
Sesampainya didepan sekolah, Alex memberhentikan motornya didepan gerbang dan membuka helm miliknya.
"Aduh, udah ditutup lagi gerbangnya. Terus ini motor mau diparkir dimana, kan nggak mungkin juga gue tinggal disini. Bisa diambil maling nanti? " ucap alex setelah melihat gerbang sekolah yang sudah ditutup.
"Mending kita parkirin dihalaman rumah orang aja Wolf, terus nanti kita naik pagar aja buat masuk kesekolah" usul Afifah yang juga ikut membuka helm miliknya.
"Dititipin maksut lo?" tanya Alex.
"Hmmm.. dititipin aja" jawab Afifah.
"Kenapa harus dititipin sih, sekolah ini kan punya lo jadi lo tinggal bilang aja suruh bukain gerbangnya pada mereka, gue yakin kalo lo yang nyuruh mereka pasti nurut" ucap Alex.
"Nggak segampang itu Wolf, masalahnya semua guru dan semua orang yang ada disekolah ini tu belum pada ada yang tau kalo gue pemiliknya dan hanya cuman elo doang yang tau. Mereka taunya itu yang punya sekolah ini bang Dian" ucap Afifah.
"Bang Dian siapa?" tanya Alex dengan kening berkerut.
"Bang Dian itu sekertaris pribadi gue yang ngurus sekolah ini, makanya mereka taunya pemilik sekolah ini itu dia karna saat ada pertemuan atau ada hal lain yang bersangkutan dengan sekolah ini tu bang Dian yang selalu urus tapi juga atas persetujuan gue, secara gue kan masih kecil dan gue juga masih anak sma tuh jadi kagak mungkin gue ikut hal begituan" jawab Afifah panjang lebar.
Alex mangut mangut.
"Tapi aman kagak nih kita titipin montor ke orang lain?" tanya Alex yang tampak ragu.
"Tenang aja, pasti aman kok. Orang gue aja biasa titipin montor kesana" jawab yakin Afifah.
Alex mengangguk dan kemudian dia menitipkan motornya kerumah orang lain yang berada disekitar sekolah. Setelah memakirkan motor, mereka berdua berjalan kearah belakang sekolah dan manjat pagar sekolah agar bisa masuk kedalam sekolah.
Lalu mereka berjalan mengendap ngendap menuju ke kelas agar tidak ketahuan oleh anggota osis maupun guru karna memang sekarang jam sudah menunjukan pukul 08.10 wib.
Tetttt
Tepat saat mereka sampai didepan pintu kelas, bell ganti jam pelajaran berbunyi.
"Duh Pai, bell nya bunyi lagi. Pasti sebentar lagi guru yang ada didalam kelas keluar, kita ngumpet dimana nih?" tanya Alex sedikit panik.
"Gue juga nggak tau" jawab Afifah yang juga panik.
Ceklek
Mendengar suara pintu yang akan dibuka membuat mereka berdua jadi semakin panik. Dengan cepat Alex menarik tangan Afifah dan bersembunyi dibalik tanaman yang ada didepan kelas sehingga waktu guru itu keluar dia tak mengetahui keberadaan mereka berdua.
__ADS_1
-_-_-_-_-_-_-_-
Sedangkan didalam kelas.
Setelah kepergian guru tadi tampak saat ini anak anak kelas XII - 3 tampak ramai, ada yang sedang saling mengobrol, ada yang sedang tidur, ada yang sedang diem, ada yang coret-coret papan, gosip, main hp, dll.
"Woyy jangan berisik!" teriak Siska yang merasa terganggu dengan suara ramai teman-temannya, pasalnya saat ini dia sedang menonton sebuah drakor dari laptopnya bersama si kembar Sinta dan Santi menjadi tak bisa konsen.
Namun bukannya diam, suasana kelas malah menjadi semakin ramai karna para anak anak tenggah menggoda Siska supaya membuat dia kesal.
"Woy! jangan berisik! gue lagi nonton nih" teriak Siska kembali tapi semua murid malah semakin menjadi jadi.
Siska yang nampak geram pun akhirnya melepaskan sepatunya dan berancang-ancang akan melempar sepatu itu ke arah temannya namun tidak jadi karna suara pintu terbuka membuat ia mengurungkan niatnya untuk melempar sepatu.
Ceklek
Seseorang sepertinya tengah membuka pintu tersebut dari luar dan para siswa langsung menoleh kearah pintu. Tak lama munculah dua pasang orang yang sangat familiar dan terkenal disekolah itu, siapa lagi kalo bukan Afifah dan Alex yang dengan santai nya berjalan menuju meja padahal saat itu jam sudah menunjukan pukul 08.30 wib.
"ASSALAMUALAIKUM." teriak Afifah dan Alex saat dirinya baru masuk kedalam kelas sambil rangkulan tangan dengan Alex yang merangkul pundak Afifah dari samping dan Afifah yang membalas rangkulan Alex dengan kembali merangkul pinggang Alex sehingga keduanya tampak mesra.
"WAALAIKUM SALAM. " jawab serentak semua siswa.
Sedetik kemudian semua anak menjadi sangat heboh melihat kedatangan dua manusia barbar tersebut. Apalagi saat mereka melihat Afifah dan Alex masuk ke dalam kelas dengan saling rangkulan tangan membuat mereka semakin heboh dibuatnya.
"Guys guys, emak sama bapak masuk guys"
"What! mak sama bapak masuk?"
"Hah beneran, mana mana gue mau lihat"
"Itu mereka lagi berdiri disamping pintu kelas"
"Aaaaaa emak bapak"
"Mak pak, kalian kemana aja selama seminggu ini? kenapa nggak masuk"
"Iya mak pak, kalian kemana aja? gara-gara kalian nggak ada, kita semua kayak anak gembel yang terlantar tau"
"Waaa demi apa?! Emak sama Bapak pelukan guys"
__ADS_1
"Apa? yang bener?"
"Omegat omegat... gue nggak salah lihat nih? mak sama bapak akur"
"Ini gue nggak lagi mimpi kan?."
"Emak sama Bapak akur! sungguh momen yang langka. "
"Mak Pak, kalian berdua nggak lagi kerasukan jin kan? kok tingkah lo aneh gini, baru kali ini loh gue lihat lo berdua pelukan sambil masuk kelas."
"Fotoin mereka guys, momen langka nih, mumpung otaknya emak sama bapak lagi sehat"
"Heh Mak Pak, lo bedua habis kejedot ya? kok tingkah lo berubah 180° begini"
Begitulah kehebohan kehebohan anak anak kelas XII - 3 saat melihat emak dan bapak mereka masuk kelas sambil berpelukan.
"BERISIK! " teriak Alex saat mendengar kehebohan teman temannya.
"TAU TUH!" timpal Afifah yang juga berteriak.
Mereka berdua pun kemudian berjalan menuju bangku mereka yang letaknya bersebelahan.
"Emaakk.. Bapak... " ucap si gadis kembar Sinta dan Santi yang tiba-tiba datang sambil berlari ke arah Afifah dan Alex.
"Eh buset! apa apaan ini" seru Afifah yang merasa tubuhnya sedikit berat akibat pelukan si gadis kembar tersebut.
"Mak, Sinta kangen Emak. " ucap Sinta yang memeluk Afifah dari belakang.
"Santi juga kangen Emak." ucap santi sambil meluk afifah dari depan.
"Minggir woyy, gue sesak nih!. " keluh afifah sambil berusaha melepaskan pelukan dari dua gadis kembar itu tapi tidak bisa.
"Eh semprul! ini kenapa gue lo peluk juga. Lepasin woy, yaelah... bikin orang risih tau nggak" keluh Alex yang juga dipeluk salah satu teman cowok yang dikelas tersebut terkenal sangat manja.
_____________________________________
Jangan lupa Like Komen 🤗
Supaya Author juga makin semangat untuk Up bab selanjutnya 💙
__ADS_1
jangan cuman baca doang, masa tinggal pencet tombol susah banget sih. wkwkkwk becanda😂
See You Next Episode