WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 277 : Cadeau


__ADS_3

"Hah akhirnya selesai juga" ucap Afifah begitu dia selesai memakan makanannya.


"Sini piringnya biar gue bawa ke bawah" ujar Alex mengatongkan tangannya ke arah istrinya dan Afifah memberikannya.


Alex pun kemudian segera beranjak dan pergi turun ke lantai bawah. Setelah meletakkan piring kotor tersebut ia lalu kembali ke dalam kamar.


"Loh mau ngapain?" tanya Alex saat Afifah mengambil handuk yang ada di sampingnya.


"Mandi lah, emang mau ngapain lagi" jawab Afifah tanpa melihat.


"Gue juga mau mandi, lo belakangan aja. Sekarang gue duluan" ucap Alex yang ikut mengambil handuk miliknya.


"Enak aja, gue dulu. Lo aja yang belakangan" tolak Afifah.


"Nggak bisa, gue mau berangkat kerja kalo gue telat berangkat gimana? bisa di marahin Daddy nanti. Lo tau sendirikan Daddy orangnya bagaimana, dia itu sangat disiplin kalo gue telat sedikit aja bisa kena omel. Apalagi Mommy, lebih parah dari Daddy"


"Kalo itu sih gue nggak kaget lagi, keluarga lo kan emang keras. Sejak kecil lo selalu di didik tegas kan sama mereka, beda lagi sama keluarga gue yang nggak pernah sekalipun kasar"


"Ya kalo udah tau makanya ngalah sama gue, nanti Daddy atau Mommy beneran bisa ngamuk sama gue jika tau kalo gue berangkat telat" perintah Alex.


"Apaan kena amuk, orang Daddy sama Mommy nggak ada di Indo. Mereka lagi di luar negeri kan? lo kira gue lupa hm?" cebik Afifah.


"Ya-yaiya sih, tapi lo harus tetap ngalah. Ini perintah gue, lo harus patuh" tegas Alex tak mau mengalah.


"Nggak mau, gue bilang gue duluan ya duluan. Lagian gue juga lagi ada urusan"


"Urusan apaan? paling juga mau tiduran ya kan?"


"Sembarangan kalo ngomong, gue hari ini mau ke sekolah. Bang Dian minta gue kesana katanya ada sesuatu yang harus diselesaikan"


"Sesuatu apaan?"


"Entah, dia cuman bilang gitu makanya gue mau cepet cepet kesana supaya tau urusan apa yang di maksud" jawab Afifah mengedikan bahu.


"Yaudah kalo gitu mandi bareng aja, kan kita sama sama buru buru" ucap ngawur Alex sambil tersenyum smirk.


Bugh


"Auu hidung gue" teriak Alex merintih sakit saat tiba tiba sebuah bantal sofa melayang tepat di wajah Alex dengan sedikit kencang.


"Dasar mesum, gila ya lo, ngawur banget kalo ngomong. Nggak... nggak... nggak... gue nggak mau. Nanti bukannya cepet selesai malah makin lama" tolak Afifah menggelengkan kepala.


"Ayolah Pai sekali aja, kita kan nggak pernah mandi bareng" pinta Alex.


"Ogah, nanti lo apa apain gue lagi" tolak Afifah melirik sinis.


"Enggak akan kok, tenang aja gue nggak bakal macem macem" ucap Alex, "Tapi kalo nggak khilaf" lanjutnya dengan suara pelan.


"Nahkan, lo aja kagak yakin apalagi gue"


"Eh nggak nggak gue cuman becanda, suer nggak bakal macem macem deh" ucap cepat Alex mengangkat tangannya membentuk tanda peace.


"Bulshit, udahlah lo aja sono yang duluan. Gue belakangan aja daripada ribut gini nggak kelar kelar nanti bisa bisa kita berdua sama sama telat" ucap Afifah.


"Nggak mau, maunya mandi bareng. Ayolah sekali aja" pinta Alex lagi.


"Kagak ada, mandi sendiri sendiri. Udahlah buruan masuk, nanti keburu siang" ujar Afifah seraya mendorong keras tubuh Alex menuju kamar mandi.


"Berdua"


"Ogah"


"Berdua Pai"


"Sekali ogah ya ogah" balas Afifah seraya terus mendorong tubuh suaminya.


"Mandi yang bersih dan jangan lama lama" cebik Afifah setelah Alex masuk ke dalam kamar mandi.


"Hmm" balas Alex dengan nada datar.

__ADS_1


Sembari menunggu suaminya selesai mandi Afifah pun berjalan menuju ranjang dan membersihkannya. Mulai dari mengganti sprei, merapikan bantal guling dan menata selimut agar terlihat lebih rapi.


Setelah selesai dia kemudian berjalan menuju sofa dan duduk di sana.


"Oh iya gue lupa, kemarinkan gue sempat beliin Alex sesuatu waktu nganterin Reza beli baju. Gue taruh dimana ya, padahal semalem gue mau kasih sesuatu itu sama dia tapi keburu gue ketiduran" ucap Afifah yang langsung beranjak dari duduknya.


"Aduh gue taruh mana ya" bingungnya kala tidak menemukan barang yang dia cari.


"Ah ya gue ingat, kalo nggak salah gue taruh di kamar sebelah. Gue cek aja kali ya, semoga aja ada"


Afifah pun lantas berlari menuju kamar sebelah, sesampainya disana ia pun langsung mencarinya.


"Akhirnya ketemu, ihh gue cariin juga" ucap senang Afifah ketika hadiah itu berhasil dia temukan.


"Gue kasih ke Alex sekarang ah, semoga aja dia suka. Nggak sabar gue lihat reaksi dia eh tapi sebelum itu gue mandi dulu aja kali ya disini, kalo nunggu Alex takutnya dia lama" gumam Afifah lalu ia masuk ke dalam kamar mandi


...-_-_-_-_-_-...


"Habis dari mana lo?" tanya Alex setelah dia selesai mandi dan baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Gue habis mandi di kamar sebelah, nunggu lo selesai keburu gue gerah dan telat" jawab Afifah yang kini dirinya sudah selesai bersiap siap.


"Terus yang ada di samping lo apaan itu? apa itu untuk bang Dian?" tanya Alex menunjuk bungkusan yang ada di samping Afifah.



"Bukan, ini untuk elo" jawab Afifah.


"Buat gue?" tanya Alex menunjuk dirinya sendiri.


"Iya buat elo, nih terima" jawab Afifah memberikan kotak kado itu ke arah suaminya.


Tanpa basa basi Alex segera membuka kado tersebut. Dan nampaklah sebuah jas, kemeja, sepatu, jam tangan, ikat pinggang, serta sebuah carik surat di dalam sana.



"Thank Pai hadiahnya, ini bagus banget" ucap Alex tersenyum lebar.


"Apa lo suka?" tanya Afifah.


Alex seketika mengangguk cepat, "Iya, suka banget malahan"


"Syukur deh kalo lo suka. Itu gue beli kemarin waktu sama Reza. Gue kasih itu sebagai hadiah dari gue karena udah mulai kerja, selain itu biar lo berpenampilan formal layaknya orang orang bukan malah pakai baju casual" ucap Afifah.


"Iya, sekali lagi makasih ya, gue sayang sama lo muacchh.." ucap Alex tersenyum seraya mencium pipi istrinya.


"Hmm" balas Afifah mengangguk.


"Kalo gitu gue pakai sekarang aja ya" sambung Alex kemudian berjalan menuju walk in closet atau ruang ganti sambil membawa kado tersebut.


Beberapa saat kemudian Alex keluar dari sana.


"Gimana penampilan gue?" tanya Alex sambil berdiri di depan Afifah.


Deg


Seketika Afifah langsung melototkan matanya melihat penampilan baru suaminya dari atas sampai bawah.



'Buset Wolf, ganteng banget lo. Sumpah keren dan cool banget gaya lo" puji Afifah berdecak kagum.


"Seriusan keren? masa iya gue kelihatan bagus pakai ini. Gue rasa nggak cocok deh, gue lebih cocok pakai casual" ucap Alex ragu.


"Enggak, lo cocok Wolf pakai ini. Kelihatan wah gitu, aura lo jadi makin terpancar" ucap Afifah meyakinkan.


"Gitu ya, yaudah lah kalo gitu ayo berangkat. Gue anterin ke tempat bang Dian. Sebentar lagi pembantu juga pasti mau datang kesini" ajak Alex. Afifah mengangguk menurut.


Mereka berdua pun berjalan keluar kamar sambil bergandengan.

__ADS_1


"Jangan lupa kunci kamar pribadi kita dan ruangan kerja gue sama lo" ucap Alex di depan pintu kamar.


"Loh emang kenapa kok di kunci?" tanya Afifah dengan dahi berkerut.


"Yaiya, ketiga ruangan inikan banyak barang penting. Gue nggak mau ada orang lain masuk ke dalam" jawab Alex.


"Oh gitu, iya sebentar gue kunci dulu" ucap Afifah.


Setelah selesai mengunci mereka berdua kembali jalan bersama menuruni tanga dan kemudian masuk ke dalam mobil .


...🎀 🎀 🎀 🎀...


...🎀 🎀 🎀...


...⚫ ⚫...


Sementara disisi lain.


Pagi ini Justin tengah sibuk menata barang bawaanya, hari ini dia dan Papa nya akan pergi ke Indonesia seperti apa yang dia bilang kemarin.


"PA, CEPETAN PA. NANTI PESAWATNYA KEBURU BERANGKAT" teriak Justin memanggil papanya.


"IYA SEBENTAR" sahut Jeff dari jauh.


Tak beberapa lama dia datang menghampiri putranya.


"Dari mana sih Pa, lama banget. Sepertinya Papa nggak niat banget ya pergi ke Indonesia makanya Papa sengaja ulur waktu biar ketinggalan pesawat. Kalo emang Papa nggak mau bantuin aku yaudah nggak papa aku bisa berangkat sendiri tapi jangan harap aku balik lagi ke sini" ucap. Justin sedikit jutek.


"Jangan Justin, Papa itu niat bantuin kamu cuman tadi Papa habis mengunci rumah dulu makanya lama, kamu jangan bicara seperti itu lagi. Papa nggak suka" ucap Papa Justin.


"Kalo nggak mau aku bicara itu Papa harus nurut apa kataku"


"Iya, Papa akan menuruti apa maumu asalkan jangan pernah bicara omong kosong itu"


"Hemm.. sekarang mana koper Papa biar aku masukin bagasi" pinta Justin dan Jeff memberikan koper miliknya.


"Eh tapi tunggu sebentar" ucap Papa Justin menghentikan tangan Justin yang hendak memasukan koper ke dalam bagasi.


"Ada apa?" tanya Justin menoleh.


"Kamu janjikan kalo setelah Papa membantumu dan menuruti kemauan mu kamu akan menjauhi wanita parasit itu" ucap Papa Justin menatap tajam.


"Ia aku janji"


"Awas aja kalo sampai setelah ini kamu masih bicara atau bertemu dengan dia, Papa akan sangat marah padamu. Papa tidak suka jika kamu berdekatan dengannya, dia itu hanya cari muka di depanmu jadi kalo sampai kamu masih meresponnya Papa akan murka camkan itu!" ancam Papa Justin mengacungkan jari telunjuknya membuat Justin sedikit merinding.


"Iya aku tidak akan menemuinya, lagi pula kemarin aku hanya ingin memberi pelajaran sama wanita nggak tau diri itu karena udah berani muncul lagi setelah lama menghilang" jawab Justin mengangguk mengiyakan.


"Jika gitu terus kenapa kemarin kamu memintanya datang kesini lagi nanti sore?"


"Itu karena aku hanya berusaha untuk meyakinkan dia saja kalo aku udah menerima dia sebagai Mama dan mau ikut dengannya. Lagi pula kita kan mau ke Indo jadi kalo dia kesini dia nggak akan bertemu dengan ku"


"Baiklah Papa percaya padamu, sekarang ayo kita naik. Setengah jam lagi pesawat akan landas" ucap Papa Justin dan di balas anggukan kepala oleh Justin.


Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan mulai melajukannya menuju arah bandara.


*Aku tau apa yang aku lakukan ini salah tapi aku tidak mau kalo aku kehilangan anakku selamanya, jika aku tidak membantunya maka dia akan pergi ikut Mamanya dan aku tidak mau hal itu terjadi. Justin tidak boleh meninggalkan aku sendirian* batin Papa Justin menunduk.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2