WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 238 : Kado, bunga, dan balon


__ADS_3

Pagi harinya Afifah mulai terbangun dari tidur sebab merasakan cahaya matahari yang menembus matanya lewat celah jendela kamar.


Ia pun menggercap pelan sambil meraba kasur samping dirinya di mana itu adalah tempat Alex tidur, namun beberapa kali meraba Afifah tidak menemukan apa-apa hanya usapan sprei yang terasa dingin tangannya rasakan pertanda jika tempat itu sudah lama di tinggalkan. Spontan Afifah langsung duduk terbangun dari tempat tidur dengan mata terbuka lebar.


Dalam keadaan yang masih linglung dan nyawanya belum sepenuhnya terkumpul Afifah menoleh ke sana kemari melihat setiap sudut kamar.


"Wolf, lo dimana?" teriak Afifah celingukan.


"Wolf, lo ada dikamar kan?"


"Wolf" teriak Afifah lagi tapi tidak ada sahutan maupun melihat keberaan Alex sama sekali.


Afifah hanya menemukan sebuah balon, bunga mawar, dan kotak kado tergelak rapi di samping tempat tidurnya.



"Kotak apa itu?" ucap Afifah sambil mengucek matanya.


Merasa penasaran, Afifah kemudian turun dari ranjang. Di raihnya kotak kado beserta balon dan bunga mawar tersebut lalu di bawa duduk di sofa kemudian mulai perlahan Afifah pun membukannya.


Dan terlihatlah sebuah dress cantik dengan model yang simple namun terkesan mewah dan elegan berserta sepatu serta Aksesoris lainnya terbungkus rapi di dalam sana dan juga ada sebuah secarik kertas di atasnya.


Melihat hal itu Afifah pun semakin kebingungan. Dia lalu mengambil surat itu dan mulai membacanya.


_________________________________


ISI SURAT


- Dandan yang cantik, hari ini elo harus memakai pakaian feminim. Gue udah siapin semuanya di dalam kotak kado, jadi lo nggak usah susah² beli baju. Malam nanti lo harus datang dengan memakai pakaian yang gue siapin ini, hari ini lo harus jadi bintang diantara murid lainnya saat pesta nanti.


Gue udah mempersiapkan sesuatu buat lo, sesuatu yang amat sangat special. Jadi gue harap lo tidak mengecewakan gue dengan menolak untuk menuruti permintaan gue buat memakai pakaian feminim ini.


Udah itu aja yang mau gue sampaikan, gue nggak mau terlalu lebay. See you, gue tunggu kehadiran lo malam nanti:) -


__________________________________


"Etdah ni cowok apa-apaan sih. Udah tau gue itu nggak suka pake dress eh malah disuruh makai. Udah gitu segala acara ngasih surat lagi, gue kan jadi nggak enak nolaknya" gerutu Afifah mengerucutkan bibirnya setelah membaca isi surat tersebut.


"Lagian pagi-pagi begini dia pergi kemana sih. Tumben banget jam segini udah ngilang, mana nggk ngasih tau atau ngabarin gue lagi. Aelah... ini gue harus gimana? masa iya gue nurutin permintaannya dia" cebik Afifah merengek.


"Tapikan gue nggak pernah makai dress. Jangankan makai, pegang aja gue nggak pernah lah ini malah enteng banget ngomong buat gue make. Huh! bener bener ngeselin ni anak" hela nafas Afifah memijat pelipis kepalanya.


Ting tong ting tong


Tiba-tiba terdengar suara bell berbunyi dari arah gerbang membuat Afifah mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Siapa yang dateng, masih pagi udah bertamu aja" gerutu Afifah melirik bingung.


Tak mau ambil pusing Afifah lantas berdiri dan berjalan keluar kamar untuk pergi menuju gerbang.


Ting tong ting tong


"Iya sebentar" teriak Afifah sambil mempercepat langkahnya. Setelah sampai di gerbang Afifah lalu membukannya.


"Ya cari sia... astaga Mila Iza, ngapain lo berdua kesini?" pekik Afifah melototkan matanya saat tau siapa yang datang.


Sedangkan yang di tatap hanya tercengir kuda tanpa menjawab pertanyaan Afifah.


"Woy, ada apaan? malah cengar cengir, lo berdua ngapain dateng ke rumah gue ha? ini masih pagi banget loh, lihat aja nih masih jam 8 pagi. Nggak biasanya lo datang namu di rumah gue sepagi ini?" tanya ulang Afifah sambil berkacak pinggang.


"Yaelah Fi, santai dulu napa. Kita berdua dateng kesini karena mau ajak lo pergi jalan-jalan" jawab Mila merangkul pundak Afifah.


"Jalan-jalan?"


"Iya, kita me time bareng. Udah lama kita nggak jalan bertiga, kan seru gitu kita asik-asikan. Mumpung masih pagi" jawab Mila.


"Hmmm.. sekalian nanti kita belanja-belanja, nanti malam kan kita pesta tuh nah pagi ini kita shoping aja keperluan malam nanti biar kita bisa tampil kece" sahut Iza menambahkan.


Afifah hanya diam.


"Gimana Fi? lo mau kan?" tanya Iza menoleh.


"Tapi apa? jangan bilang kalo lo mager keluar" tebak Mila menyelidik.


"Hehehe.. tau aja" ringis Afifah terkekeh.


"Nah kan kan apa gue bilang. Kebiasaan banget sih lo, dari dulu kalo di suruh kumpul atau apa selalu aja mager" balas Mila melirik sinis.


"Ya sorry, namanya juga bawaan dari lahir. Mana bisa gue rubah, lagi pula kalo gue ikut lo berdua belanja nanti juga bakal percuma. Orang gue kagak pegang duit, dompet gue ada di mobil Alex sedangkan sekarang gue nggak tau tu anak ngilang kemana" ucap Afifah cemberut.


"Oh soal itu, lo tenang aja. Gue bakal bayarin semua belanjaan lo. Jadi lo tenang aja, apapun yang lo pengen gue bakal beliin" ucap Iza.


"Hah seriusan?! lo nggak becanda kan?"


Iza menggeleng.


"Widih ada apa nih, kagak biasanya lo baik gitu sama gue. Roman romannya lagi banyak duwit nih sampe segala mau bayarin gue" cibir Afifah.


"Yaiyalah, baru dapet transferan duwit banyak nih" ucap songgong Iza menepuk dadanya bangga.


"Aelah gaya banget, emang lo habis dapat transferan duwit berapa dan siapa yang ngasih?" tanya Afifah penasaran.

__ADS_1


"Dari suami lo" jawab Iza sukses membuat Afifah melototkan matanya.


"Hah dari suami gue kok bisa?" seru Afifah dengan alis terangkat satu.


"Ya bisa, semalam pas gue baru pulang dari rumah lo tiba-tiba aja ada notif masuk kalo gue dapat kiriman uang 10 juta. Eh pas gue lihat ternyata itu dari Alex, dia bilang hari ini gue sama Mila di suruh ajak lo pergi keluar. Dia nyuruh kita bertiga buat senang-senang makanya dia kirim gue duit banyak supaya kita bisa shoping sepuasnya. Alex juga nyuruh gue buat ajak lo pergi ke salon, dia mau hari ini lo tampil cantik" jelas Iza panjang lebar berkata jujur yang memang semalam Alex menyuruh Iza untuk mengajak istrinya pergi keluar supaya istrinya bisa senang senang.


"Terus sekarang Alexnya kemana?" tanya Afifah.


"Ya dia ada di sekolahan lah, lo lupa. Alex kan di suruh Bu Rini buat ngurus acara pesta nanti malam jadi sekarang dia lagi mantau anak²" jawab Mila.


"Ah iya gue lupa" ucap Afifah mengangguk mengerti.


"Yaudah kalo gitu mending sekarang kita langsung cabut belanja aja, kita beli baju banyak untuk pesta nanti" ajak Mila pada kedua sahabatnya.


"Oke lets go" sahut Iza bersemangat.


"Eh tunggu bentar" cegah Afifah saat Mila dan Iza hendak masuk ke dalam mobil.


"Ada apa?" tanya mereka dengan dahi berkerut.


"Gue belum mandi cuy, gue baru bangun tidur. Yakali gue pergi keluar dengan tampilan begini, nanti bisa-bisa gue di sangka gembel lagi sama orang karna belanja sambil makai pakaian lusuh dan berantakan begini" ucap Afifah.


Mila dan Iza langsung menepuk jidat mereka.


"Oh iya, gue lupa. Yaudah sono, lo buruan mandi. Kita tunggu di sini" ucap Iza.


"Oke, tunggu bentar ya" balas Afifah seraya berlari masuk ke dalam rumah.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Afifah selesai juga, ia pun kemudian berjalan keluar rumah sambil membawa kotak kado yang Alex berikan tadi.


"Ayo, gue udah siap" ucapnya pada kedua sahabatnya .


"Lah itu apaan yang lo bawa?" tanya Mila dengan dahi berkerut.


"Oh ini, ini itu kado dari Alex isinya dress, sepatu, sama Aksesoris lain. Saat gue bangun tadi gue nemu ini di dalam kamar bersama dengan balon dan bunga mawar. Dia nyuruh gue buat makai semua ini, katanya dia mau ngasih gue sesuatu. Gue juga kurang tau sih sesuatu apa yang dia maksut, tapi intinya dia mau gue pakai ini saat pesta nanti" jawab Afifah.


"Padahal sebenarnya gue nggak mau banget, lo tau sendirikan gue nggak pernah makai dress atau pakaian feminim lainnya. Tapi you know lah, gue nggak tega buat nolak. Makanya dengan terpaksa gue terima" lanjut Afifah sambil menghela nafas.


Mila dan Iza hanya tersenyum sambil saling melirik satu sama lain. Mereka pun kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai melajukannya setelah sebelumnya Afifah mengunci gerbang dan pintu rumahnya.


.


Maaf untuk saat ini Author masih belum bisa up banyak atau up setiap hari karena lagi banyak tugas. Kalian pasti udah tau kan, besok senin udah mulai sekolah tatap muka.


Jadi author kejar nilai, tugas² yang belum aku kumpulkan mau nggak mau harus aku kerjain biar dapat nilai. Jadi lembur, makanya belum bisa up banyak.

__ADS_1


Tapi kalian tenang aja, besok aku bakal up 1 chapter lagi kok. Jadi kalian bisa baca dua bab, tapi sebelum itu kalian harus tinggalkan jejak berupa Like, komen atau vote😁


_____________________________


__ADS_2