WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 293 : Terbongkar


__ADS_3

"Iya, padahal itu hanya settingan. Yang sebenarnya terjadi adalah elo dan Alex sama sekali nggak berhubungan badan, dia hanyalah korban jebakan supaya Vita melihat seolah-olah suaminya selingkuh. Huh the best banget emang ide lo" ucap Justin.


"Lo juga the best, tanpa bantuan elo rencana ini nggak akan berhasil" balas Nela tersenyum.


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka, orang itu bahkan sampai menutup mulutnya saking kagetnya. Dan dia adalah Afifah.


Gadis blasteran Indo Belanda itu sekarang tengah berada tak jauh dari mereka, Afifah berdiri didepan pintu dengan nafas memburu.


Matanya melotot serta dadanya terasa sesak mendengar kenyataan tersebut. Ia tak menyangka jika orang sempat dia benci dan beberapa bulan terakhir kembali dekat dengannya ternyata adalah penyebab rusaknya rumah tangganya.


Dengan emosi menggebu Afifah lantas berjalan mendekat ke arah mereka sambil mengepalkan tangan.


"JUSTIN NELA"


Plak


"Dasar brengsek! jadi semua ini rencana kalian ha?" bentak Afifah seraya menampar keras pipi mereka membuat mereka jatuh terpental kebawah.


"Vi-vita"


"Afifah, sejak kapan lo disini?" pekik mereka melototkan matanya saat tau siapa yang datang.


"Sejak tadi" jawab Afifah membuat dua orang itu semakin melototkan matanya.


"Itu berarti lo denger pembicaraan kita?" tanya mereka lagi dengan ekspresi masih terkejut.

__ADS_1


"Iya, nggak nyangka banget gue. Ternyata dibalik semua ini kalian berdua dalangnya"


"Vita, dengerin penjelasan gue dulu. Ini nggak seperti apa yang lo lihat" Justin buru-buru bangun seraya berjalan mendekat hendak meraih tangan Afifah namun langsung ditepis kasar olehnya.


"Nggak usah pegang-pegang, jijik gue sama lo"


"Vita dengerin gue dulu, lo hanya salah paham"


"Salah paham gimana? jelas-jelas gue denger sendiri lo dan Nela bilang kalo semua ini adalah rencana kalian, masih mau ngelak apa lagi?"


"Vita.. "


"Tega ya lo sama gue Je, selama ini gue udah percaya banget sama lo. Gue pikir lo itu adalah orang yang selalu ada disaat keadaan gue sedang terpuruk, gue pikir lo juga udah berubah tapi ternyata salah. Semua yang lo lakuin hanya settingan biar seolah-olah elo adalah pria paling baik, gue kecewa sama lo Je gue kecewa. Sakit hati tau nggak, dua kali lo udah hancurin hidup gue dua kali juga lo rusak rasa kepercayaan gue dan lo masih mau membela diri? keterlaluan"


"Vita Maafin gue, gue lakuin itu karena ada alasannya. Gue cinta sama lo Vit, gue mau kita balikan. Gue nggak rela lo dimiliki pria lain, elo itu punya gue jadi hanya gue yang boleh jadi suami lo"


Lo sebenarnya sadar nggak sih kalo perbuatan elo itu menyakitkan, lo sebenarnya juga mikir nggak sih kalo akibat rencana busuk lo anak gue jadi korban, kehidupan gue dipertaruhkan, baby twins gue harus kehilangan kasih sayang seorang ayah saat dalam kandungan bahkan lebih parah lagi kehadirannya tidak diketahui oleh ayah kandungnya.


Kalian berdua jahat tau nggak, kalian berdua kejam. Hanya demi obsesi lo berdua rela hancurin keluarga orang, gue benci sama lo Je gue juga benci sama lo Nel. Kelakuan kalian nggak pantas dimaafkan" bentak Afifah dengan nafas memburu.


"Afifah.. " ucap Nela.


"Diem, kalo lo berani ngomong gue hajar lo disini mau?" sela Afifah menatap tajam dengan cepat Nela menggeleng.


Jujur melihat keadaan musuhnya sebenarnya Nela tak tega. Disaat sedang hamil Afifah harus berjuang melawan depresi dan juga harus berusaha tegar menghadapi masalah rumah tangganya, hamil tanpa dampingan suami memang sangat kesusahan.

__ADS_1


Dirinya harus berjuang sendiri untuk kesehatan anak yang dikandungnya tapi disisi lain Nela juga tidak rela kalau pria idamannya dimiliki wanita lain.


"Bener-bener nggak nyangka lo berdua bisa berbuat gini sama gue dan anak gue" ucap Afifah lagi.


"Ya Tuhan gue merasa sangat bersalah banget, Alex, cowok yang selama delapan bulan ini gue anggap penghianat ternyata dia adalah korban? astaga betapa berdosanya gue sama dia, harusnya gue lebih percaya dia dari pada mereka. Hiks... hiks.. wolf maafin gue, maafin gue karena mereka gue jadi salah paham sama lo hiks.. hiks... .Maafin gue wolf" tangis Afifah menyesali perbuatannya.


"Gue harus bertindak sebelum semuanya terlambat, iya benar gue harus perbaiki semuanya" lanjut Afifah yang kemudian dia langsung berdiri dan berjalan menjauh membuat Justin mendongakkan kepala.


"Vita mau kemana?" teriak Justin tapi tak ditanggapi oleh Afifah.


"Gawat kayaknya dia mau nyamperin suaminya deh Justin, lihat dari arah jalannya aja dia mau menuju lantai tempat ruangan Alex" ucap Nela.


"Kalau gitu tunggu apa lagi, cepat kejar dia dan jangan biarkan Vita menghampiri cowok penikung itu atau rencana kita bakalan gagal total tapi ingat jangan sampai lo lukai dia atau gue akan membalas perbuatan lo ngerti! " seru Justin menatap tajam.


Nela pun mengangguk mengerti lalu dia segera berlari menyusul. Afifah yang melihat musuhnya berlari kearahnya lantas semakin mempercepat langkahnya dengan sedikit kesusahan sambil memegangi perut buncitnya.


"Woy tunggu, jangan pergi dulu Fi. Gue mau bicara sebentar" teriak Nela melambaikan tangan tapi Afifah hanya diam tidak merespon.


__________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya

__ADS_1


See you next episode🤗


Bersambung...


__ADS_2