
"Oh ya satu lagi, selain pengumuman itu di sini gue juga mau menyampaikan satu hal lagi" ucap Alex lagi membuat semua tamu kembali melihat ke arahnya.
Ia lalu menoleh menatap ke arah Afifah yang juga sedang menatap ke arah dirinya.
"Dan pengumuman itu adalah bahwasannya gue Alex Saputra di depan semua orang yang ada di sini malam ini menyatakan jika GUE MENCINTAI LO AFIFAH!" lanjut Alex berteriak lantang didalam mic.
Deg.
Seketika jantung Afifah mendadak berhenti, ucapan suaminya barusan sukses membuat dirinya terkejut setengah mati.
Spontan dia langsung mendongak ke atas.
"Wo-wolf" lirih Afifah tak percaya dengan mata melotot kaget.
Sumpah demi apa Afifah benar benar tak menyangka dengan apa yang baru saja dia dengar.
Melihat wajah kaget istrinya Alex pun tersenyum tipis, ia lalu berjongkok di depan Afifah sambil meraih jari lentik Afifah dan memegangnya erat.
"Pai, gue tau gue bukanlah pria romantis seperti cowok lainnya, gue juga tau kalo gue bukanlah cowok definitie seperti kebanyakan cowok lainnya.
Tapi perlu lo tau kalo gue sangat mencintai lo. Meskipun selama ini gue terkesan cuek, bodo amat, dan tidak pernah mengucap kata sayang bukan berarti gue nggak menaruh rasa sama lo. Justru malah sebaliknya, gue amat sangat menyayangi elo dan gue juga sangat mencintai elo hanya saja cara gue menunjukan itu berbeda. Jadi jika lo berpikir gue tidak mencintai lo itu salah besar, karena kenyataannya gue sayang sama lo" ucap Alex memandang dalam netra biru gadis cantik di depannya.
"Wolf ini a..."
"Sekarang katakan apa lo juga mencintai gue?" sela Alex bertanya memotong ucapan Afifah sebelum dia menyelesaikannya dengan wajah cemas dan gugupnya.
Afifah terdiam, dia masih sedikit syok dengan kejutan kejadian barusan.
"Sayang" ucap Alex dengan masih berlutut memandang cemas ke arah istrinya.
"Huft.. " hela nafas pelan Afifah untuk sekedar menetralisir rasa gugupnya.
"Yes, I love you even love you so much" jawab Afifah mengangguk.
Senyum sumringah seketika terbit di kedua sudut bibir Alex, tanpa aba-aba Alex langsung berdiri dan memeluk erat tubuh istrinya hingga membuat Afifah hampir saja terjatuh.
__ADS_1
"Makasih Pai makasih, aku juga sangat-sangat mencintaimu" bisik Alex ditelinga Afifah dengan mata berkaca-kaca.
Rasa senang bercampur lega di hatinya membuat Alex tak bisa menahan air matanya, dia sangat bahagia.
Cup
Alex mengecup lembut bibir Afifah tanpa sadar jika dia masih berada di atas panggung. Afifah yang kaget pun hanya bisa terbengong dengan pipi memerah hingga suara jeritan dan sorakan para murid membuat Alex tersadar dan segera menjauhkan bibirnya dari bibir Afifah.
"Eh sorry sorry gue nggak sengaja" ucap canggung Alex tersenyum kikuk seraya memandang semua tamu yang tengah tersenyum meledek ke arahnya.
"Ciee bapak, uhuyy" teriak Santi menyoraki Alex dan Afifah yang ada di atas panggung.
"Woilah main sosor aja, nanti dulu pak. masih di sekolah, nggak baik di. lihat sama anak². kita semua masih di bawah umur" teriak Mike.
"Eh lihat emak blussing guys, pipinya merah banget" sahut Agung
"Lah iya, kesenangan palingan" balas Siska asal.
Suara teriakan dan sorakan dari orang orang membuat Afifah reflek mundur kebelakang dan bersembunyi di belakang suaminya.
"Malu, mereka ledekin kita terus" jawab Afifah menunduk seraya memeluk erat lengan Alex di belakang.
"Apa malu? hahaha sejak kapan lo punya malu" tawa Alex meledek istrinya.
"Diem lo nggak usah ketawa, masih di atas panggung ini. Jangan nyari gara gara" cebik kesal Affiah memukul pelan bahu suaminya.
"Iya iya, gue diem. Lagian nggak papa kali jangan malu. Mulut anak² emang suka gitu. Lo kayak nggak kenal mereka aja" balas Alex tersenyum.
"Yaudah yuk mending kita turun" ajak Alex dan dijawab anggukan kepala oleh Afifah.
"Mau pulang" rengek Afifah entah sejak kapan berubah menjadi manja.
"Pulang? yaudah ayo, kita pulang" balas Alex.
Mereka berdua pun lalu turun dari atas panggung. Anak kelas XII-3 yang melihat emak bapak mereka turun langsung berjalan menghampiri.
__ADS_1
Disana mereka tak henti hatinya menggoda afifah membuat Afifah semakin malu.
"Wolf, ayo pulang" rengeknya lagi.
"Iya ayo" jawab Alex kemudian menarik tangan Afifah dan mengajaknya keluar dari pesta menuju ke arah parkiran.
"Pak, malam ini. jangan lupa! bikin adek buat kita" teriak Santi tanpa. dosa.
"Iya pak, bikin yang banyak" sahut angga ikut berteriak.
"Udahlah, kalian semua jangan ledekin Afifah. kasian dia nanti bisa ngambek" lerai Iza.
"Iya iya sorry, habisnya gue kaget banget tau denger kenyataan kalo emak dan bapak ternyata udah nikah"
"Nah sama, gue juga kaget. padahal selama ini mereka bersama gue kira pacaran eh ternyata udah nikah" sahut sinta.
Mereka lalu tertawa bersama menikmati acara demi acara pesta kelulusan.
.
.
Maaf kalo garing soalnya Author nggak pinter bikin scene adegan romantis:)
___________________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like komen vote gitu💙
Biar author juga makin semangat untuk up bab selanjutnya
See you next episode🤗
Bersambung...
__ADS_1