WOLF PAI • Pasangan Barbar

WOLF PAI • Pasangan Barbar
Bab 249 : Kalung Tupai


__ADS_3

Setelah sampai di sana Alex kemudian mengambil mic yang ia gunakan untuk bernyanyi tadi.


"Baiklah gue nggak mau basa-basi, sebagai acara penutup ini gue cuman mau bilang terimakasih atas semua waktu kalian tiga tahun ini. Jujur mungkin gue baru beberapa bulan sekolah disini tapi gue bisa merasakan apa itu rasa solidaritas, berkat kalian gue bisa belajar banyak hal yang sebelumnya belum gue tau. Dari kalian juga gue bisa merasakan apa itu artinya kebersamaan" ucap Alex menatap semua teman-temannya dan disambut tepuk tangan dari merkea.


"Selain itu gue disini juga akan memberi satu pengumuman yang mungkin akan membuat kalian semua terkejut" lanjut Alex menghentikan tepukan para murid.


Mereka berhenti untuk mendengar apa yang akan dikatakan oleh Alex.


"Dan pengumuman itu adalah bahwa gue dan Afifah sudah menikah" sambung Alex to the point.


Dan boom bagai disambar petir semua anak yang ada didalam pesta langsung terkejut setengah mati, ucapan Alex benar-benar membuat mereka syok. Pernyataan yang sebelumnya tak pernah mereka duga kini terucap begitu saja di mulut cowok badboy tersebut.


Bisak bisik pun langsung terdengar jelas dari mulut para siswa siswi itu, bagaimana tidak tak ada hujan tak ada angin secara mengejutkan tiba tiba Alex mempublikasikan jika dia sudah menikah. Hal itu membuat sebagian anak yang ada disana mendadak heboh.


Begitu pula Afifah, mendengar ucapan suaminya yang mengatakan jika mereka sudah menikah membuat dirinya langsung mendongak kaget.


"Wo-wolf, apa yang lakuin" ujar Afifah dengan suara pelan bahkan nyaris hilang.


Seolah tau dengan sorot mata kegelisahan istrinya Alex hanya tersenyum.


"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Kita sudah lulus, mau sampai kapan semua ini ditutupi. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakannya" bisik Alex di telinga Afifah.


"Tapi wolf, nggak seharusnya lo i..."


"Hust, udah gue bilang jangan khawatir, percaya sama gue semua akan baik baik saja" sela Alex memotong perkataan Afifah yang belum selesai sambil merangkul pundak membuat gadis itu dengan terpaksa mengangguk menurutinya.


"Woy Lex lo ini beneran, lo sama Afifah udah nikah?" teriak salah satu siswa yang berdiri dibawah panggung.


"Iya, kita udah nikah" jawab Alex apa adanya membuat semua murid kembali melotot kaget.


Komentar demi komentar dari para murid nampak saling bersahutan dan terdengar keras, ada yang menganggap itu sebuah lelucon, ada yang mempercayai dan bahkan ada juga yang bilang jika mereka menikah karena hamil diluar nikah mengingat jika selama ini yang mereka tau Alex dan Afifah hanya sebatas sepasang kekasih.


Mendengar nama baiknya terancam Afifah pun lantas melepas rangkulan suaminya dan hendak berjalan menuju segerombolan murid namun tidak jadi sebab Alex menarik kembali pinggang rampingnya.


"Biarkan saja, jangan terpancing emosi"


"Tapi Wolf, mulut mereka harus dikasih pelajaran. Enteng banget bilang gue hamil duluan, gue nggak semurah dan sebejat itu. Gini-gini gue cewek terhormat, bukan cewek gampangan" ucap kesal Afifah dengan wajah merah menahan amarah.


"Iya gue tau tapi biarkan saja. Percaya sama gue Pai, gue akan menjelaskannya supaya mereka nggak berasumsi sendiri" ucap Alex, dengan terpaksa Afifah pun kembali terdiam.

__ADS_1


Alex lalu menatap depan melihat ke arah seluruh orang di dalam pesta yang terlihat sedang saling berbisak bisik.


"Ehem.. Gue tau mungkin sebagian dari kalian ada yang tidak percaya atau bahkan ada yang menganggap ini lelucon tapi nyatanya ini adalah realitanya, kita memang sudah menikah" ucap Alex menghentikan bisak-bisik para murid itu.


"Gue dan Afifah menikah bukan karena hamil diluar nikah melainkan karena dijodohkan. Permintaan dari orang tua kitalah yang membuat kita berdua akhirnya menikah, kurang lebih usia pernikahan kita baru 6 bulan dan untuk alasannya gue nggak mau kasih tau karena itu privasi keluarga kita"


"Mau percaya atau enggak gue nggak peduli, itu bukan urusan gue yang terpenting sekarang gue udah kasih tau ke kalian yang sebenarnya jika saat ini Afifah milik gue, dia istri gue" ucap Alex.


"Bagi gue Afifah adalah sosok wanita berhati malaikat. Mungkin dari luar memang dia tampak nakal dan barbar tapi sejatinya dia adalah gadis yang baik. Dia adalah sosok wanita yang mengajarkanku apa artinya cinta, dia wanita yang membuatku selalu merasa bahagia, dia wanita pertama yang mematahkan pemikiran bahwa tidak semua wanita itu iblis kejam dan dia adalah wanita yang dapat merubah sikapku yang tidak beraturan menjadi sedikit disiplin serta wanita yang membuat sikap kekanak-kanakanku hilang dan berubah menjadi sangat dewasa jika sedang bersama dirinya. Intinya dia wanita yang sudah membuat banyak hal dalam diriku berubah" puji Alex menatap lembut sosok istrinya.


"Dan sebagai ucapan terimakasih gue, di hadapan kalian gue akan kasih sebuah hadiah" lanjut Alex lalu merogoh saku celananya kemudian menunjukannya pada istrinya.


"Kalung tupai?" gumam Afifah saat melihat sebuah kalung indah berliontin tupai yang di kelilingi ribuan batu berlian di depan matanya.


Kalung itu adalah benda yang Alex pesan pada temannya tadi yang beberapa hari lalu ia minta agar dibuatkan khusus untuk istrinya.



"Iya kalung tupai, gue sengaja kasih lo ini sesuai julukan lo 'Tupai Centil_' supaya orang tau kalo elo hanya milik gue. Afifah selamanya hanya milik gue nggak akan ada yang boleh merebutnya atau mengambilnya dari gue" jawab Alex seketika membuat Afifah kembali blushing.


"Sini gue pakein" sambung Alex kemudian dia mulai memasang kalung tersebut di leher jenjang istrinya.


"Makasih wolf, gue suka dengan hadiahnya. Gue janji bakal jaga kalung ini dan sampai kapanpun nggak akan gue lepas" ucap Afifah tersenyum manis.


"Sama-sama" balas Alex lalu memeluk erat tubuh Afifah dan. disambut sorakan heboh dari para murid.


✖🔺✖ 🔻✖🔺 ✖🔻 ✖🔺 ✖


🔻✖🔻✖🔻✖🔻✖🔻✖🔻✖


Sedangkan disisi lain, Nela yang berada disana juga nampak terkejut. Tak pernah terbayangkan sekalipun jika cowok yang selama ini ia idamkan ternyata sudah menikah dengan musuhnya.


"Nggak ini pasti bohong, Alex... ba-bagaimana mungkin dia sudah menikah" ucap Nela tak percaya.


"Ini pasti cuman prank, iya ini pasti tidak benar. Alex belum menikah, dia kan sama Afifah cuman pacaran pura pura" ucap Nela menggelengkan kepala menepis pikiran buruk dikepalanya.


Sementara itu, sama halnya dengan Nela. Justin pun juga nampak terkejut, rasa gelisah, tak percaya, sedih bercampur jadi satu. Sungguh tak pernah ia sangka jika sahabat dan wanita yang dia cintai sudah dimiliki orang lain.


"Nggak.. nggak.. nggak, pasti ini salah. Gue pasti hanya salah denger, nggak mungkin Vita dan cowok itu menikah, mereka nggak mungkin suami istri" bantah Justin.

__ADS_1


"Tante, bilang sama aku. Ini semua bohongkan? Vita dia masih single kan?" tanya Justin pada Reta dan Harry mama papa Afifah.


"Nggak Justin, mereka memang sudah menikah" jawab Reta.


Deg! Seketika jantung Justin mendadak berhenti, pengumuman yang baru saja dia dengar ternyata sebuah kenyataan.


"Tante bohong, kenapa tante bilang gitu. Katakan sekali lagi tan kalo ini nggak bener, Vita ku belum menikah kan?" teriak Justin dengan mata memerah.


"Maafkan tante selama ini tante tidak memberitahukan mu dari awal karena mereka masih sekolah"


"Itu berarti apa yang cowok itu bilang benar?"


"Iya"


"Tante jahat kenapa tante melakukan hal itu padaku, tante tau bukan kalo aku cinta sama dia terus kenapa tante malah menikahkan Vita dengan orang lain!"


"Maafkan tante Justin" ucap Reta.


"Aku kecewa sama tante" ucap Justin lalu pergi meninggalkan pesta tersebut.


"Justin tunggu!" teriak Reta.


"Ma, mau kemana?" tanya Papa Afifah mencegah Reta yang hendak berlari mengejar.


"Aku mau mengejar dia pa, aku takut dia berbuat nekat"


"Udah biarin saja, jika mama ikut dia malah akan semakin emosi, biarkan dia tenang. Justin butuh sendiri" nasehat papa Afifah, mama Afifah pun mengangguk menyetujui meski ragu.


*Agghtt.. kenapa semuanya jadi begini! Vita hiks.. hiks.. kenapa lo jahat sama gue. Kenapa lo tega ninggalin gue* batin Justin frustasi.


___________________________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Like komen vote gitu💙


Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya


See you next episode🤗

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2