
Alex pun mulai menyalakan mobil lalu berputar arah dan melajukan mobilnya menuju kediaman mertuanya.
Setelah hampir 30 menit perjalanan akhirnya mobil mereka sampai didepan rumah Afifah.
"Yuk turun. " ajak Afifah lalu berjalan masuk ke dalam rumah diikuti Alex dibelakangnya.
"MAMA PAPA!! ALEX DATENG NIH, BAWA ANAK MAMA KATANYA DIA KANGEN!!." teriak Alex saat masuk kedalam rumah.
"Heh. Kalo masuk itu ngucapin salam bukan malah teriak kayak orang utan. " cibir Mama Afifah yang berjalan mendekat.
"Hehehe.. Maaf Ma, kebiasaan. " jawab Alex cengingisan.
"Assalamualaikum. " ucap salam Alex dan Afifah barengan.
"Waalaikum salam. " jawab Mama Papa Afifah.
"Tumben kalian kesini, ada apa?. " tanya Papa Afifah.
"Yaelah Pa, masa pulang ke rumah sendiri harus ada apa apanya. " jawab Afifah cemberut.
"Bukan gitu maksut Papa, papa cuman heran aja karna nggak biasanya kalian datang sore sore begini, biasanya kan kalian datangnya pagi atau siang. " ucap Papa Afifah.
"Iyanih Pa, tadi kita habis pulang dari rumah Mommy sama Daddy karna habis nginap disana seminggu terus ditengah jalan Afifah ngajak kesini, yaudah Alex turutin aja dari pada nanti dia jungkir balik dijalanan kan bahaya dan bikin malu." ucap Alex sambil tertawa pelan.
"Asem!! nggak gitu juga, ya kale gue jungkir balik dijalanan hanya karna nggak lo izinin, gue masih waras. " seru Afifah memukul pelan bahu Alex.
"Afifah!! udah Mama bilangin ya, kalo ngomong sama suami itu yang sopan, ini malah ngomong kasar!!. " ucap Mama Afifah sambil memjewer telinga Afifah.
"Aduhh.. duh.. Ma sakit ma sakit!! Lepasin Ma, Mamanya kebiasan banget, tiap kali ketemu pasti selalu jewer telingga. Nggak ada yang lain apa, cubit kek, jitak kek, atau apalah itu yang pasti bukan jewer. " keluh Afifah seraya memegangi telinganya yang masih dijewer Mamanya.
"Nggak ada, Mama lebih suka lihat telinga kamu berubah jadi telinga gajah biar kalo ada orang ngomong itu didengerin bukan diiyain aja. " ucap Mama Afifah yang makin memperkeras jewerannya.
"Iya ma jewer terus ma kalo perlu tarik yang keras biar beneran jadi telinga gajah, kayaknya bagus dan lucu juga. Hahahaa... " ledek Alex memprovokasi Mamanya.
"Sialan!! gausa ngeledek lo." cebik Afifah sambil meringis kesakitan.
"Tuh kan Ma, dia masih ngomong kasar lagi. Tarik lebih keras lagi Ma, biar dia kapok. " ucap Alex yang kembali memprovokasi Mamanya.
"Aaauuu.. Ma, udah ma.. sakit banget ini ma, sampe merah loh.. Mama lepasin, sakit. " ringis Afifah.
"Nggak akan sebelum kamu minta maaf sama suami kamu." ucap Mama Afifah.
"Loh ma, nggak bisa gitu dong. Ganti yang lain ah, nanti kalo Afifah minta maaf tu anak bisa besar kepala. " tolak Afifah sambil menggelengkan kepalanya.
"Nggak ada yang lain lain, pokoknya kamu harus minta maaf dulu sama suami kamu baru Mama lepasin. " ucap Mama Afifah masih setia menjewer.
__ADS_1
Afifah pun mendengus kasar.
"Woyy!! gue minta maaf. " ucap Afifah.
"Heh. mana ada minta maaf kayak gitu, ulangin lagi yang benar." ucap Papa Afifah yang ikut berkomentar.
"Ihh Papa kenapa ikut bela Alex, anak papa sebenarnya siapa sih, Aku apa dia. " ucap Afifah mengerucutkan bibirnya.
"Dua duanya, kamu anak papa Alex juga anak papa." ucap Papa Afifah.
"Udah buruan ulangin minta maaf nya, harus yang bener. " lanjut Papa Afifah.
"Iya iya. " balas Afifah.
"Wolf, gue minta maaf. udah kan ma, kalo gitu lepasin. " ucap Afifah dengan nada jutek.
"Nggak ma, jangan dilepas. " cegah Alex saat Mamanya akan melepas jewerannya.
"Kenapa nggak boleh?. " tanya Papa Afifah dengan dahi berkerut.
"Papa nggak lihat tadi, Afifah minta maaf nya kayak nggak ikhlas banget, pake nada jutek lagi. Aku nggak terima lah Pa dan aku juga nggak bakal maafin sebelum dia minta maafnya dengan benar. " ucap Alex.
"Apa Apaan lo?! Gue udah ikhlas be90!! Lo jangan provokasi gitu dong!!. " seru Afifah ngegas.
"Nah kan, Ma Pa kalian dengar sendiri kan tadi kalo dia ngomong kasar lagi. " ucap Alex yang makin menjadi jadi.
"Ehemm.. ehemm... Wolf, gue minta maaf ya." ucap Afifah dengan merapatkan gigi giginya.
"Tidak gue terima, apa itu minta maaf kok sambil mengertakan gigi. Kelihatan banget kalo nggak tulus dari hati. " ucap Alex sambil menatap penuh arti.
Wajah Afifah semakin merah karna kesal pada Alex tapi dia tahan karna jika dia lampiaskan maka dirinya sendiri yang akan kena marah bukan Alex.
"Alex yang baik, yang sholeh, yang ganteng seangkasa raya, calon penghuni surga, gue minta maaf ya karna tadi udah ngomong kasar sama elo. Tolong maafin lah, gue kan istri lo masa sama istri sendiri nggak dimaafin, suami gue kan orangnya suka memaafkan, berakhlak mulia, rendah hati lagi. Jadi tolong kasih maaf mu itu untuk gue ya." Afifah berkata sambil menahan muntah karna merasa jijik sendiri namun dia tetap berbicara sambil tersenyum manis dengan muka yang ia buat seimut mungkin agar hati Alex luluh.
Sedangkan Alex, dia merasa telinganya merasa geli sendiri mendengar ucapan maaf Afifah.
"Oke gue maafin, lain kali jangan diulangi lagi ya. " balas Alex sambil menahan senyum sekaligus tawa.
"Yaudah Ma, sekarang jewerannya boleh dilepasin. " lanjut Alex.
Mama Afifah pun melepaskan jewerannya. Lalu pamit pergi bersama Papa Afifah meninggalkan Afifah dan Alex sendiri disana.
"Buahahahahaaaaa." tawa Alex pecah karna sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Puas lo haa? puas lo sekarang?! Ketawa aja terus, gue doain semoga itu mulut nggak bisa mingkem lagi. " ucap Afifah sambil mencubit lengan Alex.
__ADS_1
"Aduh...duh, sakit fi, jangan dicubit. Habisnya mau gimana lagi, gue udah nggak bisa nahan buat nggak ketawa. " ringis Alex seraya menghindar cubitan Afifah tapi masih dengan tertawa.
"Lagian ini balas dendam karna waktu dirumah Daddy elo selalu aja dibela sama Mommy dan gue yang selalu disalahin. Ya sekarang gantian dong." lanjut Alex yang masih tertawa bahkan lebih keras.
Mendengar ucapan dan tawa Alex membuat Afifah semakin kesal lantas ia semakin gencar mencubit tubuh Alex. Akhirnya pasangan itu kembali ribut dengan saling cubit mencubit membuat Mama dan Papa Afifah menjadi pusing melihatnya.
Setelah itu Alex pamit pulang dan diiyakan oleh Afifah karna ia tahu sebenarnya Alex tidak pulang ke rumah melainkan ia akan pergi ke markas miliknya.
"Fi, Mama sama Papa mau pergi karna ada acara, kamu nggak papa kan kita tinggal sendirian disini. " ucap Papa Afifah setelah mereka bertiga selesai makan malam.
Mendengar hal itu hati Afifah kembali bersorak bahagia.
* Uhuyy... sepertinya hari ini beneran hari keberuntungan gue, Akhirnya gue bisa bebas dan bersenang senang tanpa takut dimarahi* batin Afifah tersenyum bahagia.
"Iya Pa, nggak papa, lagian dirumah ini sudah ada pelayan, satpam, dan bodyguard papa jadi Papa nggak usah khawatir. " ucap Afifah.
"Baiklah kalo begitu, kita pergi dulu. Nanti kalo ada apa² telpon Mama ya atau nggak telpon Papa. " ucap Mama Afifah.
"Iya Ma, kalian juga hati hati ya. " ucap Afifah dan dijawab anggukan kepala oleh mereka.
Mereka pun lalu masuk mobil dan mulai melajukannya. Melihat hal itu, Afifah langsung bergegas pergi ke kamar dan bersiap siap.
"Bik, nanti kalo Mama sama Papa pulang tolong bilangin ya kalo aku udah tidur. " ucap Afifah pada salah satu pembantu disana.
"Memangnya non Afifah mau kemana? ini sudah malam loh non, jangan keluyuran atuh. Nggak baik. " tanya pembantu itu.
"Afifah mau keluar sebentar dan bibi nggak usah khawatir, pokoknya bibi lakuin aja apa yang aku barusan bilang. " ucap Afifah.
Pembantu itupun mengiyakan saja meski sebenarnya dia khawatir karna Afifah keluar jam 9 malam.
Afifah pergi ke garasi lalu mengendarai motornya untuk pergi ke markas miliknya dan disana sudah ada Mila, Iza, dan para anak² lain telah berkumpul menunggu kedatangannya.
.
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
Aku up 2 hari sekali ya, soalnya lagi sibuk daring.
Jadi harus bagi waktu dan sambil nunggu ini up kalian bisa membaca karya novel saya yang satunya.
" ♥ MENIKAH KARNA DIJEBAK ♥ "
__ADS_1
See you next episode😘