanya Iza lagi.


"Tapi lo janji dulu sama gue kalo lo harus jujur, soalnya ini penting banget bagi gue"


"Iya iya gue janji, lo ngomong aja"


"Emm... Afifah ada disini nggak?" ucap Alex sedikit pelan sambil menatap Iza dengan tatapan berharap.


"Hah Afifah? nggak ada tuh, dia nggak kesini"


"Lah kok Nggak ada?"


"Ya emang nggak ada, Afifah nggak datang kesini atau main kesini"


"Serius lo? Afifah nggak kesini? lo sedang nggak mencoba nyembunyiin dia dari gue kan?"


"Dih, siapa yang sedang nyembunyiin sesuatu. Orang seharian ini Afifah emang beneran nggak kesini kok" ucap Iza.


"Ya ampun, kalo dia nggak ada disini juga terus dia ada dimana sekarang. Astaga Fi, lo sebenarnya pergi kemana sih, jangan buat gue bingung dong" desis Alex frustasi sambil mengusap. kasar wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Ada apa? kenapa lo nanya gini sama gue? emangnya Afifah nggak ada dirumah?" tanya Iza dengan dahi berkerut.


"Nggak ada" jawab Alex sambil menggelengkan kepala.


"Lah kok bisa, emang dia pergi kemana? setahu gue dia kalo sore begini tu Afifah nggak suka pergi keluar rumah" tanya Iza.


"Gue juga nggak tau makanya gue sedang nyari tapi belum ketemu dari tadi" jawab Alex.


"Lo udah nyari dirumah Mila? barang kali aja dia ada disana"


"Udah, gue udah kesana tapi Afifah nggak ada. Bahkan gue juga udah keliling tapi gue belum juga ketemu sama dia" jawab Alex dengan suara lemas.


"Emangnya lo sama Afifah lagi berantem?" sahut Aska bertanya.


"Hmm.. gue sama dia emang sedang berantem" jawab Alex.


"Berantem soal masalah apa? kok dia bisa sampai kabur gitu dari rumah" tanya Aska semakin kepo.

__ADS_1


"Ya berantem soal gitu, biasalah masalah rumah tangga"


"Gitu gimana sih?"


"Ya gitu, pokoknya intinya gue sama Afifah sedang berantem. Ah udahlah... jangan banyak tanya, gue nggak punya waktu banyak buat ngobrol" ucap Alex seraya berbalik lalu dia berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga sendiri.


"Eh Lex, mau kemana lo?" teriak Aska memanggil sahabatnya.


"Pergi, gue mau lanjut nyari Afifah" jawab singkat Alex sambil terus berjalan.


"Lah semprul! gue malah ditinggal, woy tungguin. Jangan pergi dulu" ucap Diki lalu dia berlari menyusul Alex


Namun saat baru beberapa langkah Diki kembali berbalik membuat Aska dan Iza saling pandang.


"Ada apa? kenapa lo balik lagi?" tanya Aska dengan wajah bingung.


"Ka, lo mau ikut nggak? kalo mau ikut nyari, ikut aja" ucap Diki sedikit berteriak sebab jarak mereka agak jauh.


"Emang boleh?"


"Ya boleh, kalo nggak boleh ngapain gue nawarin" jawab Diki.


"Kenapa? lo nggak mau? kalo lo nggak mau yaudah" sambung Diki lalu dia kembali berbalik dan hendak berlari lagi.


"Eh gue mau gue mau" jawab antusias Aska.


"Yank, aku pamit pulang dulu ya. Mau ikut Alex, kamu nggak papa kan aku tinggal?" tanya Aska pada Iza.


"Iya nggak papa"


"Beneran?"


"Iya beneran, kamu kalo mau pergi ya pergi aja. Aku nggak papa kok. Tapi nanti kalo kamu udah ketemu sama Afifah tolong kasih tau aku ya, aku juga khawatir sama dia. Takut kenapa napa"


"Iya nanti aku telpon kalo Afifah udah ketemu. Yaudah kalo gitu aku pergi dulu" pamit Aska lagi.


"Hmm, hati hati dijalan" jawab Iza.


"Oke" jawab Aska , dia pun lantas segera buru buru berlari menyusul Alex dan Diki setelah mendapat izin dari Iza.


________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍

__ADS_1


Like komen vote💜.


__ADS_2