WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 137 : Ciuman ketiga


__ADS_3

Selama beberapa menit Justin hanya diam begitu pun dengan Mama Afifah. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.


"MAMA PAPA"


"HAHAHAHA.. RASAIN TUH!"


Terdengar suara teriakan dan suara tawa yang cukup lumayan keras dari depan rumah membuat lamunan Mama Afifah dan Justin menjadi buyar. Mama Afifah pun kemudian berdiri dari duduk nya.


"Tante, itu pasti Vita kan? " tanya Justin.


"Bentar tante lihat dulu. Kamu disini saja" jawab Mama Afifah.


"Tante, kasih aku waktu sedikit saja untuk bicara sama Vita. Aku janji deh nggak bakal aneh-aneh" pinta Justin memohon.


"Tapi Justin, nanti kalo depresinya kambuh gimana? kan kasian, nanti dia kesakitan" ucap Mama Afifah.


"Aku janji tan, aku nggak bakal aneh-aneh. Percaya deh sama aku" pinta Justin kembali dengan wajah memohon.


"Baiklah kamu bisa bicara dengannya tapi ingat ya kamu jangan aneh-aneh" ucap Mama Afifah memperingatkan.


"Iya tan. Aku janji" ucap Justin.


Mama Afifah pun kemudian keluar rumah dan benar saja suara tawa dan teriakan tadi adalah suara anak dan menantunya. Terlihat mereka berdua sedang kejar kejaran dihalaman.


"Alex Afifah" panggil Mama Afifah.


"Mama, mantu Mama tuh jahil banget. Masa iya aku dilempar buah busuk" adu Afifah pada Mama nya.


"Ih Alex, jorok banget sih, buang nggak buah nya" ucap Mama Afifah.


"Iya Ma, ini aku buang kok" ucap Alex sambil melempar buah busuk tersebut.


"Kalian tuh ya, dimana mana selalu aja berantem" omel Mama Afifah.


" Anak gadis Mama tuh ngeselin" ucap Alex.


"Eh sembarangan, elo tuh yang ngeselin kan elo yang mulai duluan " seru Afifah.


"Sudah diem. Jangan mulai lagi, pusing Papa dengernya" ucap Papa Afifah yang tiba-tiba datang.


"Iya Pa" jawab mereka berdua.


"Loh sayank, ini kenapa pipi kamu merah?" tanya Papa Afifah.


"Ditonjok Alex Pa" jawab Afifah.


"Apa?! " ucap kaget Mama Papa Afifah.


"Astagfirullah.. jangan ngadi-ngadi ya lo. Kapan gue nonjok pipi lo. Ma Pa, jangan percaya, Alex nggak pernah kdrt. Suer dah" ucap Alex panik melihat mertunya menatap tajam dirinya.


"Hahahaha..." tawa Afifah melihat ekspresi wajah Alex.


"Jangan ketawa lo. Mama sama Papa jadi mikir aneh-aneh sama gue gara-gara ucapan ngawur lo itu" ucap Alex memukul pelan pundak Afifah.

__ADS_1


"Bener Lex yang dibilang Afifah, kamu nonjok istri kamu? " tanya Papa Afifah.


"Ya nggak lah Pa. Jangan percaya, anak papa itu ngawur ngomongnya. Aku nggak pernah kdrt" jawab Alex.


"Terus kenapa pipi Afifah bisa merah? " tanya Mama Afifah.


"Habis baku hantam dipinggir jalan dia tadi Ma" jawab Alex.


"Baku hantam? sama siapa? "


"Sama ulat bulu"


"Hah? ulat bulu?"


"Iya Ma, ulat bulu"


Mama Papa Afifah saling pandang karna mereka sedikit tidak paham dengan omongan anak dan mantu mereka.


"Terserah deh. Papa nggak ngerti sama omongan kalian" ucap Papa Afifah lalu berbalik dan berjalan.


"Mau kemana Pa? " tanya Alex.


"Ke halaman belakang, mau petik buah rambutan " jawab Papa Afifah tanpa menoleh.


"Ikut Pa, biar Alex yang manjat pohonnya" ucap Alex sedikit berteriak.


"Pai, bawa koper gue kedalam kamar lo sekalian rapiin. Gue mau ikut Papa" ucap Alex sambil membelikan koper coklat miliknya kepada Afifah lalu dia langsung berlari menyusul.


"Kampret!! bilang aja lo nggak mau beresin koper lo sendiri" umpat Afifah.


"Aduhh.. Mama, sakit loh" ringis Afifah.


"Makanya jangan suka ngeluh kalo sedang melayani suami" ucap Mama. Afifah cuman diam tak menjawab.


"Oh ya sayank, didalem ada sahabat kamu loh. Katanya dia pengen ketemu sama kamu " ucap Mama Afifah.


"Siapa Ma? Mila sama Iza?" tanya Afifah penasaran.


"Bukan, dia cowok"


"Reza? "


"Bukan. Kamu lihat sendiri saja deh, Mama mau ikut Alex sama Papa kebelakang" ucap Mama Afifah lalu pergi.


"Siapa sih kalo bukan Reza, Mila sama Iza. Kan sahabat gue cuman mereka, kalo Diki dan Aska nggak mungkin juga" gumam Afifah.


"Tau ah, dari pada penasaran mending gue masuk" ucap Afifah berjalan sambil menyeret koper Alex saja karna memang Afifah tidak membawa koper kan ini rumah Mama nya jadi disini sudah ada baju miliknya.


"Pai, tunggu jangan masuk dulu" panggil Alex yang berlari ke arahnya.


"Kenapa? "


"Nih, jaket sama sepatu gue bawa masuk sekalian"

__ADS_1


"Hiss.. bikin repot aja"


"Woy! lo lupa ya kata Mama. Lo itu nggak boleh ngeluh kalo disuruh." ucap Alex sambil melempar jaket miliknya ke pundak Afifah.


Afifah hanya cemberut sambil mengangguk pelan.


"Iya iya , gue tau, nggak usah di ingetin lagi"


"Udah tau tapi masih ngeluh. Dasar... "


"Udahlah pergi sono lo. Gue mau masuk" ucap Afifah sambil mendorong pelan tubuh Alex.


"Santai aja kale, nggak usah dorong-dorong. Untung gue nggak jatuh" seru Alex yang sedikit oleng.


"Sorry, gue nggak maksut begitu" ucap Afifah menghampiri Alex.


"Yaudah gih, buruan sono lo. Kasian Papa nungguin" ucap Afifah.


"Hmmm"


Cup


Afifah mengecup bibir Alex.


"Nggak usah cemberut gitu. Masa iya cowok ngambekan" ucap Afifah tersenyum lalu segera pergi.


Namun Alex segera manarik kembali tangan Afifah sehingga membuat tubuh Afifah menabrak tubuh Alex.


"Lo yang mulai duluan jadi jangan salahkan gue kalo gue lanjutkan" bisik Alex lalu ia langsung mencium bibir Afifah dan melumut bibir tersebut membuat Afifah yang belum sepenuhnya siap menjadi kehabisan nafas.


"Hmppmmhh... hpmmhh.. " Afifah yang kaget pun hanya diam saat alex menciumnya lalu saat ia sadar dan mencoba melepaskan ciuman itu namun ia kalah dan akhirnya ia ikut membalas ciuman itu.


Lama kelamaan ciuman itu menjadi dalam membuat Afifah semakin kehabisan nafas. Ia pun memukul mukul dada Alex dan menjambak rambut Alex membuat Alex perlahan melepaskan ciumannya.


"Hos.. hos.. hos.. " deru nafas Afifah naik turun.


"Thank untuk ciuman ketiga nya" ucap Alex lalu segera berlari menuju halaman belakang.


"Alex! Ih.. dasar mesum" teriak Afifah.


"Hahahaa..."


Ya memang sejak mereka berciuman dibandara waktu Alex akan keluar kota dulu sampai sekarang mereka belum pernah berciuman lagi. Mereka berdua lebih memilih saling mengecup. Dan hari ini adalah ciuman ketiga mereka selama tiga bulan mereka menikah.


Dari kejauhan tepatnya dibalik jendela rumah ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan tak suka, siapa lagi kalo bukan Justin. Ia berdiri disana dengan tangan terkepal sambil menggertakan mulutnya.


"Berani sekali dia nyium Vita. Gue aja yang dari dulu sama dia nggak pernah sekalipun mencium bibir nya"


"Dasar brengs*k, lihat saja kalo gue udah berhasil ngembaliin ingatan Vita. Lo nggak akan bisa menciumnya lagi bahkan lo juga nggak akan bisa menyentuhnya"


_______________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak🤗

__ADS_1


See you next episode😘


__ADS_2