
"Gimana? semuanya udah beres kan?" tanya Alex pada siswa yang ada di belakang panggung setelah sebelumnya dia selesai memberitahukan rencananya pada yang lain.
"Iya udah, lo tenang aja. Udah kita atur semuanya" jawab mereka.
"Sip deh kalo gitu, nanti kalo sudah saatnya gue akan kasih kalian kode" ucap Alex dan di balas acungan jempol oleh mereka.
Alex pun kemudian kembali masuk ke dalam pesta, dia berjalan menuju ke arah ortu dan mertuanya.
"Em.. Mom Dad Ma Pa" panggil Alex saat dia sudah sampai di sana.
"Eh ada apa? kenapa kamu kesini?" tanya Mama Afifah sedikit terkejut melihat menantunya tiba tiba datang menghampiri.
"Itu Ma, aku cuman mau kasih tau. Malam ini kan rencananya aku mau bikin kejutan buat Afifah. Nah sebelum itu terjadi aku butuh bantuan dari kalian" jawan Alex to the point.
"Bantuan apa?" tanya Daddy menoleh dengan dahi berkerut.
"Nggak banyak Dad, kalian hanya perlu memberitahu pada mereka semua yang ada di sekitar kalian untuk tidak panik jika nanti tiba² lampunya mati atau mendengar suara aneh dari gedung" jawab Alex.
"Hah lampu mati? apa nantinya kamu akan membuat segedung ini mati lampu?" tanya Mommy.
"Iya Mom, rencananya nanti aku akan buat seluruh lampu di gedung ini mati. Bukan hanya gedung ini saja tapi gedung ke satu dan ke gedung ke dua juga akan aku matikan. Intinya aku ingin membuat area sekolah ini seolah² menjadi gelap gulita. Nggak cuman itu saja mom, tapi nanti jika Afifah berteriak atau meminta tolong kalian jangan ada yang menjawabnya. Mama Papa Mommy sama Daddy hanya perlu diam saja, pokoknya apapun yang terjadi kalian jangan ada yang panik atau merespon Afifah sebab itu bagian dari rencanaku. Gimana? bisa kan?" tanya Alex dengan mata berharap.
Mereka berempat saling pandang sebelum akhirnya mengangguk bersama.
"Iya bisa, tapi apa kamu yakin bakal berhasil? Papa takut jika nanti Afifah akan kenapa napa" ucap ragu Papa Afifah.
"Tidak Pa, aku yakin semua ini bakal berhasil dan Afifah baik baik saja" jawab yakin Alex.
__ADS_1
"Baiklah, Papa ikut kamu saja" putus Papa Afifah.
"Mama juga sama" ucap Mama Afifah.
"Mommy dan Daddy juga ikut kamu saja, yang terpenting tidak berlebihan" sahut Mommy Alex ikut menyetujui.
Memdengar hal itu Alex pun tersenyum senang.
"Iya, aku nggak akan berlebihan. Terimakasih Ma Pa Mom Dad, kalian sudah mau membantuku dan menyetujuiku. Kalo gitu aku pamit pergi dulu ya" ucap Alex.
"Iya sama sama, semoga berhasil" jawab mereka. Alex pun kemudian pergi dari sana.
Ia berjalan dengan langkah sedikit cepat karena Alex ingin segera sampai di samping panggung. Namun pada saat dirinya melangkah melewati para siswi barisan belakang tiba-tiba saja seseorang dari belakang menabraknya dengan keras.
Tubuhnya yang belum siap tentu saja membuat keseimbangan dirinya hilang sehingga Alex dan orang tersebut jatuh ke bawah dengan kerasnya sampai membuat pergelangan tangan Alex berdarah akibat terkena sayatan bawah tiang yang sedikit tajam saat dia mencoba menggapai tiang untuk berpegangan.
Bruk
"Akkhhttt..." jerit Alex meringis kesakitan menahan perih di pergelangan tangannya.
"Aduh sorry, sorry gue nggak sengaja. Gue tadi nggak lihat kalo elo ada di depan gue" Nela bangun dari jatuhnya, dia kemudian berjalan mendekat ke arah cowok dengan setelan jas biru dongker yang baru saja di tabrak.
"Eh Kenapa? lo baik baik aja kan? kenapa lo teriak teriak hm? apa lo terluka?" ucap Nela sedikit cemas ketika cowok di depannya tidak merespon dirinya dan terus menunduk.
"Hey ada apa? kenapa lo teriak?" ucap Nela lagi. Tatapan cemas dan khawatir Nela lemparkan pada cowok di sampingnya, medengar jeritan kesakitan dari mulutnya membuat Nela merasa bersalah.
Akibat kecerobohan dirinya yang berjalan tidak melihat depan karena sibuk memegang gaun yang di pakai membuat dirinya tak fokus dan akhirnya menabrak orang.
__ADS_1
Ia pun kemudian berjongkok lalu sedikit mendekatkan wajahnya untuk melihat cowok tersebut. Dan betapa terkejutnya dia saat tau jika cowok dengan setelan jas biru dongker yang baru saja dia tabrak adalah Alex.
Cowok tampan populer yang memiliki sikap cuek dan omongan pedas yang baru kemarin mengancam dan melukai dirinya. Dan juga cowok tampan yang selama ini mengisi hatinya.
"Astaga Alex, ya ampun sorry sorry gue nggak sengaja. Gue tadi nggak berniat nabrak elo" ucap Nela hendak memegang pundak Alex untuk membantunya berdiri namun dengan cepat Alex menghindarinya.
"Bangs*t! elo lagi elo lagi, bisa nggak sih sehari aja lo itu ilang dari bumi. Gue muak tau nggak lihat cewek modelan gatel kayak lo, ganggu mulu perasaan. Lihat nih gara-gara elo tangan gue jadi luka, untung aja nggak kena baju gue" Alex mencebik pedas saat dia melihat siapa orang yang menabraknya sambil bangun dari jatuhnya.
"Hah luka? yang mana? yang ini, astaga banyak banget darahnya. Duh pasti sakit ya, mana coba gue lihat" ucap Nela dengan wajah kaget plus wajah bersalahnya seraya mengulurkan tangan untuk meraih pergelangan tangan Alex.
Tak
Tanpa aba aba seketika Alex langsung melempar tangan Nela dengan keras agar tak bisa meraih pergelangannya.
"Nggak usah pegang pegang gue" ucap jutek Alex.
"Tapi itu tangan lo banyak darahnya, gue bantu obatin ya. Kebetulan di mobil gue ada p3k, sebentar gue ambil dulu" Nela lalu berbalik dan akan berlari tapi suara Alex menghentikan langkahnya.
"Nggak perlu, gue bisa obatin sendiri. Lagian ini cuman luka kecil, lo nggak usah sok cari muka di depan gue atau sok peduli sama gue. Jijik tau nggak" ucap Alex lagi dengan wajah datar.
"Minggir, gue mau lewat" lanjutnya seraya mendorong tubuh Nela dengan sedikit kasar lalu kembali meneruskan perjalanannya dan meninggalkan Nela yang mematung di sana.
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
__ADS_1