
Alex mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju arah rumahnya.
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam, setelah beberapa menit akhirnya mobil yang mereka kendarai sampai juga di depan rumah pribadi mereka.
Alex pun segera memarkirkan mobilnya ke dalam garasi, kemudian dia turun dari sana.
"Ayo" ucap Alex lembut seraya membuka pintu mobil dan mengulurkan tangannya ke arah Afifah.
"Iya" jawab Afifah menerima uluran tangan tersebut.
Setelah itu mereka berdua lalu berjalan masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan.
"Huft akhirnya sampai juga di rumah. Sumpah capek banget gue malam ini, kalo enggak demi dapat ijazah ogah banget gue make pakaian sialan ini. Ribet banget, apalagi make up nya beh risihnya naudhubillah. Masih enakan pake celana dan kaos oblong, lebih simple dan nyaman dari pada pakaian ini" gerutu Afifah sambil melempar hig heels yang dia pakai ke dalam rak sepatu yang ada di bawah tangga ruang keluarga dengan sedikit kasar sehingga membuat sebagian sepatu yang ada di sana jatuh berceceran.
"Etdah ni cewek kebiasaan banget ya, woy! lo kalo naruh sepatu tu yang rapi jangan asal lempar nanti berantakan. Emang lo mau beresin semuanya jika berantakan hm?" seru Alex yang baru saja masuk setelah mengunci pintu garasi.
"Dih ogah, inikan bagian tugas elo bersihin rumah ngapain gue beresin, bagian tugas gue bukan ini kali" sahut Afifah sinis.
"Kalo nggak mau ya makanya dengerin, sekarang rapihin tu sepatu dan tata sampai rapi, kalo enggak gue buang tuh koleksi sepatu lo di tempat sampah mau?" ucap Alex mengancam.
"Ck, iya iya ngeselin banget sih lo. Cerewet mulu jadi orang, udah gitu galak banget padahal tadi baru aja romantisan eh sekarang udah bertingkah lagi" gerutu Afifah mencibir seraya mulai membereskan rak sepatu tersebut.
Alex hendak membalas namun suara dering telpon dari ponselnya membuat dia mengurungkan niatnya dan mengambilnya.
Ternyata yang menelpon adalah orang suruhannya yang Alex tugaskan untuk mencari bukti kejahatan Justin di Belanda.
*Ngapain ni orang malam malam telpon? apa ada kemajuan dari kasus cowok bejat itu? batin Alex kebingungan.
__ADS_1
Tak mau ambil pusing Alex pun buru buru pergi dari sana.
"Eh mau kemana lo? jangan keluyuran, ini udah malem" teriak Afifah saat melihat suaminya berjalan menjauh.
"Siapa yang mau keluyuran, gue cuman mau ke taman samping" jawab Alex berbalik.
"Ngapain kesana?"
"Angkat telpon sekalian cari angin" jawab Alex.
Afifah mengangguk lalu kembali meneruskan acara bersih bersihnya.
Sedangkan Alex, pria itu kini kembali berjalan. Setelah sampai di taman samping ia pun segera menggeser ikon hijau di layar ponsel.
📞 Anak buah : "Hallo bos"
📞 Alex : "Ya hallo, ada apa malam malam gini nelpon gue? apa lo ada masalah atau kendala di sana" sahut Alex saat sambungan telpon itu terhubung.
📞 Alex : "Berita bagus apaan?" tanya Alex penasaran.
📞 Anak buah : "Itu bos saya sudah berhasil menemukan bukti tentang kejahatan Justin, kasus orang yang bos suruh untuk saya selidiki di Belanda ini" jawab orang itu seketika membuat Alex melototkan matanya.
📞 Alex : "Hah apa! ini seriusan?"
📞 Anak buah : "Iya bos serius, kemarin waktu saya mengunjungi kedai es krim yang sempat dikunjungi oleh nona Afifah dan Alm. abangnya lima tahun lalu sebelum kejadian tabrakan itu saya berhasil menemukan sebuah file rekaman cctv dari kedai es krim itu dimana saat nona Afifah di tarik seseorang masuk ke dalam mobil waktu dia tengah menunggu alm. abangnya mengambil mobil"
📞 Anak buah : "Tak hanya itu, saya juga berhasil menemukan file rekaman cctv saat nona Afifah hampir di perkosa oleh Justin di bangunan kosong, kebetulan tak jauh dari bangunan itu ada sebuah kebun yang di pasang cctv yang digunakan untuk memantau keamanan kebunnya. Sebenarnya file rekaman cctv itu sempat hilang tapi setelah beberapa kali di cari akhirnya ketemu juga" jawab orang itu.
__ADS_1
📞 Alex : "Wah ini berita yang sangat bagus sekali, gue senang dengernya" ucap girang Alex.
📞 Anak buah : "Tapi bos untuk bukti kejadian kecelakaan saya belum berhasil menemukan karena info yang saya dapat masih abstrak dan belum mendapat titik terang, jadi saya masih belum dapat menyeledikinya. Tapi meski begitu bos tenang aja, saya janji secepatnya saya akan mencarinya agar bukti itu cepat ditemukan" tambah orang itu.
📞 Alex : "Iya iya nggak papa, lakukan saja sesukamu. Yang penting lo bisa mendapatkannya"
📞 Anak buah : "Siap bos, kalo begitu saya matikan dulu. Masih ada yang saya kerjakan"
📞 Alex : "Hmm.. " balas Alex mengangguk bersamaan dengan berakhirnya telpon tersebut.
*Akhirnya gue bisa mendapatkan bukti tersebut itu artinya Afifah dan bang Fian akan segera mendapat keadilan* ucap Alex tertawa senang.
*Hahaha Justin Justin cepat atau lambat kejahatan lo akan terbongkar. Lihat aja gue bakal bikin hidup lo menderita, kebusukan dan kelicikan lo selama ini akan di ketahui banyak orang* batin Alex tersenyum miring.
.
.
Sebenarnya ini udah dari kemarin kamis tapi entah kenapa hari ini baru lolos review jadinya ya upnya sedikit terlambat😌.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
__ADS_1
See you next episode🤗
Bersambung...