
Beberapa jam sudah terlewati, setelah tadi pulang dari bandara dan makan bersama Justin dan papa nya lalu memutuskan untuk pergi ke kantor miliknya.
Sebenarnya mereka berdua ingin segera pulang ke rumah namun karena hari ini ada rapat penting yang tidak bisa di tunda alhasil mau tak mau Justin terpaksa ikut.
Dan sembari menunggu Papanya yang sedang rapat Justin pun kemudian memilih berjalan sekitar kantor untuk sekedar jalan-jalan.
Sepanjang ia berjalan wajah Justin nampak gusar. Sedari tadi pikirannya terus memikirkan bagaimana cara berbicara dengan Papanya. Terlihat jelas ada beberapa guratan di kulit wajah mendakan jika ia sedang cemas.
*Dert dert dert
Suara dering telpon dari ponsel membuat atensi perhatian cowok bule itu menjadi teralihkan. Ia lalu merogoh saku celana miliknya untuk mengambil ponsel.
Tertera nama 'Nela' di layar ponselnya, tanpa menunggu lama ia pun segera menekan tombol hijau.
📞 Nela : "Hallo Justin, lo bisa dengar gue kan?" sapa Nella dari seberang setelah sambungan telpon terhubung.
📞 Justin : "Hmm, ada perlu apa telpon gue ha? buruan ngomong, nggak usah basa basi" sahut Justin to the point dengan nada jutek biasanya.
📞 Nela : "Yaelah biasa aja kali, gue kan cuman nanya doang. Jutek mulu perasaan, nggak pernah sekalipun ngomong biasa apalagi senyum, persis banget kayak Reza.
Emang ya lo berdua itu cocok banget temenan, yang satu sifatnya dingin yang satu sifatnya jutek" seru Nela mencibir tapi tak di tanggapi oleh Justin, cowok itu hanya diam tanpa ekspresi.
📞 Nela : "Btw, lo ada di mana sekarang?"
📞 Justin : "Di kantor Papa gue" jawab Justin tanpa minat.
📞 Nela : "Kantor bokap lo? wah itu berarti lo udah sampai di Belanda"
📞 Justin : "Iya"
📞 Nela : "Kapan?"
📞 Justin : "Tadi siang"
📞 Nela : "Terus terus gimana? lo udah ngomong sama bokap lo tentang rencana kita?"
📞 Justin : "Belum"
📞 Nela : "Lah kenapa belum?"
__ADS_1
📞 Justin : "Papa gue masih ada rapat jadi belum ada waktu buat gue bicara hal ini"
📞 Nela : "Oh gitu, ya sorry gue kan nggak tau" jawab Nela.
Sejenak keduanya saling diam, tak ada sahutan dari sambungan telpon tersebut dengan Nela yang tak tau ingin bicara apa lagi dan Justin yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
Hingga tak lama, Justin pun kembali memulai pembicaraan diantara mereka.
📞 Justin : "Nel" panggil Justin sedikit ragu.
📞 Nela : "Apa?"
📞 Justin : "Menurut lo, apa harus ya kita jalanin rencana ini. Nggak ada ide lain gitu?"
📞 Nela : "Kenapa emang? lo nggak mau ya atau lo terpaksa? kalo iya kita batalin aja kerjasamanya, gue gampang kok. Nanti gue bakal bergerak sendiri"
📞 Justin : "Bukan gitu"
📞 Nela : "La terus kenapa? dari pertanyaan lo tadi lo itu kayak ragu sama hal ini"
📞 Justin : "Gue cuman takut aja"
📞 Justin : "Gue takut nanti papa gue akan marah, lo tau sendirikan rencana kita ini beresiko banget. Ini bukan hanya melibatkan satu dua orang saja tapi semua orang, gue khawatir kalo nantinya bakal berdampak sama bokap gue" jawab Justin.
📞 Nela : "Hah Justin... Justin... kenapa sih sama lo? sejak kapan cowok bule dengan segala kelicikan dan kekejamannnya yang selama ini semua orang kenal mendadak jadi cowok letoy baperan gini astaga".
📞 Nela : "Come on Justin, untuk apa lo pikirin hal nggak penting ini. Ketakutan dan Ke-khawatiran lo itu nggak ada gunanya. tugas lo hanya perlu bicara dan setelah itu kurang dua langkah lagi rencana kita bakal berjalan mulus".
📞 Nela : "Jadi jangan takut melangkah, kalo lo terus kayak gini yang ada rencana lo yang udah lo susun jauh jauh hari bakal sia sia dan itu artinya lo akan kehilangan Vita selamanya. Emang lo mau seumur hidup lo bakal kepisah sama cinta pertama lo hm?"
📞 Justin : "Enggak, gue nggak mau" tolak tegas Justin.
📞 Nela : "Ya makanya itu buruan ngomong. Jangan sampai lo menyesal suatu saat nanti"
📞 Justin : "Ya lo bener, lebih baik gue berani melawan ketakutan sekarang dari pada kehilangan cewek gue, dia segalanya bagi gue. Vita hidup gue, Vita punya gue dan gue nggak mau dia bersama orang lain selain gue. Baiklah gue akan coba bicara"
📞 Nela : "Nah gitu baru Justin yang gue kenal, Justin si cowok nekat dengan segala akal licik dan kejamnya" puji Nela dari balik telpon.
📞 Nela : "Eh ngomong ngomong nanti kalo udah bicara sama bokap lo kabarin gue ya"
__ADS_1
📞 Justin : "Iya"
📞 Nela : "Sip deh, yaudah kalo gitu gue tutup telponnya ya"
📞 Justin : "Hmmm"
📞 Nela : "Bye.. " balas Nela bersamaan dengan matinya panggilan tersebut.
Setelah itu Justin pun lantas berjalan menuju lift untuk segera menuju ruangan papa nya.
*Huh! gue harus bisa, ini demi Vita* batin Justin menyemangati dirinya sendiri.
Masih ada lanjutannya, so tunggu aja:)
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
-
-
Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul
"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka
Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.
Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘
__ADS_1