
Keesokan paginya seperti biasa Alex selalu bangun duluan, kemudian ia mandi dan turun menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
Setelah membuat sarapan ia kembali naik ke atas untuk membangunkan Afifah.
Ceklek
Pintu kamar dibuka dan tampaklah Afifah yang masih tertidur diranjang dengan posisi berantakan bahkan selimut dan bantal berserakan dibawah. Padahal sebelum Alex pergi kedapur tadi keadaan kasur masih rapi.
"Astaga.... ni anak kebiasaan banget sih kalo tidur selalu berantakin kasur. Dikira nggak capek apa benerinnya, disuruh beresin nggak mau, nambah-nambahin pekerjaan rumah aja" gerutu Alex.
"Pai bangun pai, udah jam tuju nih" panggil Alex sambil mengoyang badan Afifah.
"Woy bangun. dah siang nih, lo kagak pergi ke sekolah apa" panggil Alex lagi.
"Hmmm" sahut Afifah berdehem tapi masih melanjutkan tidurnya.
"Ya ampun, kebo banget sih lo. Ayo buruan bangun, udah jam tuju beneran loh ini"
"Ck Pai, ayo bangun. Woy! bangun Pai, ya ampun... ayo bangun Pai" panggil Alex kembali dengan menggoyang badan Afifah semakin keras.
"Apasih Wolf, gue masih ngantuk nih. Lagian ini juga masih jam tuju, nanti ajalah kalo udah jam delapan gue bangun" kesal Afifah karna tidurnya terganggu.
"Nggak, pokoknya lo harus bangun sekarang. Kalo lo nggak bangun juga, gue akan siram lo pake air bekas cucian piring, mau lo" ancam Alex berhasil membuat Afifah langsung bangun dari tidurnya.
"Eh jangan jangan, gue bangun nih gue bangun" ucap Afifah yang merasa sedikit takut dengan ancaman Alex, bukan karna apa-apa. Afifah takut karna dulu Alex pernah menyiram Afifah dengan air bekas cucian beneran bukan hanya sekedar omongan dan membuat badan Afifah basah kuyup dengan bau tak sedap dan sejak kejadian itu Afifah selalu nurut jika Alex membangunkannya.
"Nah gitu dong, yaudah sono lo mandi habis itu siap-siap karna kita hari ini akan pergi ke sekolah" perintah Alex seraya melempar Afifah handuk.
"Lo berangkat duluan aja deh, gue lagi males berangkat sekolah" ucap Afifah.
"Enak aja, hari ini lo harus sekolah. Udah seminggu loh Pai kita berdua bolos, masa iya hari ini mau bolos lagi" ucap Alex.
"Tapi Wolf, gue beneran males banget tau nggak" ucap Afifah.
"Males kenapa?" tanya Alex.
"Ya gue males aja, kalo nanti disekolah tiba-tiba ketemu sama Jeje gimana? lo tau kan gue nggak bisa kontrol emosi, gue takut aja kalo nanti depresi gue kambuh disekolah, kan bahaya apalagi kalo sampe gue berbuat hal nekat lagi kayak kemarin gimana? bisa gempar satu sekolah kalo beneran kejadian" jawab Afifah.
Alex yang melihat hal itu langsung memegang dagu Afifah dan menangkup kedua pipinya dengan sedikit membungkuk mendekat ke arah Afifah sehingga membuat jarak diantara mereka sedikit.
"Dengerin gue ya Pai, nggak akan terjadi sesuatu sama lo selama ada gue disisi lo karna gue akan selalu berusaha melindungi elo dan akan selalu ada untuk lo jadi lo jangan khawatir" ucap Alex tepat didepan wajah Afifah sambil masih memegang kedua pipi Afifah.
__ADS_1
"Tapi tetap aja Wolf gue merasa khawatir dan takut jika nanti Jeje kembali merusak hidup gue dan merebut paksa Kebahagiaan gue. Gue nggak mau hal itu terjadi lagi Wolf, gue nggak mau sakit hati lagi, gue pengen hidup tenang Wolf" ucap kembali Afifah.
"Hussttt... percaya sama gue Pai, Nggak akan terjadi apa-apa jadi jangan merasa takut lagi ya, lo akan tetap aman disamping gue" ucap Alex sambil menarik kepala Afifah kedalam pelukannya seraya mengusap-ngusap rambut Afifah berharap istrinya akan kembali tenang.
Cukup lama mereka berpelukan sebelum akhirnya Alex melepaskannya.
"Sekarang lo mandi gih, habis itu siap-siap sono. Gue tunggu lo dibawah" perintah Alex dan dijawab anggukan kepala.
Afifah pun turun dari ranjang dan segera pergi ke kamar mandi bersamaan dengan Alex yang keluar kamar untuk menunggu Afifah dibawah.
...-_-_-_-_-_-_-_-...
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Afifah keluar kamar dan berjalan menuruni tangga. Dari atas tangga ia bisa melihat suaminya sedang menata makanan dimeja makan.
"Wolf" panggil Afifah ketika sampai dimeja makan dan duduk tepat disamping Alex.
"Eh Pai, udah beres. Kalo gitu nih sarapan lo" sahut Alex.
"Nggak deh Wolf, lo aja yang sarapan. Gue lagi nggak mood banget buat makan" tolak Afifah menggeser kembali piring tersebut.
"Loh kenapa? nanti lo sakit lagi loh kalo nggak sarapan. Lo kan habis sakit Pai" tanya Alex dengan alis terangkat satu.
"Terus lo maunya gimana?" tanya Alex.
"Suapin" jawab Afifah sambil tersenyum.
"Dih, manja banget sih lo, mau sarapan pake mau acara suap-suapan" cibir Alex.
"Ya nggak papa lah, sekali-kali gitu lo nyuapin gue. Dulu kan gue juga pernah nyuapin lo, nah sekarang gantian" ucap Afifah cemberut.
"Iya iya gue suapin nih, gausa di manyun-manyunin gitu napa bibirnya. Nanti kalo gue kebablasan nyium gimana" ucapan Alex barusan langsung membuat Afifah reflek menutup mulutnya.
"Ih mesum banget sih lo" cebik Afifah dengan tangan masih menutup mulut.
"Naluri laki-laki Pai, wajar aja gue kayak gini" balas Alex.
"Naluri laki² pala lo. Itusih bukan naluri laki² tapi emang dasarnya aja lo mesum kayak gini" seru Afifah sinis.
Alex terkekeh pelan seraya mengambil piring dan mengambil makanan dengan porsi agak banyakan dikit karna ia ingin makan sepiring berdua bersama Afifah.
Lalu Alex mulai menyuapi Afifah begitupun sebaliknya. Mereka berdua akhirnya sarapan bersama dalam satu piring dengan saling suap menyuap.
__ADS_1
*Makan berdua dengan satu piring ternyata sangat menyenangkan juga. Apalagi kalo sambil menyuapi, ahh.. makin menyenangkan rasanya* batin Afifah.
Setelah selesai sarapan, Alex dan Afifah langsung pergi menuju garasi. Hari ini mereka berangkat sekolah dengan menaiki motor berdua.
"Udah siap?" tanya Alex ketika ia dan Afifah sudah duduk. diatas motor.
"Iya udah" jawab Afifah.
"Pegangan yang kuat Pai, gue mau ngebut nih" ucap Alex yang mulai menyalakan mesin motornya.
Afifah pun memgiyakannya lalu ia agak menggeser posisinya untuk lebih merapat ke depan, tanpa basa basi Afifah langsung melingkarkan tangannya dipinggang Alex dengan erat dan Alex segera menancapkan gas motornya.
Disepanjang perjalanan mereka berdua tampak sesekali tertawa bersama, kadang juga saling menjahili satu sama lain dengan Alex yang berulang kali mengerem mendadak membuat badan Afifah menubruk badan Alex dari belakang dan Afifah yang sesekali membalas perlakuan Alex padanya.
_________________________________
WAJIB DIBACA DAN DIJAWAB!!
👇👇👇
Gimana guys, menurut kalian mereka romantis nggak sih? jujur banget yah ni, aku tu rada kesusahan dan kebingungan gitu jika menulis adegan dalam romantis romantisan kayak gini.
Oh ya aku juga mau tanya nih, tapi kalian wajib menjawabnya ya. Wajib banget pokoknya karna jawaban kalian itu penting banget buat aku.
Pertanyaannya ya nih.
1) Kalian lebih suka Alex dan Afifah saling adu mulut dengan diselingi adegan konyol dan lucu.
Atau
2) Kalian lebih suka Alex dan Afifah saling romantis dan uwu uwu an?
Tolong kalian jawab pertanyaannya di komentar ya, disertai alsannya juga kalo bisa.
Intinya kalian wajib banget jawab karna komentar kalian itu berharga dan penting banget buat ku😁😘.
Jangan lupa tinggalkan jejak🤗.
See you next episode😉
Bersambung....
__ADS_1