WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 302 : Ikhlaskan dia


__ADS_3

Justin berjalan dengan terburu, langkah kakinya membawa dirinya masuk kedalam rumah sakit. Setelah tadi menelpon Reza dan mendengar jika Afifah masuk rumah sakit dirinya pun dengan segera melajukan mobilnya ke arah sini.


Rasa cemas dan khawatir didalam dirinya membuat Justin tak bisa berfikir apapun, yang ada di kepalanya hanya Vita dan baby twinsnya.


"Sus pasien yang korban jatuh dari gedung ada dimana ya?" tanya Justin pada petugas resepsionis.


"Di ruang operasi mas"


"Hah operasi? lalu dimana itu letaknya?"


"Di lantai tiga kamar nomor VVIP 01"


"Oke makasih"


Setelah mendapat jawaban Justin pun langsung berjalan ke sana. Sepanjang dia berjalan mulutnya tak henti-hentinya mengucap doa, sungguh pikirannya saat ini sedang kacau.


"Ya Tuhan gimana keadaan Vita dan anakku, semoga saja mereka baik-baik aja" gumamnya gelisah.


Sedangkan didalam kamar, saat ini Alex masih saja berteriak. Kenyataan yang baru saja dia dengar nampaknya belum bisa sepenuhnya dia terima.


Beberapa kali dia masih terus mengajak Afifah bicara berharap jika istrinya akan bangun dan hal itu membuat semua orang di sana menatap prihatin.


"Lex sudahlah, ikhlaskan kepergian istrimu. Kasian Afifah, jika kamu terus seperti ini dia akan sedih nanti" nasehat Papa. sekarang ini dia lebih mementingkan menantunya sehingga ego dalam dirinya dapat disingkirkan.


"Nggak Pa, bagaimana aku bisa mengikhlaskan dia jika Afifah saja masih hidup"


"Astaga sadar Lex sadar, Afifah sudah tiada" ucap Mommy


"Enggak, istriku masih hidup. Mommy jangan asal bicara, aku nggak suka ya jika mommy bicara sembarangan"


"Tapi sayang Afifah memang sudah tiada, dia sudah meninggal. Kamu harus menerimanya Lex, kamu jangan merasa sendiri. Lihatlah baby twins, jika kamu seperti ini kasian mereka" ucap Mommy menunjukkan baby twins yang berada di gendongan dirinya dan suaminya.


"Aku bilang enggak ya enggak, Afifah masih hidup. Dia nggak mungkin ninggalin aku mom, kalo mommy nggak percaya mommy lihat nih aku bakal tunjukan jika Afifah masih hidup" jawab Alex.

__ADS_1


Dia kemudian menatap kembali tubuh pucat istrinya yang masih dikelilingi alat medis.


"Sayang ayo bangun, kamu bisa mendengar suaraku kan? kalo iya ayo bangun jangan tidur terus. Lihatlah baby twins kita mereka butuh asi kamu, ya sayang bangun ya" bisik lembut Alex di telinga Afifah.


"Pai bangun kasian mereka nanti kalo nyari kamu gimana jika kamu tidur terus? bangun ya Pai, gue mohon ayo bangun"


"Asal lo tau sayang baby twins kita sangat mirip sekali dengan kita berdua, bayi pertama dia mirip denganku dari warna rambut dan manik matanya yang sama-sama hitam sedangkan bayi kedua dia lebih mirip denganmu rambutnya sama-sama pirang keblondean dan manik matanya juga sama-sama biru laut. Gimana? lucukan, apa kamu nggak mau melihat mereka berdua hm? apa kamu tidak mau menyapa baby twins tampan kita, jika kamu mau ayo bangun Pai.


Jangan tidur terus, katanya kamu janji nggak bakal ninggalin aku tapi kenapa sekarang kamu melanggar ha?


Kenapa kamu mengkhianatinya, mana janji kamu yang bilang kalo kamu nggak bakal ninggalin aku sendiri. Mana Pai mana, kumohon bangunlah hiks.. hiks.. ayo bangun demi aku dan bayi kita" tangis Alex sesenggukan menatap sendu tubuh pucat istrinya membuat semua orang yang ada di sana tak bisa menahan air matanya.


Sama halnya dengan Alex, mereka pun juga masih belum menerima kepergian Afifah. Tak lama kemudian tiba-tiba segerombolan suster masuk ke dalam yang sepertinya ditugaskan untuk mengurus jenazah Afifah.


"Permisi jenazah atas nama nona Afifah"


"Oh iya Sus"


Dengan reflek Alex yang mendengar hal itu langsung memeluk erat tubuh istrinya seakan tak membiarkan siapapun membawanya pergi dari genggamannya.


"Mau ngapain kalian ha?" seru Alex dengan mata tajam.


"Maaf tuan jenazah istri anda mau kita urus, sebaiknya tuan minggir dahulu biar prosesnya cepat dilaksanakan" jawab salah satu dari mereka.


"Enggak, istri gue masih hidup. Dia belum mati, jadi lebih baik kalian pergi"


"Maaf tuan tapi.. "


"Berhenti! gue bilang jangan ada yang mendekat" bentak Alex meneriaki semua orang yang ada di dalam.


"Tuan, jenazah nona harus segera kami urus, kasian istri anda jika tetap dibiarkan seperti itu" ucap mereka seraya berjalan mendekat hendak melepas semua alat medis yang berada di tubuh Afifah namun Alex langsung mencegahnya.


"Gue bilang jangan ada yang mendekat. Kalo sampai ada yang masih berani mendekat atau berani nyentuh Afifah, gue tusuk sama pisau" ancam Alex mengacungkan sebuah pisau kecil yang dia ambil dari meja kecil.

__ADS_1


"Tapi tuan.. "


"Istri gue masih hidup, kalo kalian melepas peralatan medisnya bagaimana dia mau sembuh ha?"


"Ya Allah Alex, istighfar nak istighfar. Kami tau kamu belum bisa mengikhlaskan kepergian istri kamu tapi Papa mohon jangan seperti ini, taruh pisaunya. Itu bahaya Lex" ucap Papa mencoba menenangkan menantunya.


"Enggak, gue nggak bakal singkirkan pisau ini jika kalian masih tetap disini. Istri gue masih hidup, dia hanya tertidur saja karena pengaruh obat bius nanti kalo sudah hilang dia akan sadar. Afifah nggak mungkin ninggalin gue dan baby twins sendiri jadi gue minta kalian semua minggir sebelum gue benar-benar habis kesabaran" bentak Alex menatap tajam yang masih mengacungkan pisau ke arah semua orang.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗


Bersambung...


-


-


Sama satu lagi, yuk baca novel baru dengan judul


"Kekuatan hati Wanita" dari Author Rifa_Fizka



Jangan lupa ya, dari Author Rifa_Fizka, dijamin bagus deh novelnya.


Dan jangan lupa kalo baca tinggalkan jejak disana okeyy🥰😘

__ADS_1


__ADS_2