
Sore ini Afifah dan Alex sedang berada didalam kamar Alex. Mereka berdua tampak sedang rebahan disofa sambil menonton televisi dengan posisi Alex tidur dipaha Afifah sedangkan Afifah menyender disenderan sofa sambil memainkan rambut Alex.
"Woyy!! jangan diganti channelnya!!." protes Alex saat Afifah mengganti channel televisi.
"Giliran gue sekarang. Dari kemarin elo teros yang nonton. " tolak Afifah.
"Ganti Fi, nanti keburu selesai film nya. " ucap Alex lagi berusaha merebut remot dari tangan Afifah.
"Nggak, sekarang giliran gue masa dari kemarin elo teros, gue kapan. Lagian kagak bosen apa dari pagi, siang, malem nonton film tuyul terus. " ujar Afifah seraya menghindar agar Alex tak bisa mengambil remot ditangannya.
"Sembarangan kalo ngomong!! Itu bukan tuyul tapi kartun upin ipin. " ucap Alex tak terima saat film kesukaannya dihina.
Ya memang selama ini Alex suka dengan film kartun upin ipin bahkan setiap dia menonton televisi dia selalu menonton film tersebut.
Afifah yang melihatnya sampai jengah dan juga didalam kamar Alex banyak sekali koleksi kartun upin ipin tersebut, mulai dari boneka, baju, replika rumah, dan juga robot serta mobil yang ada difilm upin ipin tersebut Alex juga punya.
Pokoknya dia punya semua barang yang dipakai upin ipin dan jumlahnya hampir dua lemari. Dia mulai menyukai kartun upin ipin dan mengoleksi barang itu sejak dia kelas 6 sd. Bahkan dikamar pribadi Afifah dan Alex yang ada dirumah mereka juga ada koleksi barang upin ipin tapi tidak banyak karna sebagian sudah dibuang Afifah.
"Ya sama aja, orang kepalanya sama sama gundul jadi ya pantas dipanggil tuyul. " balas Afifah.
"Nggak gitu juga konsepnya Fi. Tuyul sama upin ipin nggak bisa disamain, tuyul itu nyeremin sedangkan upin ipin itu gemesin sama kayak Elo. " jawab Alex terseyum manis sampai lesung dipipi kanan nya terlihat dengan sedikit gombal dan mencolek dagu Afifah.
__ADS_1
"Nggak usah gombal. Nggak mempan gue digituin, nggak bakal baper. " ucap Afifah memalingkan wajah berusaha menghindari kontak mata dengan Alex.
"Masa nggak baper. Tapi kok muka lo merah dan kenapa lo jadi Salting gitu?." goda Alex sambil menusuk nusuk pipi Afifah dan menarik rambut Afifah.
"Sialan!! Ngeselin banget sih lo. " seru Afifah.
"Hahahahaa... Tuh kan salting lagi. Udah deh lo nggak usah malu malu gitu napa, kalo baper ya bilang aja nggak usah sok jual mahal gitu sama gue." tawa Alex.
"Egghhhhttt.. bener bener ngeselin ni bocah. " balas Afifah sambil menutup mata Alex dan menggoyang goyangkan kepalanya.
( Bayangin aja rambutnya si cewe pirang.)
"Suruh siapa ngeledek gue. " ucap Afifah.
"Iya iya, gue minta maaf. Tapi lepasin dulu, sumpah ini pusing banget. " ucap Alex.
Afifah pun melepaskan lalu Alex kembali tidur dipaha Afifah sambil memeluk perut Afifah karna kepalanya merasa pusing.
"Huft.. Bosen banget. " dengus Afifah sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Sama gue juga. " sahut Alex yang masih tiduran dipaha Afifah.
"Enaknya ngapain ya biar nggak bosen?." tanya Afifah.
"Main basket yuk, mumpung masih sore. " ajak Alex sambil merubah posisinya menjadi duduk.
"Main basket?! Hmmm... Boleh juga. " sahut Afifah.
"Eh tapi gue nggak terlalu pandai mainnya dan juga gue nggak punya bajunya. " lanjut Afifah.
"Tenang aja, nanti gue ajarin dan untuk soal baju kebetulan gue punya satu baju yang ukurannya pas untuk badan lo. " ucap Alex.
"Beneran. Yaudah kalo gitu ayo kita ganti baju lalu langsung capcus main basket. " girang Afifah lalu langsung berlari menuju ruang ganti dengan diikuti Alex dibelakangnya.
.
.
Jangan lupa LIKE KOMEN nya man teman🤗
Suapaya Author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya💙.
__ADS_1
See you next episode 😘