WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 198 : Belanja ke mall


__ADS_3

Aska, Iza, Diki, dan Mila baru saja sampai dialamat rumah pribadi Alex dan Afifah. Mereka berempat lalu turun dari mobil setelah mematikan mesin mobil.


Ting tong ting tong


Aska memencet bell selamat datang digerbang masuk rumah pribadi Alex Afifah, sedangkan yang lainnya menunggu disamping Aska.


"Lex, bukain gerbangnya. Ini gue sama yang lain lagi ada didepan" teriak Aska sambil memencet bell.


"Lex, bukain gerbangnya. Kita berempat sudah ada didepan" teriaknya lagi namun tidak ada sahutan dari dalam.


Ting tong ting tong


"Alex saputra! bukain gerbangnya" sahut Diki ikut berteriak namun lagi lagi tidak ada sahutan.


"Bukain gerbangnya woy, gue sama yang lain ada didepan nih!" teriak Aska semakin kencang namun sama sekali masih belum ada sahutan.


"Lex, bukain gerbangnya. " ucap Diki sambil ikut memencet bell.


Ting tong ting tong


"Alex, kita ada didepan rumah lo nih. Bukain gerbangnya, kita mau masuk" ucap mereka sambil terus memencet bell tapi sama sekali tak ada sahutan ataupun tanda tanda pintu akan terbuka.


"ALEX SAPUTRA!! BUKAIN PINTUNYA WOII!! KITA BEREMPAT MAU MASUK. ASTAGA.. LAMA BANGET SIH, GUE CAPEK TAU NGGAK BERDIRI DISINI TERUS" teriak kesal Diki karna sedari tadi belum ada respon sama sekali.


"ALEX SIALAN! BUKAIN GERBANGNYA WOY, AELAH.. LAMA BANGET SIH LO" teriak Aska yang ikut kesal.


"Ck, tu anak kemana sih? Lama banget bukain gerbang, udah hampir 20 menit kita manggil dia tapi nggak kunjung dibukain" gerutu Mila yang sedari tadi diam berdiri disamping Diki.


"Iya tuh, Afifah juga kemana lagi. Dari tadi dipanggilin kagak keluar keluar" timpal Iza ikut menggerutu.


"Apa kita langsung masuk aja kali ya" usul Mila.


"Jangan, nggak sopan kalo main masuk rumah orang. Apalagi orang itu udah menikah" larang Aska.


"Ya terus kita harus gimana? gue capek mencet bell dari tadi" ucap Diki.


"Kita tunggu aja" ucap Aska.


"Ah kelamaan kalo nunggu, yang ada bukannya dibukain tapi malah dibiarin. Lagian mereka berdua kemana lagi, masa dari tadi dipanggilin kagak denger" ucap Mila cemberut.


"Apa jangan jangan mereka sedang tidak ada dirumah kali ya makanya kita panggil nggak ada respon" ucap Diki menerka nerka.


"Bisa jadi, lihat saja rumahnya sepi terus gerbangnya juga dikunci. Mungkin aja bener kalo mereka memang sedang tidak ada dirumah" ucap Iza menyetujui.


"Tapi mereka pergi kemana? bukannya keadaan Afifah sedang tidak baik ya, masa iya mereka sedang keluar" ucap Mila.


"Em.. kagak tau juga sih. Coba gue telpon Alex dulu" ucap Diki lalu mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi sahabatnya.


...✳️ ✴️ ❇️ ✴️ ✳️...


Sementara disisi lain.


Saat ini Alex dan Afifah sedang berada direstoran yang ada didalam salah satu mall terbesar dikota.

__ADS_1


Mereka berdua baru saja belanja kebutuhan bulanan, mulai dari sayuran, buah buahan, bahkan sampai bumbu dapur mereka membelinya sebab stok dirumah sudah habis.


"Wolf, lo mau pesen makan apa? " tanya Afifah seraya melihat buku menu ditangannya.


"Terserah gue ikut lo yang penting jangan yang berminyak" jawab Alex tanpa menoleh, dia sedang fokus dengan ponselnya.


"Lah memang kenapa nggak boleh makan yang berminyak?" tanya Afifah bingung.


"Keadaan lo kan masih belum begitu baik, jadi jangan makan makanan yang mengandung minyak dulu. Itu nggak baik buat kesehatan lo" jawab Alex melirik sekilas.


"Oh gitu ya, Yaudah deh kalo gitu gue pesen salad buah sama kebab aja" ucap Afifah mangut mangut.


"Terus lo minumnya mau minum apa?" lanjut Afifah yang kembali bertanya pada Alex.


"Lemon tea" jawab singkat Alex.


"Oke, kalo gitu saya pesen salad buahnya dua, kebab jumbonya dua, terus lemon tea nya satu sama coklat panasnya satu ya mbk" ucap Afifah pada pelayan disampingnya.


"Baik, silahkan ditunggu ya" ucap pelayan Itu dan dijawab anggukan kepala oleh Afifah.


Dia kemudian berlalu pergi untuk membuatkan pesanan makanannya.


*Dert dert dert


Terdengar suara dering telpon masuk dari ponsel lantas membuat Alex tanpa basa basi langsung mengangkatnya setelah melihat jika yang menelponnya adalah Diki.


📞 Alex : "Ya hallo Dik, ada apa lo nelpon gue?" tanya Alex saat sambungan telponya terhubung.


📞 Diki : "Lo sama Afifah sedang ada dimana? ini gue sama yang lain lagi ada didepan gerbang rumah pribadi kalian berdua" sahut Diki diseberang telpon.


📞 Alex : "Memang kenapa? ada keperluan apa lo semua dirumah gue?"


📞 Diki : "Nggak ada apa apa sih, kita berempat cuman mau jenguk keadaan Afifah sama mau kasih tau info sedikit tapi setelah kesini eh nggak taunya lo berdua malah keluar"


📞 Alex : "Ya sorry, lagian lo datang nggak kasih kabar gue dulu sih jadinya ya gini. Kagak bisa ketemu"


📞 Diki : "Gimana mau ngabarin elo, orang gue aja dikasih taunya juga mendadak jadi ya nggak kepikiran buat ngabarin elo" balas Diki dari seberang.


📞 Alex : "Btw tadi katanya lo mau kasih info sama gue, emang info apaan itu?"


📞 Diki : "Oh itu soal Info tentang sekolah. Tadi ada pengumuman kalo mulai besok senin kita sudah mulai ujian buat kelulusan. Kata bu Rini semua siswa kelas XII wajib masuk"


📞 Alex : "Apa! ujian?"


📞 Diki : "Iya ujian, lo jangan lupa masuk. Jangan bolos, kasih tau istri lo juga buat masuk. Dan usahakan besok senin lo berdua berangkat pagi"


📞 Diki : "Udah itu aja yang pengen gue omongin sama lo. Kalo gitu gue tutup telponnya ya, ingat besok senin lo harus sekolah. Jangan bolos, udah mulai ujian ini jadi usahakan untuk tidak buat masalah dulu"


📞 Alex : "Hmmm"


📞 Diki : "Sipp lah, kalo gitu gue tutup telponnya ya" balas Diki sebelum akhirnya panggilan telpon itu berakhir.


Alex kemudian meletakan ponselnya diatas meja.

__ADS_1


"Siapa yang nelpon Wolf?" tanya Afifah yang sejak tadi diam memperhatikan.


"Diki, dia sama yang lain datang ke rumah kita tapi mungkin sekarang udah balik" jawab Alex dan dibalas anggukan kepala oleh Afifah.


"Oh ya tadi ditelpon kata Diki mulai besok senin udah mulai ujian, katanya kita disuruh masuk gitu, emang bener ya?" tanya Alex seraya berbalik dan menghadap ke arah Afifah yang berada disamping kirinya.


"Iya, besok senin memang sudah mulai ujian. Kata bang Dian semuanya wajib masuk sekolah untuk mengikuti ujian itu" jawab Afifah.


"Kenapa lo nanya gitu sama gue? tumben banget, nggak biasanya lo nanya soal ginian sama gue" tanya Afifah dengan alis terangkat satu.


"Nggak papa, cuman lagi mikir aja, kalo besok senin sudah mulai ujian jadi otomatis tinggal dua bulan lagi dong kita berdua lulus" jawab Alex dengan tersenyum.


"Terus kalo lulus kenapa? kok lo kayak seneng gitu mukanya" tanya Afifah heran.


"Ya seneng lah, secara kan kalo kita lulus berarti udah nggak ada alasan lagi buat lo ngehindar dari kewajiban lo jadi istri. Gue juga udah nggak perlu lagi jaga jarak ataupun nahan nafsu gue buat nggak nyentuh tubuh lo" jawab santai Alex membuat Afifah seketika langsung melotot kaget dan reflek memukul keras lengan kiri Alex.


Plak


"Sialan! tutup mulut lo ya, jangan sembarangan lo kalo ngomong. Kita lagi ada ditempat umum ini, kalo misal nanti ada yang denger gimana?" seru Afifah menatap tajam Alex.


"Auu.. biasa aja kali, nggak usah kasar gitu napa. Lagi pula biarin aja kalo ada yang denger, toh mereka juga nggak kenal sama kita berdua" balas Alex sedikit meringis.


"Meskipun nggak kenal tapi ya jangan asal ceplas ceplos aja mulutnya. Nanti mereka bisa mikir aneh aneh tentang kita, gue nggak mau ya kalo nama baik gue tercemar gara gara ucapan lo ini. Dasar mesum, pikirannya selalu saja kayak gitu" cebik kesal Afifah sambil melirik sinis.


Alex hanya tercengir dengan muka tanpa dosa. Afifah kemudian berdiri dari duduknya sambil memakai topi dikepalanya.


"Mau kemana lo?" tanya Alex dengan dahi berkerut.


"Ke toilet bentar, lo disini aja. Gue nanti kesini lagi" jawab Afifah.


"Ouh.. yaudah sana, tapi jangan lama lama ditoiletnya nanti makanannya keburu dateng" ucap Alex mengizinkan.


"Iya" sahut Afifah lalu segera pergi menuju toilet umum yang ada didalam mall.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada orang yang sedang mengikuti mereka dan terus mengawasi pergerakan mereka berdua. Orang itu duduk dimeja belakang tempat Alex dan Afifah.


"Yes, target keluar. Ini saatnya gue beraksi" gumam orang itu seraya ikut berdiri lalu berjalan dibelakang Afifah.


Orang itu terus mengikuti Afifah sambil mengendap ngendap sampai pada akhirnya dia berhenti didepan sebuah toilet umum yang bisa digunakan baik cewek atau cowok.


Afifah masuk kedalam salah satu toilet yang ada disana lalu setelah Afifah masuk, orang tersebut langsung mengunci pintu toilet yang dipakai Afifah dari luar. Keadaan didalam toilet sedang sepi jadi tidak ada orang yang mengetahuinya.


"Hahaha.. rasain lo, makanya jangan macem macem sama gue" gumam orang itu tersenyum miring lalu dia segera pergi dari sana meninggalkan Afifah sendirian didalam toilet.


__________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak😍


Like komen vote gitu💙


Biar Authornya juga makin semangat untuk up bab selanjutnya♨️


See you next episode😘

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2