WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 42 : tunangan?


__ADS_3


plagiat 👆👆


.


didepan sebuah cafe terlihat seorang gadis remaja yang masih memakai seragam sekolah sedang tersenyum melihat kearah cafe teesebut.


ia berjalan masuk ke dalam cafe itu dan ia juga menyapa beberapa karyawan yang ia lewati.


"mbk tunggu. " teriak gadis itu pada salah satu pelayan dicafe itu.


"iya , ada yang bisa saya bantu nona. " jawab pelayan itu


"emm, itu kamu bawa kopi buat bagas ya?. " tanya gadis itu


"iya, ini untuk pak bagas tadi pak bagas sempet suruh saya buat bikin kopi untuknya, kalau gitu saya permisi dulu mau antar kopi ini ke pak bagas. " jawab pelayan itu dan hendak pergi sambil membawa nampan ditangannya.


"tunggu sebentar mbk!. " ucap gadis itu kembali dan membuat pelayanan itu menghentikan langkah kakinya


"ya, ada apa lagi nona?." tanya pelayan itu


"emm, biar saya aja mbk yang antar kopi itu, kebetulan saya juga mau ketemu sama bagas. " ucap gadis itu dan pelayan itu memberikan nampan itu.

__ADS_1


gadis itu berjalan sambil membawa nampan ditangannya. setelah sampai didepan pintu yang bertuliskan nama BAGAS gadis itu tersenyum.


*gue sengaja nggak bilang sama bagas kalo gue kesini, gue mau kasih kejutan sama dia, udah hampir 2 minggu gue nggak ketemu sama bagas* batin gadis itu


lalu gadis itu masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan alangkah terkejut nya ia saat melihat bagas sang kekasih sedang bermesraan bersama wanita lain.


"yank, kamu ngapain sih geli tau!. " ucap wanita yang sedang bermesraan bersama bagas


"habisnya kamu gemesin sih, kan aku jadi pengen cium kamu. " ucap bagas sambil masih mencium pipi dan leher wanita itu


pyaarrr


terdengar suara gelas pecah dari arah pintu tersebut membuat kegiatan bagas yang sedang mencium wanita yang duduk dipangkuannya menjadi terhenti, lalu bagas dan wanita melihat kearah pintu tersebut.


"dia siapa sayang! kok kamu kayak terkejut gitu! ." ucap wanita yang sedang bersama bagas.


"bu-bukan siapa² kok!. " ucap bagas sedikit terbata² pada wanita itu.


mendengar bagas yang berkata bahwa ia bukan siapa²nya bagas, hati iza rasanya sakit banget seperti sedang ditusuk sama pisau dan digiling sampai hancur. ia hanya bisa diam menangis tanpa berkata sepatah apapun.


"hallo kenalin gue ratna, tunangannya bagas!." ucap wanita itu sambil menyodorkan tangannya kearah iza.


"tu-tunangan?. " ucap iza dengan bibir bergetar

__ADS_1


"jadi kalian berdua sudah tunangan, oh ya selamat ya atas pertunangan kalian." ucap iza lagi pada kedua orang yang berdiri didepannya dan menerima jabatan tangan dari wanita itu. bagas diam saat iza memberikan selamat kepadanya.


lalu iza berjalan keluar dari ruangan itu setelah memberikan selamat pada kedua orang tersebut. tiba² ada tangan yang menariknya masuk kedalam sebuah gudang dicafe itu.


"aku bisa jelasin semuanya sama kamu!. " ucap bagas dengan menggenggam tangan iza dan langsung ditepis kasar sama iza.


"nggak perlu, gue udah tau kok jadi nggak ada yang perlu lo jelasin lagi. " ucap iza


"pliss beri gue kesempatan buat jelasin semua ini. " ucap bagas


"nggak perlu, oh ya sejak kapan lo sama dia tunangan?. " tanya iza


"gu-gue sama dia tunangan sejak seminggu lalu dan maaf gue lebih milih dia jadi calon istri gue dari pada kamu. " ucap bagas sedikit mengeluarkan air mata karna tak tega melihat wajah sedih iza.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2