
Dilantai bawah tepatnya didapur saat ini Alex sedang membuat teh, terlihat dia baru saja menuangkan air hangat didalam gelas.
Kemudian Alex berjalan menuju laci dapur untuk mengambil gula.
"Yah gulanya tinggal dikit" ucap Alex saat melihat wadah gula hanya tinggal dua sendok.
Ia lalu menoleh kesamping melihat deretan bumbu dapur lainnya untuk sekedar memeriksa.
"Ini garam, lada bubuk, sama merica bubuk juga habis. Terus bumbu dapur lainnya juga habis. Ckk, kenapa semuanya habis sih, mana beras juga tinggal segitu lagi. Huh! kayaknya malam ini gue harus belanja bulanan kalo enggak mana bisa buat masak besok" gumam Alex.
"Untung takaran gulanya pas jadi bisa untuk bikin teh" lanjut Alex sambil memberikan gula itu didalam gelas teh dan mengaduknya.
Setelah itu Alex membawa teh buatannya menaiki tangga menuju ke arah kamar. Saat sampai dikamar Alex melihat Afifah sedang duduk diatas ranjang sambil menonton sebuah video dilaptop.
"Heh! lo bohongin gue ya, tadi katanya kepala lo pusing tapi kenapa lo malah asik nonton" ucap Alex yang ikut naik dan mendudukan diri diatas ranjang.
"Siapa yang bohong, gue tadi emang beneran pusing tapi sekarang udah hilang" sahut Afifah menoleh sekilas ke arah Alex.
"Mana teh nya" lanjut Afifah menyodorkan tangan ke arah Alex.
"Nih, hati hati. Itu masih sedikit panas, tiup dulu kalo mau minum. Jangan langsung lo embat, lecet lidah lo tau rasa nanti" peringat Alex memberikan teh itu.
"Iya, gue juga tau kalo masih panas. Lo pikir gue sebe9o itu apa, sebelum minum gue cek dulu kali" balas Afifah seraya meniup teh dan meminumnya sedikit demi sedikit.
Setelah itu Afifah kemudian meletakan gelas teh tersebut diatas meja nakas yang ada disampingnya lalu dia melanjutkan menonton video.
"Nonton apa lo? asik bener kelihatannya" tanya Alex seraya menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Afifah.
"Ini gue lagi streaming pertandingan balapan montor Valentino Rossi yang terbaru. Wah gila seru banget tau, lihat tuh tuh seru kan. Ck, idola gue emang the best" jawab antusias Afifah sambil menujuk ke arah laptop didepannya.
"Ckk, seru apaan, orang cuman saling balap balapan apanya yang seru! yang ada malah ngebosenin. Buat apa coba nonton begituan, buang buang waktu aja udah gitu nggak ada faedahnya lagi"
"Kata siapa nggak ada faedahnya, ini ada faedahnya tau. Kalo lo nonton ini lo bisa jago buat ngebut kalo ada pertandingan balap liar. Lagian ya masih mending gue nonton Valentino Rossi idola gue, dari pada elo idolain tuyul, kepala botak kayak gitu kok disukai" balas Afifah.
"Upin ipin woy upin ipin bukan tuyul" seru Alex tak terima film kartun kesukaannya dihina.
"Sama aja, mereka berdua kan sama sama nggak punya rambut alias gundul"
"Ya tapi beda, upin ipin sama tuyul nggak bisa disamain. Elo mah suka banget ngatain mereka"
__ADS_1
"Lah tapi memang bener kan apa yang gue bilang. Tuyul sama idola lo itu sama, lihat aja tuh mereka berdua sama sama nggak punya rambut jadi pantas disebut tuyul" ucap Afifah yang masih mengejek membuat Alex langsung kesal.
Ia lalu membalas perkataan Afifah dan terjadilah adu mulut diantara mereka berdua. Sampai pada akhirnya lama kelamaan Alex merasa kesal karna idolanya terus dihina oleh Afifah.
Lantas Alex langsung melempar bantal ke arah Afifah sedikit keras dan mengenai wajah Afifah.
Bugh
"Auuu muka gue.. " ringis Afifah memengang wajahnya.
"Woy! berani banget lo lempar muka gue pake bantal. Mau ngajak gelud atau ngajak baku hantam lo sama gue? main seenaknya aja ngelempar, Lo pikir muka gue apaan haa?" seru Afifah nenatap tajam Alex .
"Salah sendiri, suruh siapa lo bikin gue kesel. Sukurin, emang enak" ucap Alex.
"Kampret! awas ya lo, rasain nih pembalasan gue" teriak Afifah berdiri sambil meraih sebuah guling hendak memukulkanya ke arah Alex.
Namun sialnya ketika ia ingin melangkah kakinya terjerat selimut sehingga membuat tubuh Afifah oleng dan jatuh menimpa Alex dengan lutut berada tepat di adik kecil Alex membuat sang empu langsung menjerit kesakitan.
"AAGGGHHTTT..."
Suara teriakan Alex terdengar sangat kencang dan keras didalam kamar sebab merasakan sakit yang luar biasa. Rasa ngilu yang bercampur aduk dengan rasa lainnya membuat Alex langsung berteriak tak karuan.
Afifah yang melihat itu tak langsung bangun, ia malah makin memperkencang jengkuan lutut di adik kecil sambil menatap si pemilik dengan tatapan bingung.
"Wolf, lo kenapa?" pertanyaan polos itu keluar begitu saja dari mulut Afifah dengan ekspresi wajah bingung tanpa dosa seakan tak sadar akan tindakan yang dia lakukan membuat Alex yang sedang menahan sakit merasa sangat kesal.
"Bangun goblok, jangan disitu terus. Lo nginjak barang gue. Aghtttt.... bangsat! buruan bangun, kaki lo singkirin" erang Alex menjawab pertanyaan polos istrinya sedikit berteriak.
1 detik, 2 detik, 3 detik.
Afifah masih belum mengerti arah ucapan suaminya hingga ketika dia mencoba melihat bagaimana posisinya saat ini.
"Astaga" Seketika Afifah baru menyadari jika dia sedang menginjak milik Alex, lantas Afifah langsung buru buru turun dari atas badan Alex.
"Eh sorry.. sorry, gue nggak sengaja" seru Afifah sambil berusaha meraih tangan Alex yang sekarang berada diatas adik kecilnya.
"Nggak usah pegang pegang gue" ucap Alex menepis kasar tangan Afifah.
"So-sorry wolf, gue nggak sengaja. Sakit ya?"
__ADS_1
"Ya sakit lah beg0. Masih nanya lagi, gila apa nggak sakit"
"Maaf, yaudah sini gue obatin" ucap Afifah kembali mendekat ke arah Alex untuk membantunya.
Namun alih alih membantu Afifah justru terjatuh dan menimpa adik kecil itu lagi membuat Alex kembali berteriak. Bahkan teriakan kali ini lebih keras dari sebelumnya.
"AAGGGHHTTT... ASET BERLIAN GUE!! "
"Oh astaga. So-sorry wolf sorry, gue nggak sengaja. Gue tadi nggak lihat kalo disitu ada kaki elo" ucap panik Afifah sambil buru buru bangun.
"Sialan! lo mau bunuh gue haa? lo mau nyiksa gue atau gimana? kenapa lo nginjak milik gue lagi. Aggttt... dasar resek! " seru kesal Alex dengan wajah merah menahan sakit.
Bahkan Alex sampai berguling kesana kemari diatas ranjang saking tak tahannya dengan rasa sakit yang dialaminya.
"Bukan begitu wolf, gue beneran nggak sengaja. Gue tadi nggak lihat jika ada kaki lo disana. Suer dah, gue nggak bohong" ucap Afifah meminta maaf. Namun Alex hanya diam sambil masih berguling diatas ranjang.
"Wolf, Sorry. Gue nggak sengaja, jangan marah ya" ucap Afifah kembali meminta maaf.
"Diem lo, nggak usah banyak omong" balas Alex.
"Wolf sorry"
"Gue bilang diem ya diem. Nggak usah banyak omong lo. Punya dendam apa lo sama gue ha? lihat nih gara² elo aset gue jadi terluka" cebik Alex melirik sekilas ke arah Afifah lalu dia kembali meringis.
"Ya kan gue nggak lihat dan nggak sengaja. Sorry ya, jangan marah wolf, gue minta maaf" ucap Afifah yang lagi lagi tak ditanggapi oleh Alex.
"Wolf gue minta maaf. Gue beneran nggak sengaja"
"Diem, sekali lagi lo ngomong gue lakban mulut lo" ucap Alex lalu dia bangun dan turun dari atas ranjang.
"Huh! untung lo lagi sakit. Coba aja jika lo sehat, gue iket lo dipohon mangga depan pagar. Bikin orang kesel aja!" lanjut Alex sambil berjalan keluar kamar dengan langkah tertitah titah menahan sakit meninggalkan Afifah sendirian dikamar.
________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak😍
Like komen Vote gitu🐾
See you next episode💙
__ADS_1
Bersambung....