
Sebulan kemudian....
Setelah hari itu kini kehidupan Justin mulai sedikit berubah. Sekarang ini dirinya sudah tidak merasakan kesepian lagi karena Papa nya selalu memperhatikan dan meluangkan waktu untuk dirinya.
Begitu pula dengan Jeff, setelah pindah ke Indonesia dirinya langsung melakukan apa yang seharusnya dia lakukan untuk membantu rencana putranya.
Ia membangun proyek di Indonesia dan bekerja sama dengan para pengusaha yang ada di sini sehingga tak butuh waktu lama kini Papa Justin sudah memiliki usaha baru di Indonesia.
Sedangkan Afifah dan Alex, selama sebulan ini kehidupan mereka juga sedikit berubah. Alex yang sudah mulai memimpin perusahaan Daddy nya yang ada di Indoensia sendiri dan Daddy nya yang memimpin perusahaan yang ada di luar negeri sehingga dirinya semakin sibuk.
Kini dua anak itu sedang ada di ruangan kerja Alex yang ada di kantor. Hari ini Afifah menyempatkan waktu untuk datang mengunjungi suaminya setelah dirinya datang ke Restoran milik Alex.
"Ih Wolf, lepasin tangan lo. Nanti kalo ada yang lihat gimana?" seru Afifah saat suaminya dengan tidak tahu malunya membuka bajunya dan memainkan gunung besar miliknya.
"Pengen"
"Nggak usah macam-macam ini dikantor, lagian tadi pagi lo udah janjikan nggak bakal minta lagi"
"Tapi gue pengen, boleh ya" rengek Alex memelaskan wajahnya.
"Enggak" tolak tegas Afifah seraya berusaha melepaskan tangan Alex dari dalam bra. Suaminya itu memang tidak kenal tempat untuk berbuat mesum, begitu ada kesempatan Alex langsung menyerang istrinya membuat Afifah terkadang merasa kelelahan.
"Ayolah Pai sekali aja ya, gue janji nggak bakal nambah kayak biasanya deh. Cuman satu ronde doang, boleh ya" rayu Alex kembali.
"Wolf"
"Baiklah" pasrah Alex yang kemudian mengeluarkan tangannya dari benda kenyal favoritnya, Afifah pun segera membenahi pakaian dirinya yang berantakan.
Tok tok tok
Suara ketukan dari pintu ruangan tiba-tiba berbunyi membuat mereka berdua menoleh bersamaan.
"MASUK" teriak Alex.
Ceklek
Pintu pun terbuka dan masuklah satu karyawan dari sana.
"Ada apa?" tanya Alex dengan nada datar dan cuek andalannya.
"Maaf pak mengganggu, saya kesini karena ada kiriman sebuah undangan, katanya dari teman Sma bapak dan nona" jawab sopan karyawan tersebut.
__ADS_1
"Undangan apa? coba sini lihat" ucap Afifah, karyawan itupun segera memberikannya.
"Kalo begitu saya permisi pak, mau lanjut kerja" pamitnya dan dibalas anggukan kepala oleh Alex.
Sepeninggal karyawan itu Afifah lantas langsung membuka undangan tadi.
"Dari siapa?" tanya Alex seraya mendekat.
"Nggak tau, sebentar gue baca dulu" jawab Afifah sembari mulai membuka dan membacanya.
"Gimana?"
"Dari Jeje, dia ngundang kita di acara pesta pembukaan hotel baru milik Papanya" jawab Afifah.
"What Justin?" pekik Alex melototkan matanya.
"Iya Justin" jawab Afifah membenarkan.
Alex pun nampak diam.
"Wolf, menurut lo enaknya gue datang ke undangannya atau enggak ya?" lanjut Afifah bertanya.
"Kalo menurut gue jangan, lo tau sendirikan Justin itu licik, gue takut kalo lo dateng nanti lo akan di jebak sama dia"
Dia memang sudah tau jika kini Papa nya Justin ada di Indonesia lantaran dulu saat Afifah sedang ada di rumah Mama dan Papa nya Justin dan Jeff datang kesana.
"Terus jadinya gimana?" tanya Alex dengan alis terangkat satu.
"Nggak tau"
"Mama sama Papa diundang juga nggak?"
"Kayaknya sih iya soalnya mereka itukan dekat jadi kemungkinan ya diundang juga" jawab Afifah.
Alex mengangguk.
"Yaudah kalo emang gitu kita datang aja, toh di sana ada Mama sama Papa juga. Kalo lo masih benci dan sakit hati sama dia kita datangnya nggak usah lama-lama, sebentar aja terus langsung pulang yang penting kita udah datang" usul Alex.
"Em gitu, baiklah gue ikut lo aja" ucap Afifah
"Untuk masalah baju nggak usah bingung, nanti gue beliin dress sekalian sama aksesoris lain" sambung Alex.
__ADS_1
"Wah beneran, makasih ya Wolf. Seneng banget gue dengernya" girang Afifah yang langsung memeluk erat tubuh suaminya.
"Iya sama-sama, apasih yang enggak buat nyonya Alex Saputra" balasnya seraya menoel gemas hidung istrinya.
"Hahaha bisa aja"
"Gue tau lo nggak punya pakaian feminim makanya gue beliin sekalian biar lo nggak pusing lagi"
"Ih pengertian banget sih, jadi makin sayang gue sama lo" seru Afifah yang kembali memeluk erat tubuh suaminya.
"Eits jangan senang dulu, ini nggak gratis" lanjut Alex seketika membuat senyum Afifah pudar.
"Maksudnya lo mau gue bayar?"
Alex menggeleng.
"Terus lo mau apa dari gue?"
Tanpa menjawab Alex lantas langsung membungkam bibir Afifah dengan bibirnya seraya menggendong menuju kamar pribadi ruangannya. Afifah yang mengerti hanya bisa pasrah saat suaminya mulai menjamah tubuhnya.
*Dasar mesum, ada aja akalnya buat hal beginian* batin Afifah. Akhirnya siang itu mereka berdua kembali bertukar keringat diatas ranjang.
**✿❀ ❀✿**
Sedangkan disisi lain, saat ini Nela dan Justin sedang duduk di cafe. Mereka sedang membahas kelanjutan tentang kerjasama mereka kemarin.
"Gimana? apa mereka udah menerima undangannya?" tanya Justin pada Nela.
"Udah, tadi gue kasih ke resepsionis buat kasih kepada Alex dan sepertinya mereka bakalan dateng sebab di undangan itu gue kasih nama bokap lo juga supaya mereka ngira itu dari bokap lo" jawab Nela.
"Bagus, pinter juga otak lo. Berarti tinggal sedikit lagi rencana kita bakal berhasil" ucap Justin tersenyum miring.
"Iya benar, tinggal sedikit lagi dan Alex bakal jadi milik gue" sahut Nela yang ikut tersenyum miring.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
__ADS_1
See you next episode🤗
Bersambung...