
"Wolf, lo bisa diem kagak sih. Dari tadi muter sana muter sini, kesel gue lama lama sama lo" cebik kesal Afifah karna Alex terus berguling ke kanan ke kiri di atas ranjang.
"Geli Pai, lo kalo ngerok yang niat dong. Jangan lo tarik sana sini, gue kegelian kalo lo begituin" jawab Alex sambil menggeliat.
Saat ini Afifah tengah mengeroki badan Alex karna tadi dia sempat mengeluh kedinginan.
"Ya terus gue harus gimana? emang cara ngerok begini" balas Afifah.
"Makanya jadi cowok jangan banyak bertingkah, udah tau nggak bisa nahan dingin. Eh malah nantangin, jadi gini kan akibatnya" omel Afifah sambil terus menggerok punggung Alex.
"Gue begitu juga karna elo. Kalo nggak demi mendapat maaf dari lo mana mungkin gue rela nahan dingin tengah malam di depan pintu" sahut Alex.
"Oh jadi lo nggak ikhlas nih minta maafnya sama gue hmm? kalo nggak ikhlas yaudah, gue juga nggak ridho maafin lo" cebik Afifah membanting koin yang dia pegang lalu dia berdiri dan hendak turun dari ranjang.
"Tunggu, mau kemana lo?" cegah Alex yang langsung mencekal tangan Afifah.
"Minggat" jawab singkat Afifah menepis kasar tangan Alex dan.
"Eh jangan jangan, lo disini aja. Yaelah gitu aja baper, gue cuman becanda" seru Alex.
"Becanda lo nggak lucu, kalo emang nggak tulus yaudah, gue juga nggak papa" balas Afifah melirik sinis.
"Sorry pai sorry, gue nggak ada niat begitu. Gue minta maaf sama lo itu beneran tulus, kalo nggak tulus ngapain gue sampai sakit begini gara² mikirin masalah kita" ucap Alex seraya menarik tangan Afifah agar naik ke atas ranjang lagi.
"Salah sendiri suruh siapa lo nyari ribut, makanya kalo mau emosi tuh lihat dulu kebenarannya. Jangan langsung ngamuk, untung hati gue baik jadi masih mau maafin elo. Kalo enggak, mungkin dari kemarin gue sama lo udah cerai" ucap asal Afifah.
Tuk
Reflek Alex menyentil mulut Afifah dengan sedikit kasar membuat Afifah langsung mengaduh kesakitan.
"Auuu... gila ya lo! sakit ege" seru Afifah mengaduh.
"Sukurin emang enak, makanya kalo ngomong jangan suka ngawur. Di aminin malaikat jungkir balik lo, sok belagu banget bilang cerai padahal dalam hatinya takut jadi janda" ucap Alex setelah menyentil.
"Enak aja, nggak usah sotoy lu. Gue nggak takut ngejanda ya, yang ada elo tuh yang takut ngeduda. Kalo gue jadi janda mah gampang, masih banyak yang mau secara gue ini kan cantik. Lah elo, ganteng sih ganteng tapi mana bisa lo dekag cewek selain gue. Jangankan mendekat, nyentuh aja kagak bisa" balas Afifah membuat Alex merasa kesal.
"Lo ngeledekin gue" ucap Alex melototkan matanya.
"Kalo iya emang kenapa? orang kenyataannya kek gitu mau gimana lagi" ucap Afifah ikut melotot.
"Sialan! bener bener ya lo. Mentang² bisa berteman dengan siapa aja jadi ngehina gue lo" ucap Alex.
"Salah sendiri, ngapain lo mancing mancing" balas Afifah.
"Eghhtt.. emang dasar ngeselin, awas aja kalo sampe lo berani nikah lagi. Gue bantai suami baru lo di depan mata lo" ancam Alex menatap tajam seketika mambuat Afifah merinding.
"Idih, serem banget bang ancamannya" cibir Afifah mengedikan bahu tapi tidak ditanggapi oleh Alex. Dia masih merasa sedikit kesal saat Afifah bilang jika akan menikah lagi kalau mereka cerai.
Suasana kembali hening, tidak ada yang pembicaraan sama sekali. Hanya suara angin malam yang terdengar di dalam kamar mereka dengan Alex yang tengkurap menikmati kerokan dan Afifah yang sibuk mengerok. Setelah cukup lama akhirnya dia selesai juga.
"Ught... akhirnya beres juga, pegel banget tangan gue" ucap Afifah merenggangkan otot.
"Wolf" panggil Afifah memecah keheningan.
"Apa! " sahut Alex sedikit ngegas
"Dih, biasa aja kali. Nggak usah nyolot" seru Afifah.
"Siapa yang nyolot"
"Ya elo lah siapa lagi"
__ADS_1
"Gue nggak nyolot, ini udah biasa. Lo nya aja yang baperan" balas Alex.
Afifah merengut cemberut.
"Ada apa? ngapain manggil gue" lanjut Alex bertanya seraya membalikan badan dan kembali memakai kaos miliknya.
"Emm.. itu, gue cuman mau ngomong sama lo" ucap mula mula Afifah.
"Ngomong tentang apa? penting atau enggak, awas aja kalo lo mau bahas tentang rencana cerai tadi. Gue gampar beneran calon suami lo, kalo perlu gue bunuh hari itu juga biar lo jadi janda dua kali" sela Alex memotong ucapan Afifah.
"Ihh kejam banget sih lo, dasar psikopat" ucap Afifah.
"Biarin, yang penting suami baru lo mati" balas jutek Alex.
"Kenapa emangnya kalo gue nikah lagi? lo cemburu ya?" tanya Afifah dengan Alis terangkat satu.
"Gue cemburu sama elo? idih amit amit" jawab Alex yang masih tidak mau mengakui perasaanya pada Afifah.
"Ya terus kalo nggak cemburu ngapain lo ngebet banget mau bunuh suami baru gue?" ucap Afifah mengangkat dagunya.
"Ya nggak papa, cuman pengen aja" jawab singkat Alex tanpa ekspresi.
"Nggak jelas" ucap Afifah lalu dia turun dari ranjang.
"Mau kemana lo?" tanya Alex saat melihat istrinya turun.
"Keluar rumah" jawab Afifah.
"Mau ngapain?" tanya Alex lagi.
"Cari suami baru, bosen gue hidup sama lo. Ngajak ribut mulu bawaannya, bikin gue kesel aja" jawab ngawur Afifah. Padahal dirinya hanya ingin pergi ke depan rumah untuk sekedar memarkirkan motornya ke dalam garasi.
Alex yang mendengar jawaban tersebut seketika langsung bangun dari tidurnya dan berjalan menghampiri Afifah yang kala itu berada di tangga. Setelah sampai disana, Alex pun segera meraih tangan Afifah dan menariknya kembali ke kamar.
"Enggak akan, enak aja lo mau nyari suami baru sedangkan gue masih ada" ucap Alex menyahuti.
"Yaelah, gue cuman becanda. Mana mungkin gue nyari suami lagi, gue tu mau ke depan doang buat naroh motor di garasi!" berontak Afifah mencoba melepaskan.
"Terus lo pikir gue percaya hmm? kalo lo mau ke depan ngapain lo bawa kunci motor segala?" tanya Alex.
"Lah kan gue mau naroh motor ke garasi, kalo nggak bawa kunci mana bisa diparkirin"
"Alah alesan, bilang aja lo mau keluyuran. Udahlah, mending lo diem aja deh" ucap Alex sambil masih menarik tangan istrinya menuju ke dalam kamar.
Afifah pun tak menyerah, dia juga masih terus memberontak dan terjadilah adegan saling tarik menarik di samping tangga.
Mereka berdua terus saling tarik sampai akhirnya tangan mereka berdua tak sengaja menyenggol gucci mahal yang barada di samping tempat mereka membuat gucci itu langsung jatuh ke bawah tepat di lantai satu.
Prang
Cetarr
Bunyi nyaring yang berasal dari gucci tersebut membuat mereka langsung berhenti berantem dan spontan mereka menengok ke bawah.
"Astaga Pai, gucci kesayangan Mommy jatuh" pekik kaget Alex melototkan matanya melihat pecahan keramik. berserakan di lantai bawah.
"Aduh Wolf, gimana ini? kalo Mommy sampai tau bisa gawat" ucap panik Afifah.
"Gue juga nggak tau harus gimana" balas Alex yang juga ikut panik.
"ASTAGFIRULLAHALDHIM... GUCCI KESAYANGANKU" teriak histeris Mommy yang tiba tiba muncul dari pintu membuat Alex dan Afifah reflek menoleh.
__ADS_1
"Mommy" ucap mereka kaget melebarkan matanya dengan wajah pucat.
"Ya ampun, Alex Afifah. Apa apaan ini, kenapa kalian memecahkan gucci mommy" ucapnya sambil berjalan menghampiri anak dan mantunya.
"Mom, tenang dulu mom tenang. Kita berdua nggak sengaja mom" ucap Afifah mencoba menenangkan.
"Iya mom, kita berdua nggak sengaja. Tadi itu kita lagi jalan biasa terus nggak sengaja kesenggol jadinya ya jatuh. Jangan marah mom, kita berdua nggak salah" timpal Alex menyahuti.
"Nggak sengaja nggak sengaja, apa kalian tau haa? gucci ini adalah gucci mahal. Ini belinya hanya ada di jerman, gucci ini limited edition. Mommy dulu susah banget mau dapatinnya, giliran udah dapet eh kalian malah memghancurkan nya" ucap Mommy menatap tajam
"Kita minta maaf Mom, kita beneran nggak sengaja" ucap Afifah.
"Iya mom, tolong maafin kita berdua" sambung Alex.
"Maaf maaf, kalian berdua itu emang dasar ya. Suka banget bikin masalah, nggak disini nggak disana ada aja kelakuannya. Kalo lagi berantem aja nangis nangis eh giliran udah baikan aja malah ribut. Heran banget, bisa nggak sih sehari aja nggak bikin masalah" omel Mommy pada anak dan mantunya.
"Kamu juga ya Lex, lagi sakit masih sempet sempetnya buat ulah" lanjutya.
"Ya maaf mom, namanya juga musibah. Kan nggak ada yang tau, udahlah mom jangan marah terus. Kita berdua nggak sengaja" ucap Alex.
"Iya mom, maafin kita. Jangan ngomel ngomel, namanya nggak sengaja kan nggak tau" tambah Afifah dengan tatapan memohon.
Mommy nampak menghembuskan nafas kasar sebelum akhirnya ia memilih memaafkan dan menyuruh anak mantunya untuk membersihkannya.
Alex dan Afifah pun hanya diam menuruti, mereka berdua tidak berani membantah.
"Semua ini gara gara elo" ucap Afifah sambil memunguti satu persatu pecahan keramik di lantai bawah.
"Enak aja, yang ada elo tuh biang kladinya" balas Alex karna tak terima disalahkan.
"Kenapa jadi gue?" tanya Afifah dengan dahi berkerut.
"Yaiyalah, kalo tadi elo nggak mancing emosi gue dengan bilang mau nyari suami baru gue nggak akan maksa lo masuk kamar dan menyenggol gucci. itu" jawab Alex.
"Eh sembarangan aja, salah elo lah. Lagian kenapa juga lo nggak dengerin omongan gue, dibilang gue cuman becanda malah diamggap serius" balas Afifah tak kalah sengit.
Alex hendak membalas perkataan Afifah tapi suara deheman dari belakang membuat mereka berdua seketika terdiam.
"Nggak usah mulai lagi, mau mommy tambahin hukumannya?" tanya Mommy dari belakang.
"Ah Jangan mom jangan"
"Makanya diem, jangan mulai ribut lagi. Ini salah kalian berdua jadi nggak usah saling menyalahkan" ucap Mommy.
"Iya Mom" sahut mereka bersamaan.
*Astaga, boleh di sentil nggak sih dua bocah nakal ini, gemes banget lihat kelakuannya. Ada aja kalo mau bikin masalah. Entah itu begini entah itu begitu pasti selalu ribut, bikin orang greget aja lihatnya. Malam malam bukannya tidur malah bikin gaduh, untung cuman pot yang dipecahin, coba aja kalo barang lain. Bisa hancur berantakan ini rumah* batin Mommy gregetan.
Sumpah aku ngetiknya ini sampai bergadang loh.
Udah aku bela belain nahan ngantuk demi buat up malam ini masa kalian nggak mau ninggalin jejak. Tinggal klik jempol doang kok😁
____________________________________
𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐞𝐣𝐚𝐤
𝙇𝙞𝙠𝙚 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙫𝙤𝙩𝙚 𝐠𝐢𝐭𝐮
𝐁𝐢𝐚𝐫 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐢𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐮𝐩𝐝𝐞𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭𝐧𝐲𝐚.
𝐒𝐞𝐞 𝐲𝐨𝐮 𝐧𝐞𝐱𝐭 𝐞𝐩𝐢𝐬𝐨𝐝𝐞
__ADS_1
𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠.....