WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 261 : Julid


__ADS_3

Keesokan harinya seperti yang di rencanakan Justin kemarin, pagi ini dia sedang ada di bandara untuk kembali ke negara asalnya.


Dia tidak datang sendiri melainkan ada Reza yang ikut datang ke bandara karena tadi mengantarkannya atas permintaan Reza sendiri. Sekarang ini mereka berdua sedang duduk di kursi penunggu untuk menunggu pesawat Justin.


"Za, lo. kalo mau pulang ya pulang aja jangan ikut nungguin gue, gue nggak papa kok sendirian kan pesawatnya lima belas menit lagi juga mau berangkat" ucap Justin yang merasa sedikit tidak enak dengan temannya.


"Nggak deh, gue disini aja" jawab Reza.


"Emangnya lo nggak sibuk?"


"Enggak, hari ini gue free" balas Reza.


"Ngomong ngomong lo di Belanda berapa hari?" lanjut Reza bertanya.


"Nggak tau palingan ya seminggu dua minggu habis itu gue balik lagi ke Indo"


"Oh gue pikir lo kagak bakal balik"


"Ya nggak mungkin lah gue nggak balik ke Indo nanti Vita gue gimana? lo tau sendirikan kalo gue nggak bisa jauh dari dia" balas Justin.


"Dih, sadar woy dia udah nikah, udah punya suami lo jangan macem macem ya. Awas aja kalo lo berani gangguin hubungan Alex dan Afifah, gue bakal kasih lo perhitungan kalo itu sampai terjadi" ucap Reza sinis.


Namun Justin hanya diam, tak berselang lama tiba tiba terdengar suara jika pesawat yang akan dinaikinya akan segera berangkat. Mendengar hal itu Justin pun langsung berdiri dari duduknya diikuti Reza yang juga ikut berdiri.


"Eh pesawat gue udah mau take off tuh, gue cabut dulu ya. Makasih atas tumpangannya tadi" pamit Justin seraya menepuk pundak temannya.


"Iya sama sama, nanti kalo udah sampai Belanda lo kabarin gue ya" balas Reza.


"Iya beres, kalo gitu gue masuk ke dalem ya. Lo hati hati baliknya"


"Iya udah buruan sono nanti keburu take off pesawat lo" ucap Reza.

__ADS_1


Justin mengangguk lalu segera berjalan sambil menyeret koper miliknya meninggalkan Reza sendirian di sana.


"Huh! kenapa gue jadi gelisah gini ya, gue takut kalo tu anak rencanain sesuatu. Dari mukanya aja udah mencurigakan, semoga aja nggak terjadi apa apa" gumam Reza yang kemudian berbalik dan pergi dari area Bandara.


...ฅ(๑*▽*๑)ฅ!!...


Alex merebahkan tubuhnya di sofa panjang miliknya, dia baru saja selesai membersihkan tanaman hias di halaman belakang.


Sudah sejak tadi pagi Alex membersihkan halaman rumah miliknya dan siang ini dia baru selesai, sedangkan Afifah dia bagian membersihkan dalam rumah.


Itu sudah menjadi keseharian mereka berdua setiap harinya setelah lulus sekolah. Pekerjaan yang awalnya dilakukan seminggu sekali kini dilakukan setiap hari sehingga membuat keduanya merasa sedikit lelah.


"Hah capek banget, mana haus dan panas lagi" keluh Alex seraya memejamkan matanya di sofa tersebut.


"Wolf, udah beres bersih bersihnya?" tanya Afifah yang tiba tiba datang dari dalam rumah.


"Iya baru aja selesai" jawab Alex tanpa membuka mata.


"Udah baru aja selesai juga" jawab Afifah. Alex mengangguk menanggapi.


"Oh ya, ini gue bawain lo makan siang. Gue tau lo laper setelah bersihin halaman makanya tadi gue masakin lo makanan kesukaan lo, cumi asam manis sama ayam balado" lanjut Afifah menunjukan nampan di tangannya.


Alex pun langsung buru buru membuka mata dan bangun dari tidurnya.


"Wah seriusan, tumben banget lo mau masakin gue, biasanya kagak mau. Lagi ada apaan ini, jangan bilang kalo lo baik sama gue karena lo pengen sesuatu ya kan ngaku deh lo" cebik Alex merasa agak heran melihat tingkah istrinya yang tiba tiba perhatian.


"Kurang ajar, sembarangan aja kalo ngomong. Gue ikhlas ni buatin lo makanan, bukan karena ada maunya. Fitnah mulu perasaan, giliran gue belajar jadi istri yang baik aja di tuduh ini itu eh giliran gue males atau nggak perhatian disindir sindir dibilang nggak bisa urus suami kek nggak peka kek, mau lo apasih heran gue dari dulu julid mulu" decak sebal Afifah seraya meletakkan kasar nampan itu di atas meja.


"Bukan gitu gue cuman nggak percaya aja melihat lo mendadak jadi cewek rajin, tapi bagus juga deh jadi nggak sia sia gue selama ini ajarin elo masak dan hidup mandiri. Sering sering begini ya, gue suka" balas Alex tersenyum.


"Ogah, masak aja sendiri. Inikan tugas elo, tugas gue kan cuman bersihin rumah" tolak Afifah.

__ADS_1


"Yee dasar kampret" cibir Alex melirik sinis.


"Udah ah nih makanannya, buruan dimakan" ucap Afifah sambil menyodorkan piring ke depan suaminya.


"Hmm dari penampilannya sih oke, terus dari tekturnya juga kayaknya lumayan tapi nggak tau sih rasanya gimana"


"Yaelah banyak omong ya lo! udah di masakin bukannya makasih malah nyinyir. Sini kalo nggak mau gue ambil lagi" cebik Afifah seraya mengulurkan tangan hendak merebut piring itu dari tangan suaminya namun dengan cepat Alex langsung menghindarinya.


"Eh eh mau ngapain, enak aja mau ambil. Nggak boleh, barang yang udah di kasih nggak boleh di minta lagi" ucap Alex.


"Ya makanya jangan nyinyir"


"Iya iya ini udah enggak" jawab Alex.


"Btw ini msakannya bisa dimakan kagak nih? terus aman dikonsumsi apa nggak?" lanjut Alex bertanya sembari menatap makanan didepannya.


"Setan! bener bener ya lo. Lama lama gue tenggelamin juga di kolam ya, ngeselin banget jadi orang dari tadi curiga mulu perasaan. Lo pikir gue cewek apaan, ya kali gue kasih racun di makanan lo. Gue masih waras yah masih bisa mikir sembarangan aja kalo ngomong" jawab Afifah ngegas.


"Sorry sorry gue kan hanya nanya, nggak usah nyolot juga. Masih aneh aja gitu tiba tiba lo masak kan gue jadi overthingking jadinya, eh kali aja lo masukin sesuatu di makanan gue" jawab Alex sambil tersenyum lebar dan di balas lirikan sinis oleh Afifah. Lalu mereka berdua mulai memakan makan siangnya.


Updet lagi nanti malam:)


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2