
Di rumah orang tua Afifah, saat ini Mama Afifah sedang berjalan mondar mandir di pinggir kolam.
Sejak tadi malam entah mengapa hatinya merasa tidak tenang. Bayang bayang tentang putrinya terus aja berkeliaran dipikirannya. Firasat nya mengatakan jika sekarang ini anaknya sedang tidak dalam keadaan baik.
Bahkan semalam dia sempat bermimpi jika putrinya itu sedang menangis sambil memanggil manggil nama nya. Hal itu membuat Mama Afifah semakin tak tenang.
Ia pun kemudian menelpon putrinya namun sejak tadi pagi sampai siang ini nomor putrinya itu sama sekali tak bisa dihubungi. Sudah berkali kali Mama Afifah terus mencoba menelpon tapi tetap saja nomor anaknya tidak bisa dihubungi.
"Ya tuhan, kenapa dari kemarin hati ku merasa gelisah. Apa sedang terjadi sesuatu dengan Afifah? kenapa aku terus memikirkan dirinya" gumam Mama Afifah sambil menggigit jarinya.
"Udah beberapa kali aku mencoba menelpon tapi nomornya tidak bisa dihubungi. Mana ponsel Alex juga berada diluar jangkauan lagi, sebenarnya mereka berdua itu kenapa sih. Punya hp tapi dua duanya sama sama nggak bisa ditelpon" gumammya lagi.
Mama Afifah terus berjalan mondar mandir dipinggir kolam sambil sesekali melihat ponsel berharap jika telponnya akan segera diangkat, entah itu Afifah atau Alex Mama Afifah tidak peduli, yang terpenting hanyalah telponnya diangkat.
Namun nyatanya tetap saja, baik Alex atau Afifah mereka berdua sama sama tidak ada yang bisa dihubungi. Merasa jengah, Mama Afifah kemudian mematikan ponselnya dengan sedikit kasar lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
"Aku tidak bisa diam saja, menunggu dua anak itu mengangkat telpon sama saja seperti menunggu bintang muncul disiang hari. Benar benar keterlaluan, apa gunanya punya ponsel jika saat dibutuhkan selalu tidak bisa dihubungi. Nggak suami nggak istri sama aja kelakuannya. Suka banget bikin orang cemas" ucap kesal Mama Afifah seraya mengambil kunci mobil yang ada di atas nakas lalu berjalan keluar rumah menuju garasi.
"Nyonya mau pergi kemana? tumben banget siang siang begini nyonya udah rapi" tanya satpam dirumah Afifah yang saat itu sedang ada digarasi membuat Mama Afifah sedikit kaget.
"Eh pak satpam, ini saya mau ke rumah pribadi Alex sama Afifah. Nggak tau kenapa dari semalem saya kepikiran terus sama mereka, makanya saya mau kesana" jawab Mama Afifah seraya tersenyum.
"Oh begitu, baiklah. Hati hati dijalan Nya, kalo bawa mobil jangan ngebut ngebut dan juga saya titip salam sama non Afifah dan den Alex, tolong bilangin kalo saya kangen sama mereka" ucap satpam itu tersenyum.
"Iya, nanti saya sampaikan"
"Oh ya, jika nanti tuan pulang dan saya belum balik tolong bilangin ya kalo saya lagi pergi" ucap Mama Afifah dan dijawab anggukan kepala oleh satpam.
Setelah itu dia naik ke dalam mobil untuk pergi menuju ke rumah pribadi Alex dan Afifah. Kurang lebih setelah 45 menit mengemudi akhirnya Mama Afifah sampai juga dirumah pribadi Alex dan Afifah.
Dia pun segera mematikan mesin mobil kemudian turun dari sana.
Mama Afifah lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Kebetulan pintu rumah sedang tidak dikunci jadi Mama Afifah bisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Alex.. Afifah.. kalian dimana? ini mama dateng" teriaknya begitu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Alex, Afifah"
"Alex.. Afifah.. kalian dimana" teriak Mama Afifah lagi namun tidak ada sahutan.
"Fi, kalian dimana? ini mama" teriak Mama Afifah namun lagi lagi tidak ada sahutan.
"Dua anak itu sedang ada dimana sih. Dari tadi dipanggilin tidak nyahut nyahut, nggak biasanya rumah mereka sepi"
"Apa mereka sedang ada dihalaman belakang ya"
"Coba deh aku lihat, mungkin saja mereka ada disana" gumam Mama Afifah lalu dia berjalan menuju halaman belakang.
Tapi saat sampai disana ternyata halaman itu kosong, melihat hal Itu Mama Afifah jadi bingung. Dia kemudian kembali masuk ke dalam rumah dan mencari didalam sana.
Setelah beberapa mencari didalam rumah, Mama Afifah masih belum juga menemukan. Ia pun lalu berjalan menuju dapur.
Pikirnya mungkin saja saat ini anak dan mantunya sedang ada disana dan saat sampai didapur bukannya menemukan anak dan mantunya. Mama Afifah justru dibuat terkejut saat ia melihat banyak sekali pecahan vas bunga dan juga beberapa perabotan rumah tangga berserakan dibawah akibat pertengkaran Alex dan Afifah pagi tadi.
"Astaga, ini kenapa pada berantakan. Apa dapur mereka baru saja terkena badai? mengapa jadi seperti ini" cebik Mama Afifah sambil melirik kesana kemari melihat betapa berantakannya dapur itu.
"Fi, Afifah.. ini mama sayang. Fi, Afifah" teriak Mama Afifah memanggil nama anaknya saat dia didepan pintu kamar.
Tok tok tok
"Alex.. buka pintunya, ini mama. Kalian ada didalam kan?"
Tok tok tok
"Alex... Afifah... kalian sedang ada didalam kan?" teriaknya semakin keras tapi tidak ada jawaban.
"Ini mereka sedang ada dimana sih. Kenapa aku jadi khawatir, dari tadi dipanggilin satu sahutan pun tidak ada. Apa aku buka aja ya, aku takut terjadi sesuatu dengan dua anak Itu" gumam Mama Afifah. Ia pun kemudian dengan perlahan membuka sedikit demi sedikit pintu kamar itu.
Dan saat ia masuk ke dalam lagi lagi Mama Afifah dibuat terkejut kala melihat kamar itu berantakan. Banyak sekali benda benda berjatuhan dilantai, vas bunga pecah, kaca cermin yang retak dan beberapa pakaian serta ponsel Alex dan Afifah juga ikut terlempar dilantai dalam keadaan hancur.
"Ya ampun, ini kamar atau tempat pembuangan sampah sih! kenapa berantakan sekali. Pantas saja ditelpon tidak ada yang jawab, ternyata ponsel keduanya hancur"
__ADS_1
"Dua anak itu benar benar ya, masa iya main perang perangan didalam kamar. Mana pake acara pecahin kaca lagi, dipikir kaca nggak bahaya apa. Dasar anak nakal" ucap Mama Afifah menggelengkan kepala.
Sementara itu.
Afifah yang kala itu tengah menangis didalam kamar sebelah yang pernah dia tempati dulu seketika buru buru bangun dari duduknya ketika dia mendengar suara mama nya.
Dengan penampilan yang berantakan dan acak acakan Afifah langsung berlari keluar kamar untuk menghampiri Mama nya.
Dan saat berada dibelakang Mama nya tanpa aba aba Afifah lantas langsung memeluk erat tubuh Mama dan menangis kencang disana membuat Mama Afifah sedikit terkejut.
"Mama, hiks.. hiks.. "
"Loh Fi, kamu kenapa sayang? kenapa kamu menangis?" ucap Mama Afifah khawatir melihat putrinya tiba tiba saja menangis kencang.
"Mama, aku mau pulang. Hiks.. hiks.. aku mau pulang ma, aku nggak mau tinggal disini lagi" isak tangis Afifah menjawab pertanyaan Mama nya.
"Hah pulang? kenapa tiba tiba. Apa kamu bertengkar dengan Alex? katakan sama Mama, apa kalian sedang bertengkar. Kenapa kamu ingin pulang sayang?"
"Nanti saja ma aku kasih tau, yang penting sekarang bawa aku pulang. Aku sudah tidak tahan berada di rumah ini, bawa aku pulang ma. Hiks.. hiks.. bawa aku pulang"
"Tapi sayang, katakan dulu sama Mama. Kalian berdua kenapa bisa bertengkar? perasaan kemarin kemarin hubungan kalian baik baik saja"
"Aku tidak bisa katakan sekarang ma, intinya saat ini tolong bawa aku pulang. Aku sungguh merasa tidak nyaman berada dirumah ini. Aku merasa sangat tersiksa ma jika terus ada disini. Ayolah ma, bawa aku pulang sekrang. Hiks.. hiks.. bawa aku pulang, aku benar benar sangat ingin pulang" ucap mohon Afifah dengan air mata yang terus mengalir dipipi mulusnya.
Mama Afifah hanya diam, dia bingung ingin mengatakan apa sebab dia sendiri tidak tau masalah diantara anak dan menantunya.
"Mama bawa aku pulang" pinta Afifah lagi membuat mama Afifah akhirnya menyetujui. Dia pun kemudian membawa anaknya itu pulang ke rumah.
🐝 🐝 🐝
Sedangkan Alex, sekarang ini dirinya tengah mengumpat habis habisan di dalam mobil sebab jalanan yang dia lalui saat ini tengah macet parah akibat terjadinya kecelakaan dijalan itu.
Banyak sekali kendaraan roda empat dan roda dua berhenti ditengah jalan membuat sebagian dari mereka terjebak macet.
"Akkhhgg sialan! kenapa pake acara macet segala sih. Kalo kayak gini gue bisa lama sampai di rumah"
__ADS_1
"Astaga.. semoga saja Afifah baik baik saja, gue bener bener nyesel sama dia. Dan semoga saja saat sampai di rumah nanti Afifah mau maafin gue" ucap frustasi Alex sambil memukul dasbor mobil.